RAIHAN EKSISTENSI SMA BUDI MULIA DUA

“As is the state, so is the school”

(sebagaimana negara, seperti itulah sekolah)

Ada pertanyaan yang mengganggu dengan kondisi Indonesia saat ini. Angin segar reformasi yang ditiupkan oleh Amien Rais, saat ini lebih banyak membawa kebusukan dan kebobrokan. Semangat reformasi yang diagungkan sedari awal telah keluar dari jalurnya. Kepemimpinan nasional yang dipertontonkan kepada masyarakat, hanyalah kepemimpinan yang bersifat kekanak-kanakan. Kepemimpinan nasional penuh dengan permainan untuk mencapai popularitas dan penipuan. Hasil dari kepemimpinan nasional adalah korupsi yang merajalela, ketidakadaan dialog antar pemimpin, ketidakadaan sikap saling menghargai dan sikap-sikap yang menunjukkan perpecahan. Sikap kepemimpinan tersebut terkesan adalah hasil dari produk pendidikan yang dialami oleh para pemimpin sebelumnya. Bayangkan bila cara kepemimpinan saat ini akan dicontoh oleh generasi penerus bangsa, lambat laun degradasi moral dan kemunduran bangsa akan menjadi pintu gerbang yang tak terelakkan.

Kekacauan yang terjadi dalam pola kepemimpinan nasional cepat maupun lambat berdampak pada pola pikir generasi muda saat ini. Generasi tua yang hidup saat ini dianggap sebagai pemberi contoh kepada generasi muda saat ini. Generasi tua mempersiapkan generasi muda untuk mengelola negara dan bangsa. Peran pendidikan ada diantara penanaman living value antar generasi.

Antar generasi haruslah saling bekerja sama dalam mengelola negeri Indonesia yang besar ini. Antara generasi haruslah membentuk sebuah komunitas pendidikan dalam kelembagaan yang disebut sebagai sekolah. Peter Senge dalam The School That Learns mementingkan adanya pengelolaan pendidikan dengan melakukan tindakan seperti otonomi ynag lebih luas, berani mengambil kesimpulan, memimpin dan juga dipimpin, mempertanyakan masalah yang sulit dengan sikap yang baik, dan menerima kekalahan sehingga mampu membangun untuk keberhasilan di masa mendatang.

Sekolah yang mampu membentuk sebuah komunitas pendidikan bisa menjadi agen perubahan sosial di dalam masyarakat. Komunitas pendidikan yang didalamnya terdapat guru, siswa, manajemen sekolah, pimpinan sekolah, perguruan dan wali siswa bergotong royong untuk mewujudkan generasi penerus yang siap sedia meneruskan perjuangan bangsa. Komunitas pendidikan yang baik dan terwujud dalam kelembagaan sekolah bisa berdampak pada eksistensi sekolah yang diakui oleh masyarakat yang tergambar dengan dukungan yang tinggi terhadap lingkungan sekolah anak-anak mereka.

Eksistensi sekolah sangatlah penting guna menunjang kelangsungan hidup sekolah di masa mendatang. Sekolah yang mendapatkan dukungan dari masyarakat tentu saja bisa menarik dan meraih kepercayaan dari masyarakat. Hubungan antara sekolah dan masyarakat tak terlepas dari visi pendidikan yang dibangun sekolah.

Visi Pendidikan yang diagungkan oleh SMA Budi Mulia Dua, tercermin dalam empat pilar yang diusung yaitu honesty, cleanliness, respect, responsibility. Keempat pilar didirikan diatas usaha guru, siswa, manajemen sekolah, pimpinan sekolah, pihak perguruan dan wali siswa secara bersama-sama. Usaha tersebut tercipta dengan suatu landasan yang egaliter dan demokrasi.

Suasana yang egaliter dan demokrasi sebagai nilai plus dalam kehidupan komunitas pendidikan di SMA Budi Mulia Dua. Di dalam komunitas pendidikan SMA Budi Mulia Dua murid diberikan kebebasan sesuai dengan aturan yang berlaku. Di dalam kelas para murid mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan slogan Perguruan Budi Mulia Dua yakni “Bersekolah dengan Senang dan Senang di Sekolah. Para murid bisa mengepresikan berpendapat di kelas, tanpa harus takut dimarahi guru maupun takut akan salah. Kelas merupakan wadah belajar di sekolah yang harus dimanfaatkan seluas-luasnya. Dalam kegiatan non-pembelajaran di kelas SMA Budi Mulia Dua memiliki banyak pilihan yang bisa dipilih dan dikembangan oleh para siswa. Siswa bisa mengembangkan diri melalui kelas minat bakat, kelas kepanduan dan kelas Al-Qur’an Corner. Bahkan dalam suatu mata pelajaran AAD terdapat banyak pilihan seperti kuliner, public speaking, dan lain sebagainya. Di dalam kurikulum yang dikembangkan oleh SMA Budi Mulia Dua juga terdapt kurikulum pengembangan diri seperti mengikuti kegiatan homestay, student council, fieldtrip, magang kerja, magang sosial, dan penelitian. Kegiatan yang bersifat sosial pun juga mendapatkan prioritas di Sma Budi Mulia Dua seperti program hati budi mulia dua, sembako murah, dan flea market. Kampanye-kampanye kebaikan juga sering digalakkan seperti kampanye sekolah damai, akmapnye anti vandalisme, dan sebagainya. Keseluruhan kegiatan ditujukan agar siswa mampu menjadi manusia seutuhnya.

Guru pun ketika bekerja di SMA Budi Mulia Dua juga di landasi dengan kesenangan. Kesenangan dengan lingkunagn pekerjaan akan berdampak pada berkembangnya alam demokrasi di sekolah. Guru di SMA Budi Mulia Dua diberikan keleluasaan untuk berekpresi di dalam kelas maupun di luar kelas, pengembangan diri, mengutarakan pendapat, serta memberikan kritikan dan masukan. Menjadi guru di SMA Budi Mulia Dua merupakan sebuah tantangan multitalent. Guru tidak hanya sebagai pengajar materi dikelas, guru laksana teman bagi murid untuk mencurahkan keluh kesah, guru sebagai mentor dalam penelitian dan pengembangan diri siswa, guru sebagai penghubung antara siswa dan orang tua siswa dan guru sebagai garda depan perguruan dalam pengembangan instansi Budi Mulia Dua. Guru bagaikan sebuah jembatan yang menghubungkan antara stakeholder yang memiliki kepentingan di sekolah.

Manajemen sekolah yang terdiri dari security, cleaning service, pesuruh, keuangan dan administrasi juga sangatlah membantu dalam keberlangsungan terselengaranya komunitas pendidikan SMA Budi Mulia Dua. Kesemuanya bekerja dan bersinergi dalam upaya memaksimalkan proses belajar-mengajar dan berkembangnya visi misi SMA Budi Mulia Dua.

Pimpinan SMA Budi Mulia Dua juga sangatlah penting dalam memberikan kepastian tujuan yang hendak dicapai oleh sekolah. Para pimpinan mengakomodasi seluruh warga sekolah untuk mencapai visi dan misi SMA Budi Mulia Dua yang telah ditetapkan. Sinergitas antar warga sekolah diharapkan mampu untuk mewujudkan SMA Budi Mulia Dua yang berhasil di masa depan.

Perguruan pun merupakan wadah besar bagi SMA Budi Mulia Dua. Perguruan bagaikan ibu yang menjadi tempat untuk mengutarakan pendapat demi kemajuan instansi. Bila dilihat secara kasat mata, perguruan telah memberikan sarana dan prasarana penunjang pendidikan. Perguruan tidak hanya membangun secara fisik, pembangunan mental dan spiritual juga dilakukan guna membentuk garda-garda Budi Mulia Dua yang handal. Pembangunan mental dan spiritual diupayakan dengan membuat kegiatan kelas menulis, workshop, dan gathering. Pembangunan manusia yang berada di gedung Budi Mulia Dua menjadi penting dikarenakn manusia didalamnya akan menjadi manusia yang akan menghidupi perguruan dan mengibarkan panji-panji kebesaran perguruan.

Wali siswa pun juga tak kalah penting dalam proses sinergitas tersebut. Wali siswa telah memberikn kepercayaan yang luar biasa dengan menyerahkan pendidikan anaknya kepada SMA Budi Mulia Dua. Wali siswa juga berperan aktif melalui Student Advisor untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan anak-anaknya. Wali siswa bisa mengutarakan pendapat dan keluhan kepada pihak sekolah. Kritkan dan masukan bukanlah hal yang dilarang melainkan cambuk untuk SMA Budi Mulia Dua menjadi semakin berbenah.

Dengan kondisi demokrasi di SMA Budi Mulia Dua yang sudah terbangun dan akan berkembang. Masyarakat atau pengguna jasa pendidikan bisa melakukan penilaian terhadap stimulus perubahan yang terjadi pada perilaku anak-anak yang bersekolah di SMA Budi Mulia Dua.

Sekolah yang didukung dengan komitmen masyarakat yang mampu melakukan perubahan bahkan hingga ke tingkat negara. Melalui para guru dengan keberanian untuk melakukan tata perubahan pola pikir para siswa melalui komunitas pendidikan yang didukung oleh seluruh pemangku kepentingan sesungguhnya terletak harapan untuk menempatkan sekolah sebagai agen perubahan.

Persemaian nilai-nilai demokratis yang terbuka, toleran dan egaliter guna mewujudkan visi dan misi SMA Budi Mulia Dua yang berlandaskan empat pilar. SMA Budi Mulia Dua berusaha agar seluruh warga sekolah beraktifitas dengan senang dan senang di sekolah. Sekolah yang menyenangkan terbebas dari tindakan-tindakan diskriminatif, menyangkut ras, etnik, agama, gender, perbedaan kemapuang siswa, labelling, dan bahasa. Tak heran bila pengguna jasa pendidikan telah membuat labelling-labelling tertentu terhadap suatu posisi sekolah. SMA Budi Mulia Dua sebagai komunitas pendidikan berupa sekolah dengan kurikulum yang tersedia berupaya agar lulusannya memberikan perubahan yang berdampak besar dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Dengan seperti itu, SMA Budi Mulia Dua diakui keberadaanya.

 

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: