Resume Artikel: Wahid Hasyim, “Kebangkitan Dunia Islam”, dalam Mimbar Agama, Tahun II, No 3-4 Maret-April 1951.

Semua Sudah Digariskan Islam sebagai sebuah cahay yang datang bagi zaman kegelapan jahiliyah. Zaman Jahiliyah yang berarti masyarakat kebodohan dan keburukan. Zaman jahiliayh yang diukur menurut kecakapan menindas, berlaku curang dan harkat maupun pangkat. Tentu saja, pola dan cara berpikir zaman itu yang utama adalah hawa nafsu. Alhamdulillah, kehancuran masyarakat jahiliayh bisa ditolong oleh cahaya Islam. Cahaya Islam datang dibawa oleh utusan Allah yakni Muhammad. Sejak Muhammad hingga kekaisan Cordoba, Islam mencukur dunia dan menyebarkan peradabannya. Peradaban yang didasarkan keadilan, kemanusiaan dan persaudaraan. Akibat kesalahan dari pemuka Islam maka keluhuran dan kemuliannya itu berangsur hilang. Setelah duduk di kursi kemuliaan dan kejayaan mak akhlak luhur dan budi pekerti baik mereka, mulai luntur dan terjun ke bawah sifat-sifat yang menjadi kekuatan mereka berubah menjadi sikap nafsi-nafsi , akhirnya kegemilangan mereka lenyap. Kapan islam akan bangkit? Kejatuhan Islam akibat dari pribadi mereka sendiri-sendiri; pribadi-pribadi yang memmentingkan rasionalisme dan terjebak pada hawa nafsu. Kebangkitan itu akan muncul ketika pikiran telah tertumbuk rasionalisme tidak dapat dipaki lagi dan masih ada jalan yang tidak pernah tertutup yakni berharapo pertolongan Allah. Dalam Islam sendiri, tahu bahwa akan dan otak yang sehat sangat dihargai. Muhammad bersabda, “Tidak terdapat agama, bagi yang tidak berakal?”. Islam tahu bahwa ajaran-ajarannya adalah tahan uji sehingga bibit Islam kuat yakni pada Ali Imran 159, “Jika Engkau telah mengambil kepastian maka tawakallah pada Allah”. Hal ituhal itu sangat tergantung terhadap waktu kapan Islam akan kembali berjaya. Dunia yang tidak tetap, dunia silih berganti, sudah di jelaskan dalam Al Qur’an Ali Imran 140, “Bahwasanya masa kemuliaan itu kami buat berganti-ganti di antara semua manusia. Dengan keadaan seperti itu kita perlu bersyukur. Seperti halnya peperangan, peperangan tidak sebagai sudut yang gelap. Namun, peperangan sebagi hal yang harus disambut dengan penuh sukacita. Dalam Al-Baqoroh 251, “Kalau Allah tidak mentakdirkan manusia semua tolak-menolak (peperangan) anatar golongan satu dengan lainnya tentu bumi akan rusak. Jadi, sisi baik perang adalah tidak adanya golongan yang terus-menerus berkuasa atau menindas. Dengan perang, bangsa barat yang selama ini menindas akan lemah jiwanya. Lemah jiwanya bangsa barat akan membuat besar hati bangsa Timur, khusunya umat Islam. Negeri-negeri yang lemah akan menjadi besar, seperti dalam surat Al-Qasash ayat 5,”Dan kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)”, Sebagai penutup Suarat An-Nahl, “dan ucapkanlah, hai Muhammad bahwasanya segal pujian bagi Allah, ia akan menunjukkan tanda-tanda (kebesaran-Nya) dan kamu sekalian tentu akan mengetahui tanda-tanda itu. Tuhan-Mu tidaak akan lupa perbuatan-perbuatan yang dilakukan mereka itu?”. Semuanya tergantung akan waktu bila Islam akan bangkit. Belum dijabarkan tentang kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh umat Islam sehingga mengalami kemunduran. Bila ingin mewujudkan kembali kejayaan islam, konsep “perang” perlu diperbaharui. Hal ini, terkait dengan kemajuan zaman. Saat ini yang bisa dilakukan adalah “perang” dalam pengertian seluas-luasnya (perang bukan dalam wujud fisik) dan yakin terhadap firman Tuhan (tawakkal) serta menunggu dengan penuh keyakinan bahwa kejayaan pasti akan datang.

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

One response to “Resume Artikel: Wahid Hasyim, “Kebangkitan Dunia Islam”, dalam Mimbar Agama, Tahun II, No 3-4 Maret-April 1951.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: