BooKs Report BuKu Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa Dan Timbulnya Negara-negara Islam Di Nusantara

Buku yang dijadikan laporan:

Judul Buku : Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa Dan Timbulnya Negara-negara Ialam Di Nusantara

Pengarang : Slamet Muljana

Tahun Terbit : 2005

Tempat Terbit : Yogyakarta

Penerbit : LKiS

MASA DATANGNYA ISLAM KE NUSANTARA

Kehancuran Majapahit masih menjadi misterius bagi para sejarawan. Latar belakang dan motif di balik kehancuran Majapahit sebagai sebuah peradaban Hindu-Jawa bukan saja sebagai ikon dari puncak kemajuan peradaban Hindu-Jawa, namun sebagai proses pergulatan politik saat Islamisasi awal masuk ke Indonesia. Pada masa itu sumber-sumber sejarah sangatlah sulit didapatkan, sehingga ada yang menyebut masa itu sebagai “masa kegelapan”.

Walaupun masa itu sebagai masa ”gelap”, tetapi sumber-sumber sejarah yang berupa karya sastra memuat peristiwa tersebut. Karya-karya sastra ini sering disebut sebagai “dokumen sejarah tidak resmi”, karena didalmanya banyak memuat mitos, peristiwa factual dan fiktif. “Dokumen-dokumen sejarah tak resmi” dapat dilihat dalam sumber penulisan buku ini, seperti Babad Tanah Jawi, Serat kanda, dan sejumlah arsip dari Klenteng Sam Po Kong di Semarang dan Klenteng Talang. Dengan penggunaan sumber ini tak pelak lagi menghasilkan pembacaan dari perspektif “lain”, yang berbeda dengan mengandalkan literatur-literatur resmi. Keuntungan yang didapatkan dengan pengunaan literatur ini ialah disuguhinya versi sejarah “tak resmi”, tapi juga kisah, cerita, dongengan, dan fak Yang pertama harus dimengerti oleh pembaca adalah penggunaan kata brawijaya. Kata Brawijaya itu merupakan kepanjangan dari Wijaya. Sebutan bhra/bhre sama dengan sebutan sri , artinya ”sinar”. Nama Brawijaya sangatlah popular dikalangan masyarakat. Sehingga terjadi kerancuan, dimana belum dapat mengindentifikasikan siapa saja raja Majapahit yang menggunakan gelar brawijaya. Sehingga perlu adanya catatan ringkas sejarah tentang raja Majapahit dari mulai berdirinya kerajaan ini hingga menjelang runtuhnya kerajaan ini.

Dalam penulisan sebuah karya msejarah perlu adanya sumber-sumber sejarah sebagai bahan acuan. Sumber sejarah itu bisa berupa hardfact, maupun softfact. Tetapi sumber sejarah yang bagus adalah sumber yang memiliki kekuatan atau hardfact. Disini sangatlah jarang sekali penulis sejarah menggunakan sebuah babad. Babad yang digunakan berupa Babad Tanah Jawi, Serat Kanda, berita dari klenteng Sam Po Kong di Semarang, ringkasan preambule Prasaran, berita Tionghoa dari Klenteng Talang, dan sumber berita dari Portugis.

Memang dari sumber-sumber itu banyak sekali perbedaan antara nama tokoh, dan peristiwa. Tetapi di lain sisi adanya kesinambungan antara sumber-sumber yang digunakan. Seperti contoh dalam Babad tanah Jawi dan Serat kanda disebutkan bahwa raden patah bersala dari putri Cina. Masuknya Islam menurut kedua sumber itu ialah Islam dating ketika diberikan Brawijaya memberikan tanah kepada Sultan Ampel untuk mendirikn apesantren, dan pemberian tanah kepada Raden Patah di Demak, yang kemudian Demak inilah sebagai kerajaan Islam.

Anakronisme sejarah juga terlihat ketika membandingkan antara Babad Tanah jawi dengan serat kanda. Babad Tanah Jawi menyebutkan bahwa raja terakhir adalah Brawijaya, sedangkan Serat kanda menyebutkan raja saat itu adalah Angakawijaya. Kemudian dalam serat kanda juga disebut adanya nama Brawijaya. Nah, disinilah kebingungan terjadi, bagaiman kedudukan brawijaya dalam pemerintahan Majaphit, apa hubungan antar brawijaya dengan angakawijaya, Padahal terjadi peristiwa sama yang disebutkan oleh kedua sumber itu, yaitu pemberian tanah Demak oleh Brawijaya ke Raden Patah.

Berbeda dengan Ringkasan Preambule Prasaran, yang menyatakan Islam dating dari daratan Tiongkok. Armada Tiongkok dari dinasti Ming di bawah laksamana Sam Po Bo menguasai perairan dan pantai Nan Yang (Asia tenggara). Armada Tiongkok dari dinasti Ming merebut Kukang (Palembang), karena di kawasan itu banyak sekali perampok, kemudian para perampok itu dihancurkan. Lalu di Kukang didirikan sebuah komunitas masyarakat Tionghoa muslim beraliran Hanafi yang pertama di kepulauan Indonesia pada 1407.

Sedangkan untuk berita Tionghoa dari Klenteng Talang, menyebutkan Islam juga berasal dari Cina. Islam disebarkan oleh Laksamana Haji Kung Wu Ping, keturunan dari Kung Hu Cu (=konfusius), yang mendirikan menara mercusuar di gunung Jati. Di dekat situ didirikan masyarakat Cina beraliran Hanafi di Sembung, Sarindil dan Talang. Peristiwa kedatangan Laksamana Haji Kung Wu Ping terjadi pada1415.

Selain sumber sejarah datang dari cina dan sumber sejarah yang ditulias oleh orang Indonesia sendiri, namun juga ada Sumber yang dating dari bangsa barat, yaitu sumber berita dari Portogis. Saat Malaka jatuh ke Portugis pada 1511. Pada saat itu runtuhnya kerajaan Majapahit masih segar bugar, karena peristiwa itu belum lama terjadi. Pembentukan negar Islam Demak sedang dalam pelaksanaannya. Catatan dari portogis ini ditulis oleh Tome Pires seorang ahli obet-obatan dari kebangsaan portugis yang lahir pada tahun 1468. pada tahun 1511, ia berlayar ke Jawa dan bertugas sebagai pengawas dan wakil dagang Portugis di Jawa. Ia mengumpulkan segala pengetahuan yang terdapat selama perjalanannnya, yang kemudian ia tulis di buku berjudul “Suma Oriental”.

Adanya berbagai macam sumber ini perlu diadakannya identifikasi tokoh dan jalannya sejarah. Sumber sejarah yang digunakan dalam buku ini lebih menekannkan pada sumber dari Cina atau sumber dari klenteng Sam Po Kong dan Talang, maka perlu ditelusuri emigrasi orang-orang Tionghoa. Sumber berita drai Cina menyatakan bahwa Fa-Hien adalah pendetaTionghoa yang pertama kali mengunjungi pulau jawa dalam perjalannya menuju India. Perjalannan Fa-Hien berlangsung sekitar 399 sampai 414. Kemudian ada lagi orang-orang tionghoa lagi yanmg dating ke Indonesia, berurutan seperti Pendeta Hiuen-thsang, Pendeta I-Tsing ketika Indonesia memasuki zaman Hindu-Budha.

Untuk masa masuknya Islam, pada abad ke-15 masa pemerintahan kaisar Yung-lo dari dinasti Ming, memerintahkan laksamana Cheng Ho dalam kunjungannya ke Negara-negara di Asia tenggara. Pada tahun 1407, setelah kota Palembang dibebaskandari para perampok, Cheng Ho membentuk masyarakat Islam pertama di Indonesia. Dalam tahun berikutnya, Cheng Ho membangun komunitas lagi di Sambas. Cheng Ho mulai ekspedisiny apada 1405, ia singgah di Bandar Samudra pasai. Cheng Ho datang disambut oleh sultan Zainal Abidin Bahian Syah, untuk mengadakan hubungan dagang dan politik.

Dalam babad tanah jawi akan berbeda dalam penjelasannya tentang masuknya Islam ke Indonesia. Dalam babad ini akan menemui nama Ni gede Manila, istri Raden Rahmat atau sunan Ampel. Ni Gede Manila adalAh anak dari putri kapten Cina Gan Eng Yu, yang berkedudukan di tuban. Sedangkan Raden Rahmat alias Sunan Ampel adalh pendatang dari Yunan yang bernam asli Bong Swi Hoo. Karena dalam sebelum abad-19 belum ada orang-orang Cina yang dating langsung dari Cina ke jawa, tetapi yang datang adalah “putri Cina”, istilah itu digunakan untuk menyebut “wanita Tionghoa peranakan” yang lahir dari laki-laki Tionghoa dan wanita pribumi.

