Archive | Sejarah Dunia RSS for this section

PERJALANAN PANJANG PERDAMAIAN KAMBOJA

 

Nyaris tiga dasawarsa berlalu sejak rezim Khmer Merah di bawah Pol Pot digulingkan. Tetapi, sejarah kelam kebrutalan rezim komunis yang berkuasa pada 1975-1979 itu belum bisa sepenuhnya dihapus dari ingatan rakyat Kamboja maupun dunia internasional.

Khmer Merah (seringkali disebut Khmer Rouge, yang merupakan namanya dalam Bahasa Perancis) adalah cabang militer Partai Komunis Kampuchea (nama Kamboja kala itu). Khmer adalah nama suku bangsa yang mendiami negara ini.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, Khmer Merah melaksanakan perang gerilya melawan rezim Pangeran Shihanouk dan Jendral Lon Nol. Pada bulan April 1975, Khmer Merah yang dipimpin oleh Pol Pot berhasil menggulingkan kekuasaan dan menjadi pemimpin Kamboja. Ia memerintah sampai tahun 1979 dan dalam masa pemerintahannya, terjadi pembunuhan massal terhadap kaum intelektual dan lain-lain. Setelah diusir oleh orang Vietnam, Khmer Merah masih bercokol di daerah hutan di Kamboja.

Pada dasawarsa 1990-an, Khmer Merah mengundurkan diri ke pegunungan Dongrek. Sudah sekian lama PBB mencoba mendirikan sebuah tribunal untuk mengadili para anggota Khmer Merah. Tetapi upaya ini secara kontinu dijegali oleh banyak politisi Kamboja karena banyak yang memiliki hubungan dengan Khmer Merah. Akhirnya dicapai kompromi pada tanggal 3 Oktober 2004 di mana akhirnya pemerintah mendukung didirikannya sebuah tribunal.

bendera kamboja

Baca Lanjutannya…

REVIEW ARTIKEL PERKEMBANGAN REGIONALISASI di ASIA TENGGARA: Asia Tenggara Membentuk Jati Diri

Diri Amerika Serikat yang memiliki kebijakan luar negeri paling berpengaruh di dunia, tak lupa melirik Asia Tenggar untuk menancapkan pengaruhnya di region itu. Amerika serikat mulai menancapkan pengaruhanya di Asia tenggara dengan menjadi mediator untuk membentuk pakta pertahanan di Asia Tenggara. Pertama, Amerika Serikat menjadi negosiatir pada perjanjian manila guna membentuk pertahanan kolektif. Kedua, Amerika Serikat memberikan dana bantuan sebesar $200juta untuk pembangunan di bidang ekonomi. Di lain sisi, negara-negara di Asia Tenggara memiliki upaya untuk memperbaiki citra Asia Tenggara. Perlu diketahuai bahwa Asia Tenggara adalah bekas dari kolonialisma dan imprealisme barat.Daengan citra yang ingin dibentuk, Asia Tenggara menginginkan untuk melawan bekas kolonial dan melepaskan kontrol dari barat. Namun, keinginan tersebut sangatlah berat dilakukan karena negara-negara Asia Tenggara masih memiliki warisan kolonial. Hal ini dikarenakan masalah-masalah intern di Asia Tenggara yang tidak bisa diselesaikan sendiri, Asia Tenggara masih menggunakan kekuatan-kekuatan politik yang masih produk dari barat. Dalam bidang ekonomi pun Asia Tenggara masih sangat tergantung terhadap organisasi moneter dunia. Seperti BSC (British Special Commisioner), organisasi yang bergerak di bidnag pangan sebagai langkah antisipasi terhadap krisi pangan pasca perang; ECAFE, organisasi yang dibentuk oleh Dewan Ekonomi untuk Asia dan Timur Jauh, organisasi ini bergerak di bidang rekontruksi dan pengembangan ekonomi negara-negara kawasan; Colombo Plan for Cooperative Development in South and Southeast Asia, organisasi yang dibentuk guna membuat proyek ekonomi bagi negara-negara persemakmuran Inggris. Di bidang keamanan juga dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap ekspansi kaum Komunis Asia. Dalam pembentukan pertahan ini Amerika Serikat tidak membrikan dukungan, namun negar Asia Tenggara mengharapkan bimbingan, kepemimpinan dan dukungan dari Amerika Serikat. Sampai akhirnya, pada tahun 1950 Amerika Serikat mulai tertarik untuk untuk melalukan kesatuan pasifik dengan menarik masuk negar Asia Tenggar ke dalamnya. Amerika serikat, Australia dan Selandia Baru mulai nmembentuk pakta pertahanan guna mengamankan regional dari ekspansi komunis. Ketiga negara tersebut pada tahun 1951 akhirnya membentuk ANZUS. Mengenai pakta pertahann di Asia Tenggara, Amerika Serikat masih mengalami keraguan untuk mengorganisasikan koalisi pertahan di Asia Tenggara. Akhirnya, negara-negara Asia Tenggara inipun yang akan membentuk pakra pertahan sendiri. Dari beberapa paparan di atas, Asia Tenggara memiliki ketertarikan untuk bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kooperatif dan partisipasi negar-negara asia tenggara dalam masalah kemaman perlu memiliki inisiatif sendiri. Jadi, Asia Tenggara bisa menjadi lahan kolonialisme baru dengan bentuk baru.

RUNTUHNYA ROMAWI DAN BERKEMBANGNYA AGAMA NASRANI

A. Kaisar Yang Gagal

Imperium Roma telah menguasai daratan Eropa dan Timur Dekat selama hampir1000 taun. Ini tidak lepas dari kuatnya Pax Romana dan kontrol daerah yang kuat, tetapi memasuki tahun 180 M, Pax Romana yang telah memperkuat imperium roma, ini ditandai dengan meninggalnya Marcus Aurelius pada tahun 180 M. Penggantinya yang tidak lain adalah anaknya yang bernama Commodus (180-193 M) tidak mampu mengendalikan pemerintahan dengan baik. Hal ini dikarenakan Commodus tidak mempunyai bakat apapun selain pacuan kereta, perang dan perkelahian gladiator. Kecintaannya pada olahraga membuat prestise dan kewibawaan pemerintahan menurun drastis, disamping itu karena dia tidak begitu mempedulikan keselamatan pribadi membuat Commodus mati karena terbunuh.

Seperti juga Commodus, raja-raja berkuasa selanjutnya juga merupakan kaisar-kaisar yang lemah. Sehingga pada perkembangan selanjutnya muncul suatu zaman yang disebut dengan zaman anarkhi militer (235-284 M). Zaman ini merupakan zaman yang penuh dengan konflik intern antara faksi-faksi militer sehingga menyebabkan stabilitas dan efisien pemerintahan hilang sehingga tidak heran bila dalam kurun waktu setengah abad terjadi hampir dua lusin pergantian kaisar dan yang mencengangkan adalah hanya satu kaisar yang meninggal secara wajar. Sedangkan lainnya mati dalam peperangan melawan sekutu yang memberontak atau dibunuh oleh tentaranya sendiri.

Disamping hal-hal diatas, ketertarikan tentara pada uang juga memicu runtuhnya Imperium Roma. Ini dikarenakan para tentara telah mengabaikan tugasnya untuk menjaga kaisar dan lebih mementingkan kebutuhan uang beserta materil. Bangkitnya kekaisaran Persia dan serangan bangsa barbar di wilayah romawi yang keadaan pertahanannya sudah buruk, memperburuk keadaan ini.

Baca Lanjutannya…