“Dasar, Asas, Fungsi dan Tujuan Pendidikan” Oleh T. Sulistyono.

Pendidikan merupakan gejala yang universal dan berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan sebagai usaha sadar bagi pengembangan manusia dan masyarakat, mendasarkan pada landasan pemikiran tertentu. Dengan kata lain, upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan, didasari pada pandangan hidup atau filsafat hidup. Pendidikan berpijak pada pandangan hidup serta berlangsung dalam latar belakang sosial budaya masyarakat tersebut.

Pendidikan yang diselenggarakan  dan dilaksanakan oleh manusia berdasarkan landasan pemikiran tertentu. Landasan pemikiran manusia tentang hakekat manusia itu sendiri di sebut sebagai landasan pendidikan.

Landasan pendidikan yang sering dijadikan acuan adalah landasan filosofis, sosiologis, kultural, historis, psikologis, ilmiah dan teknologi, politik, ekonomi, yuridis.

Landasan filosofis merupakan hakekat dalam pendidikan. Landasan filosofis menekankan pada tujuan pendidikan itu sendiri. Hasil-hasil kajian terhadap filosofis menjadi penting dikarenakan prinsip-prinsip dan kebenaran dalam kajian filosofis digunakan dan diterapkan dalam pendidikan.

Dalam perkembangannya landasan filosofis terus berkembang berdasarkan aliran-aliran filsafat tertentu, yang pada gilirannya selanjutnya mempengaruhi pendangan, konsep, dan praktik pendidikan. Aliran-aliran yang berpengaruh sepeprti esensialisme, perenialisme, progresivisme, rekontruksionisme, behaviorisme, dan humanisme.

Selanjutnya, landasan sosiologis diterapkan karena mengenai dimensi-dimensi kemanusiaan telah disebutkan bahwa salah satunya adalah manusia itu adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, maka manusia selalu hidup berkelompok. Manusia hidup berkelompok dalam wilayah tertentu yang relatif dalam waktu yang lama. Akibatnya, manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Karakteristik manusia yang hidup secara berkelompok, menjadikan manusia memiliki kebudayaan tertentu. Kebudayaan merupakan keseluruhan hasil cupta rasa dan karsa manusia. Kebudayaan yang didukung oleh manusia-lah yang disebut sebagai landasan kultural. Landasan kultural dengan pendidikan memiliki hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik diwujudkan dengan kebudayan dapat diwariskan dan dikembangkan melalui pendidikan.

Kehidupan manusia yang berkelompok dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang relatif lama dan mendukung suatu kebudayaan tertentu. Akibatnya, masing-masing kelompok memiliki karakteristik yang berbeda. Hal itu disebabkan manusia memiliki pengalaman dalam kehidupan masa lampau. Kehidupan masa lampau inilah yang ada dalam perspektif sejarah yang berguna bagi kehidupan esok. Jadi pendidikan memiliki perpektif kesejarahan.

Kegiatan yang dilakukan manusia berupa pendidikan juga tak terlepas dari beberapa faktor lainnya. Salah satunya adalah faktor psikologis. Faktor psikologis menjadi landasan dalam pendidikan dikarenakan kegiatan pendidikan melibatkan kejiwaan manusia. Landasan psikologis menjadi penting dikarenakan pendidikan umunya berkaitan erat dengan pemahaman dan penghayatan akan perkembangan manusia, khususnya prose belajar mengajar.

Selain faktor-faktor diatas terdapat faktor maupun landasan yang mempengaruhi pendidikan. Faktor/landasanlain yang memiliki pengaruh terhadap pendidikan sepeprti IPTEK, politik, ekonomi, dan yuridis.

Landasan-landasan diatas, tentu harus memiliki pedoman. Asas atau prinsip pendidikan adalah ketentuan-ketentuan yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam melaksanakan pendidikan agar tujuannya tercapai dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Asas yang dianut dalam pendidikan berpedoman pada azas yang dibuat oleh Komisi Pembaharuan Pendidikan, salah satu asa yang pertama adalah ide dari Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.

Landasan dan Asas yang diberlakukan dalam dunia pendidikan memiliki fungsi yang merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban. Fungsi pendidikan itu sendiri adalah menyiapkan sebagai manusia, menyiapkan tenaga kerja dan menyiapakna warga negara yang baik.

Sebagai tujuan maupun output yang diharapkan pendidikan itu sendiri. Tujuan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Tujuan pendidikan yang dikembangkan di Indonesia berupa Tujuan Umum, tujuan institusional, tujuan kurikuler dan tujuan instruksional.

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

3 responses to ““Dasar, Asas, Fungsi dan Tujuan Pendidikan” Oleh T. Sulistyono.”

  1. Fendi haris says :

    Pendidikan adalah segalanya,, karena dengan pendidikan maka kita akan menjadi manusia seutuhnya,,🙂

  2. Dropship Kosmetik Herbal says :

    Kalo di Indonesia sendiri, arah pendidikannya mau ke mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: