Puasa Yang Meningkat

Puasa yang dilakukan di bulan Ramadhan di hukumi sebagai kewajiban bagi orang-orang yang beriman. Telah disebutkan dan telah banyak diperdengarkan bahwa puasa bertujuan menjadikan manusia sebagai manusia yang sempurna dan bertaqwa. Puasa memang acara tahunan di setiap tahun Hijriyah. Bahkan, bulan Ramadhan selalu ditunggu-tunggu bagi kalangan muslimin setiap waktu.

Dalam berbagai hal, puasa dianggap hanya meninggalkan makan, minum serta persetubuhan saja. Bila puasa hanya dianggap seperti hal di atas, maka sesuai dengan sabda nabi, “Baetapa banyak orang yang puasa, tetapi ia hanya merasakan lapar dan haus dari puasanya”.

Ambil contoh, umur penulis sudah memsuki usia 30 tahun. Penulis memulai puasa sejak usia 5 tahun sehingga penulis sudah beribadah puasa selm 25 kali (tahun). Bila selama 25 kali berpuasa dan tidak ada perubahan hingga saat ini sehingga bisa dikalkulasikan bahwa puasa penulis tidaklah memberikan peningkatan bahwa bisa disebut sebagai kerugian.

Jaga mata jaga mulut jaga telingaAgar puasa manusia selalu bertambah manfaatnya, maka perlu adanya evaluasi diri dalam setiap langkah di hari-hari berpuasa. Berpuasa secara sempurna menurut Kitab Maroqil Ubudiyah terdapat, empat.

Pertama, puasa menjaga mata dari pandangan kepada yang diharamkan dan kepada setiap sesuatu yang melalaikan hati dari zikrullah. Menjaga mata merupakan seuatu yang menantang di era modern seperti ini. Di era modern orang-orang menunggu waktu berbuka dengan tidak di masjid, malahan mencari hiburan di mall, mencari panganan di sepanjang jalan dan bahkan keliling masjid hanya untuk mencari takjil. Hal itu memang tidak salah, namun merupakan suatu tantangan bagi setiap manusia. Manusia yang melakukan aktifitas sore bisa menjaga kesopanan dan kesucian di dalam bulan Ramadhan, sedangkan yang lainnya bisa menjaga mata dari pandangan yang tidak bermanfaat. Bila semua manusia saling tahu dan mawas diri masing-masih friksi-friksi antara manusia bisa dihindari.

Memandang suatu barang yang kurang pantas tentu bisa menyebabkan kelalaian dalam mengingat Allah. Terkadang manusia lupa untuk merutinkan dzikir kepada Allah apalagi dengan manusia yang tidak mengisi waktunya dengan dzikir. Pandangan mata yang menyebbakan kelalaian hati bisa diminimalisir dengan merutinkan dzikir, seandainya ada suatu kelewatan bisa meminta perlindungan dan pertolongan kepada Allah.

Kedua, menjaga lisan dari perkataan yang tidak berguna. Perkataan yang tidak berguna sangatlah banyak contohnya seperti mengunjing tetangga, bergosip, berkata tidak benar mengenai orang lain, mengeluh kepada kondisi yang sedang didera, dan lain sebagainya. Perkataan yang baik dlam bulan puasa hanyalah ada tiga hal yaitu zikir kepada Allah, Shalawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad, dan menyampaikan ilmu. Perkataan yang berguna bagi seseorang adalah yang terkait dengan keselamatan di akhirat dan kebutuhan hidupnya dalam penghidupan yang mengeyangkannnya dari lapar dan haus dan menutup auratnya serta memelihara kemaluannya.

Ketiga, mencegah telinga dari mendengarkan yang diharamkan oleh Allah. Telinga di jaga dari mendengarkan perkra-perkara yang berbau maksiat seperti mendengarkan gosip maupun sesuatu yang tidak bermanfaat. Seyogyanya telinga digunakan untuk mendengarkan zikir, shalawat dan sesuatu informasi yang berguna bagi kehidupan akhirat dan dunia. Nabi bersabda bahwa “Penggunjing dan pendengar sama-sama berdosa”.

Dalam puasa tentu saja manusia harus mencegah seleuruh anggota tubuh dari perbuatan tercela. Nabi bersabda, “Lima perkara yang membatalkan puasa, yaitu berkata dusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan pandangan dengan syahwat.” Perkar-perkara yang disampaikan oleh Knjeng Nabi perlu dihindari agar puasa yang dijalankan tidak menjadi sia-sia. Menurut Imam Syafi’i, bila manusia melakukan hal tersebut maka akan membatalkan pahala puasa, bukan puasa itu sendiri. Dengan seperti itu Kanjeng Nabi mengajarkan puasa tidak hanya mengendalikan lapar dan haus melainkan menahan segala bentuk perbuatan yang merugikan agar puasa yang dijalani tidak menjadi rugi dan sia-sia, yang pada akhirnya hanya mendapatkan haus dan lapar.

Keempat, jangan memperbanyak makan sehingga engkau menambah makanan selain waktu puasa. Maka tiada bedanya bagimu antara berbuka dan berpuasa bila engkau penuhi makan yang biasa engkau makan di waktu siang dan malam dalam sekali makan.

Sesungguhnya hal tesrbut merupakan tantangan ketika sudah memsuki bulan Ramadhan. Toko-toko takjil/makan berderet disepanjang jalan. Nafsu untuk membatalkan puasa tak terkira terbendung, segala makan ingin segera dilahap guna membatalkan puasa. Namu, pada akhirnya puasa malah memberikan beban keuangan bagi setiap keluarga dikal Ramadhan tiba. Ramdhan menyebabkan harga-harga barang kebutuhan menjadi naik. Puasa adalah menahan yang diartikan secara luas menahan dari segala sesuatu yang tidak memberikan kemanfaatan.

Ulama berkata, “Barangsiapa yang sempurna laparnya di bulan Ramadhan, ia pun terlindung dari setan hingga Ramadhan berikutnya, karena puasa adalah perisai pada tubuh orang yang berpuasa selama tidak dirusak oleh seuatu apapun. Pabila ia rusak, masuklah setan dari tempat kerusakan itu.

Nabi bersabda, “Sesungguhnya puasa itu perisai. Maka apabila seseorang dari kamu berpuasa, janganlah ia berkata keji dan jangan melakukan perbuatan terlarang dan jangan menggangu orang lain.”

Orang yang berpuasa, namun dengan perut berisi penuh makanan walaupun dengan makanan yang halal bisa menyebakan kerusakan. Kerusakan akibat dari perut yang penuh adalah kerusakan agama dan dunia. Ketika berbuka terlalu banyak tubuh akan kesulitan dalam menjalani ibadah dan kebanyakan makan akan mendatangkan banyak sebab penyakit.

Apabila sudah mengetahui makna puasa, maka perbanyaklah puasa menurut kemampuanmu, karena puasa adalah dasar ibadah dan kunci kedekatan dengan Allah. Nabi pun bersabda, “Allah Berfirman, Setiap kebaikan mendapat pahala sepuluh kali lipat hingga 700 kali, kecuali puasa. Karena puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang membalasnya.” Artinya Allah telah menentukan besarnya pahala berbagai macam amal manusia dan jumlahnya berlipat dari sepuluh hingga 700 kali, kecuali puasa, karena hanya Allah sendiri yang mengetahui jumlah pahalanya dan melipat gandakan kebaikannya.

Semoga puasa di tahun ini, merupakan puasa yang mengakselerasi dan meningkatkan ketaqwaan setiap insan yang berpuasa. Amin! #ngajipaspasa

puasa-ramadhan

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: