“Karena produk ijtihad maka keputusan fiqih bukan barang sakral yang tidalk boleh diubah meskipun situasi sosial budayanya sudah melaju kencang. Pemahaman yang mengsyakralkan fiqih jelas keliru.” (KH.Sahal Mahfud)

Sejarah Ditangan Sejarawan: Studi Mengenai ke-Islamisasi Ilmu Sejarah

“Pelajarilah ilmu-ilmu lama dan hindarilah ilmu-ilmu yang baru”

(Dalam Kitab Ta’limul Muta’alim)

Pengantar

Proses akselerasi antara keilmuan barat dengan keilmuan Islam akan membuat dialektika pengetahuan dan nilai yang selalu menarik diikuti. Dialektika pengetahuan barat mengalami kemajuan dengan menciptakan banyak teknologi yang berguna membantu kerja manusia, namun ilmu pengetahuan barat yang hanya bersumber pada kekuatan akal, menjadikan keilmuan menjadi kering dalam nilai. Keilmuan Islam memiliki keunggulan dalam nilai pengetahuan yang diwujudkan dengan akhlak terpuji dari pengguna ilmu tersebut.

Perbedaan keduanya dengan anggapan bahwa keilmuan barat telah mengalami kegagalan dan saatnya berkembangnya keilmuan Islam, maka Islamisasi dalam ilmu pengetahuan menjadi penting. Islamisasi pengetahuan tidak hanya berkutat dalam ilmunya namun juga pengguna dari ilmu tersebut. Islamisasi pengetahuan bermanfaat untuk pengembangan akal manusia, namun disertai dengan akhlak yang terpuji dalam pemanfaatan ilmu.

  Baca Lanjutannya…

“Dasar, Asas, Fungsi dan Tujuan Pendidikan” Oleh T. Sulistyono.

Pendidikan merupakan gejala yang universal dan berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan sebagai usaha sadar bagi pengembangan manusia dan masyarakat, mendasarkan pada landasan pemikiran tertentu. Dengan kata lain, upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan, didasari pada pandangan hidup atau filsafat hidup. Pendidikan berpijak pada pandangan hidup serta berlangsung dalam latar belakang sosial budaya masyarakat tersebut.

Pendidikan yang diselenggarakan  dan dilaksanakan oleh manusia berdasarkan landasan pemikiran tertentu. Landasan pemikiran manusia tentang hakekat manusia itu sendiri di sebut sebagai landasan pendidikan.

Landasan pendidikan yang sering dijadikan acuan adalah landasan filosofis, sosiologis, kultural, historis, psikologis, ilmiah dan teknologi, politik, ekonomi, yuridis.

Baca Lanjutannya…