KETIADAAN MASA DEPAN

“Berapa banyak orang sehat yang sedang menjalani kehidupan seharinya, tetapi tidak menjalani sorenya”

(Auf bin Abdullah)

Terkadang dalam kehidupan sehari-hari, manusia di hadapkan dengan sebuah rencana besar tentang kehidupannya.Rencana-rencana manusia yang dipersiapkan guna menjadi lebih sukses, menjadi lebih bermanfaat, menjadi lebih berguna.  Rencana-rencana yang dipersiapkan untuk menyambut masa depan di dunia. Bahkan fanatisme terhadap rencan atersebut hanyalah berkutat pada kesuksesan keduniawian. Kesuksesan akan karier, percintaan, harta, dan kekuasaan.

Kesuksesan berasal dari kata dasar sukses. Di dalam kamus besar bahasa indonesia kata sukses diartikan sebagai ……. Kata sukses merupakan kata yang abstrak, kata yang tidak dapat diukur kriterianya dan sangatlah subyektif berdasarkan kriteria si penyemat kata sukses tersebut. Dalam berbagai kesempatan, beberapa manusia menyempatkan kalimat, “semoga, sukses”. Sebuah doa dan harapan mengenai masa depan, namun terbentur akan ketidakjelasan terhadap masa depan.

Masa depan bisa didekati dengan hukum sebab-akibat. Walaupun hukum tersebut tidak terlalu absolute. Contohnya, seseorang bisa lulus ujian lantaran telah belajarhukum sebab-akibat yang menjadi umum dikalangan masyarakat, bila seseorang tidak melakukan sesuatu tentu tidak akan berhasil mendapatkan sesuatu. Dalam berbagai slogan telah dijelaskan “hebat pangkal kaya”. Dalam dua slogan yang sangat terkenal tersebut, hemat pangkal kaya berarti sebab berhebat akan mengakibatkan kaya. Padahal, dalam berbagai literatur investasi untuk menjadi kaya manusia tidak boleh berhemat, manusia harus berani mengambil tindakan untuk melakukan pengelolaan aset guna menjadi kaya. Kata hemat pun memiliki nilai instrinsik bahwa berhemat itu adalah menabung atau hanya menyimpan uang.

Kelemahan manusia adalah keberanian menentukan akibat daripada sebab. Manusia haruslah mengetahui sebab-sebab atau dengan kata lain faktor-faktor akan sesuatu kejadian yang akan terjadi, namun manusia tidaklah bisa untuk menentukan akibat dari sebab yang dilakukannya.  Terdapat kelemahan bila manusia telah menentukan akibat/hasil dari suatu pekerjaan yang dilakukannya.

Manusia yang berorientasi pada akibat akan menjadikan ultra-optimisme. Sebut saja, akibat/target kesemuanya adalah  hasil dalam suatu mengerjakan suatu pekerjaan. Manusia seperti ini, akan melakukn segalal upaya untuk mencapai target. Bila segala upaya dilakukan manusia akan banyak berbuat dosa, maksiat, serakah, hatinya menjadi keras dan membatu dan melalikan Tuhan. Akibatnya tanggungan akhirat menjadi banyak. Contoh kasusnya keserakahan manusia terdapat dalam cerita Indian kuno

            Sedari dulu manusia tidak memiliki apa-apa. Kemudian, ia menemui ibu bumi. Manusia  merengek-rengek meminta ibu bumi untuk  memenuhi segala keinginannya. Pertama, manusia meminta kepada ibu bumi untuk diberikan mata yang sangat tajam, ibu bumi  memerintahkan elang untuk memberikan matanya kepada manusia. Kemudian, manusia meminta kekuatan kepada ibu bumi, maka ibu bumi meminta jaguar untuk memberikan  kekuatannya kepada manusia. Manusia selalu meminta dan meminta terus dan terus tanpa henti. Akhirnya, seluruh kekuatan ibu bumi tidak tersisa lagi. Para hewan meninggalkn manusia beserta keinginnnya yang tak terbtas.

Manusia hanyalah mendapatkan segala yang diinginkannya, namun manusia kehilangan seluruh potensinya. Keinginan manusia tak terbatas, kesusksesan manusia tidak pernah bisa terukur. Akibat yang diinginkan manusia akan membawa manusia dalam keterpurukan dan kesendirian.

Manusia yang hidup dalam keterpurukan, bisa jadi terpuruk dalam kehidupan kelanggengan. #ngajipaspasa

 

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: