BERKEHENDAK SEKEHENDAK

Ketika kecil kita sering ditanya oleh banyak orang, “Nak, besok kalau sudah besar mau menjadi apa?”, lalu kita jawab, “dokter/guru/polisi/ orang yang berguna bagi nusa dan bangsa, dll”. Kendak dari anak kecil yang sangat simple. Bila pertanyaan itu dilontarkan kepada orang-orang tua tentu jawabannya akan lebih panjang dan lebih banyak variabel.

dunia dan akhirat adalah kehidupan yang harus dilalui oleh manusiaManusia dibebaskan oleh kehendak-kehendaknya. Manusia boleh merencanakan, manusia boleh menanam, manusia boleh bermimpi, manusia boleh berkehendak. Kehendak manusia satu dengan yang lainnya tertu saja berbeda. Perbedaan-perbedaan kehendak itulah yang memunculkan sebuah kewajiban. Kewajiban antar manusia untuk menjaga “irisan” antar kehendak setiap manusia. Contohnya, dalam sebuah rapat untuk menentukan tanggal sebuah kegiatan. Banyak sekali insan yang akan memberikan ide, ide yang didasari atas-atas variabel yang mungkin terjadi. Si A usul kegiatan dilakukan malam, si B usul kegiatan dilakukan pagi. Disitulah, kewajiban muncul untuk saling menghargai perbedaan dan tidak membuat cerai berai. Kehendak yang berhubungan dengan antar personal manusia.

Bagaimana dengan kenedak mansuia dengan kehendak Tuhan. Kehendak antara kedua merupakan sebuah rahasia, namun telah ada batasan-batasan yang telah dibuat oleh Tuhan dengan segala kemungkina yang ada. Jibril pernah berucap,

“Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena engkau akan mati; Cintailah orang yang kau kehendaki, karena engkau akan berpisah dengannya; Dan berbuatlah sekehendakmu, karena engkau akan menerima imbalannya.”  (di ambil dari kitab Nashaihul Ibad)

Dalam berhubungan dengan Tuhan, manusia yang hidup di dunia ini telah diberikan kebebasan untuk melakukan setiap pilihan dengan hendak hati dan nafsunya. Hidup adalah pilihan, menurut salah satu novel best seller di dunia. Iya benar, manusia selalu berada dalam setiap simpangan-simpangan untuk memilih, mau belok kiri atau belok kanan. Manusia memilih didasri atas pengelaman, pengetahuan, kemampuan diri dan banyak faktor yang lainnya kesemuanya di olah didalam otak dan hati. Setelah manusia memutuskan suatu pilihan akan memunculkan efek-efek dari pilihan itu sendiri. Efek-efek atas pilihan inilah yang akan membuat suatu pilihan yang baru lagi.

Bagaimana dengan sistem yang dibuat oleh Tuhan. Sistem kerja yang dibuat oleh Tuhan bagaikan video game, sebut saja video game sepakbola. Tuhan adalah seorang “gamers” yang berada diluar game tersebut, Tuhan memegang stick game dan melihat game di sebuah televisi. Sedangkan manusia adalah game itu sendiri, manusia bagaikan pemain sepak bola. Pemain sepak bola yang bisa dikendalikan oleh gamers-Nya, bahkan bisa di buat auto dalam sebuah game. Namun selama permainan berlangsung ada pergantian pemain (kehidupan manusia ada yang menggantikan untuk hidup di dunia) dan bol ayang berda dilapangan tidak akan pernah keluar dari televisi tersebut. Batasan kehidupan manusia adalah ibarat tv bagi Tuhan Itu sendiri. Dus, Tuhan telah mengendalikan manusia baik secara pilihan dan goal-nya, namun yang perlu didasari adalah, Tuhan, membuat seperti tersebut dalam koridor Tuhan, Tuhan telah menentukan segala kemungkinan yang akan dipilih oleh manusia. Manusia hidup, tinggallah memilih dengan segala “onderdil” yang telah disematkan oleh Tuhan, dengan “buku panduan” yang telah Tuhan berikan kepada manusia dan dengan contoh yang diberikan oleh Kekasih Tuhan.

Oleh sebab itu, kehidupan diduni yang sementara ini bahkan dianggap sebagai “mampir ngombe” segala sesuatunya harus dilandasi dengan sesuatu yang sepantasnya dan secukupnya. Tuhan membebaskan manusia untuk berkehendak dengan baik atau buruk, manusia bisa memilih diantara keduanya karena pada akhirnya kehidupan didunia ini akan dipisahkan dengan kematian. Manusia boleh mencintai manusia lainnya atau hartanya, boleh menikah laksana raja-raja dahulu dengan memiliki banyak selir,boleh mengumpulkan banyak kekayaan dengan cara yang baik maupun buruk. Namun kesemuanya akan dipisahkan oleh kematian, segala yang dimiliki didunia tidak akan menbemai di liang kubur. Pada akhirnya segala sesuatu yang diperbuat manusia didunia akan dimintai  pertanggungjawabnnya. Semoga Allah melindungi kita dari adab yang tidak sesuai ridho Allah.

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: