Izinkan Aku Mencintai Mu

Izinkan aku mencintaimu, dengan segala kehinaan diri

Izinkan aku mencintaimu, dengan segala kerendahan hati

Izinkan aku mencintaimu, dengan segala kekosongan jiwa

Izinkan aku mencintaimu, dengan segala kefakiran harta

Izinkan aku mencintaimu, dengan ketidakmaluan diri

Izinkan aku mencintaimu, dengan segala kekurangan yang ku miliki

Izinkan aku mencintaimu, ketidaktahuan diri

Izinkan aku mencintaimu, tanpa alasan

Izinkan aku mencintaimu, dengan bimbinganmu

Tuhan, bimbinglah kami

 

Tajem, 1 September 2016

Malu dengan Rabi’ah Al-‘Adawiyah Al-Bashriyyah

 

Ilahi, jika aku mengabdi kepada-Mu karena takut neraka-Mu,

            bakarlah aku dengan api itu

Atau bila aku mengabdi kepada-Mu karena menginginkan surga-Mu,

            tutup saja pintunya

Tetapi bila aku mengabdi kepada-Mu karena cinta,

            maka bukalah tirai Wajah-Mu hingga aku dapat memandangimu

Di dalam media sosial, banyak sekali tercantum kata-kata, “menuju jannah-Nya”, “semoga bertemu di dalam jannah-Nya”, dan lain sebagainya. Kesemuanya “terbungkus” di dalam usaha untuk meraih Jannah/Surga Tuhan. Sebagai manusia telah di janjikan oleh Allah bahwa beribadatlah kamu. Kelak Aku berikan pahala dan Aku Masukkan ke dalam surga. Sebagai makhluk yang beriman tentu saja harus “mengimani” dengan sepenuh hati. Janji-janji Allah pasti akan diberikan oleh Allah. Namun, perlu diingat bahwa segal keputusan ada di tangan Allah. Manusia memiliki hak untuk berdoa dan meminta segala apapun kepada Allah. Namun, sekali lagi dikabulkan atau tidak kesemuanya rahasia Allah.

Di dalam syair yang dikarang oleh Adawiyah sangat jelas di ungakapkan bahwa beliau tidak takut dengan neraka dan juga tidak berharap akan surga, Beliau mengharapkan terbukanya hijab antara Adawiyah dengan Tuhan-Nya. Kenapa seperti itu? Surga dan neraka hanyalah ciptaan Tuhan, seyogyanya meminta kepada Tuhan “Sang Pencipta Surga dan Neraka”. Pernah dalam suatu pengajian dikatakan bahwa seseorang akan masuk lantaran dua hal, yaitu mendapatkan pengampunan dari Tuhan dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah. Manusia yang hanya mengandalkan ganjaran ibadah tentu tidak akan bisa masuk surga.

Kenapa surga yang harus diharapkan? Kenapa neraka yang harus ditakuti? Seharusnya takutlah akan “kemarahan Tuhan” dan berharaplah kepada “kebaikan Tuhan” serta yakinilah bahwa bahwa kebaikan Tuhan Lebih besar daripada kemarahannya. Yakinkanlah atas kenayikan dirimu atas Tuhanmu. Tuhan bimbinglah kami. Allahumma shalli alaa sayidina muhammad