Dalam hal ini kedudukan Sunan Ampel sebagai orang yang mendirikan pesantren pertama dan berpengaruh di jawa, pertama kali adalah mendidik masyarakat tionghoa. Namun, semenjak masyarakat Tionghoa Islam rontok dan Sunan Ampel muali membentuk masyarakat Islam Jawa. Dalam kasus ini dapat dilihat pergeseran melalui nama Sunan Bonang sendiri yang merupakan putra dari Sunan Ampel. Nama Bonang sendiri kiranya berasal dari Bong Ang, karena keluarganya ialah Bong, Sunan ampel sendiri bernama Bong Swi Hoo.

Sealin membahs tentang identifikasi tokoh-tokoh seperti Putri Campa, Sunan kalijaga, sunan Bonang, dan sunan Ampel, dan sebagainya. Terdapat jug aperkembangn kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dan pola-pola perdagangn pada masa Islam awal. Kerajaan islam yang pertama kali muncul di Sumatera. Kerajaan itu muncul di pnatai timur Sumatera yang disebut Perlak yang muncul pada abad ke-12. sealain kesultana Perlak di bagian utara pulau Sumatra terdapat kerajaan Pasai. Kesultanan Pasi merupakan kesultanan di bawah Mesir yang didirikna oleh dinasti Fathimiah pad 1128.

Kesultanan yang berdiri disekitar selat Malak menjadikan selat Malaka sebagai jalur perdagangn yang sangat ramai. Menurut berita dari Tome Pires, Marcopolo. Malaka dibangun oleh Parameswara dari Majapahit yang lari dari Tumasik (Singapura) akibat serangan dari kerajaan Pahang. Kemudian ia sembunyi di Malaka dan mendirikan kota itu. Dengan masuknya islam Parameswara juga memeluk Islam,sehingga menyebabkan Malaka menjadi pelabuhan dagang yang ramai, dengan mengadakan kontak budaya dengan para pedagang yang berasal dari Arab, India, dan Persia.

Dengan keanekaragaman Islam yang masuk ke Indonesia, dibawa oleh para pedagang yang berlainan tempat, menyebabkan Islam yang masuk ke Indonesia juga beragam. Keragaman inilah yang menjadikan banyakny alairan yang muncul di Indonesia. Aliran atau yang sering disebut madzhab di Indonesia dibatasi dalam pembahasannya hanylah tiga yaitu, aliran Syia’ah, aliran Syafi;i, dan aliran Hanafi. Aliran Syi’ah tersebar didaerah Aceh sampai ke Minangkabau, untuk aliran Syafi’I berkembang di pantai timur Sumatera, Pantai barat semenanjung Malaka, dan aliran ini banyak dianut oleh orang-orang Jawa. Aliran Hanafi ini dibawa oleh par pelaut yang datang dari Cina, aliran ini tersebar di kota-kota yang terdapat etnis Tionghoa Islam yang kedatangannya di dahulia oleh kedatangn Laksamana Cheng Ho.

Setelah masuknya Islam ke Indonesia, segeralah para pemuka agama untuk memperkuat sisitem birokrasi. Perkuatan sisitem birokrasi inilah yang memacu untuk timbulnya kerajaan di Jawa seperti Demak. Demak didirikan oleh Raden patah atau Jin Bun. Kerajaan yang didirikan merupakan hasil usaha dari meruntuhkan kerajaan Hindu-Jawa Majapahit. Teapi Demak tidak berumur lama karena Raden Patah tidak memiliki kemampuan untuk menarik simpati orang-orang yang berada di pedalaman. Demak berakhir setelah dipimpin oleh Sultan Trenggana.

Kerajaan demak ini akan diteruskan oleh kerajaan Pajang. Sama halnya kerajaan Demak kerajaan ini juga tidak berumur lama. Kemudian muncullah kerajaan Islam yang kuat di Jwa yaitu kerajaan Mataram. Kerajaan in kan menjadi kerajaan yang bercorak Islam sebelum masa kolonial.

Masa Islam berakhir ketika masuknya orang-orang Eropa ke Indonesia. Orang-orang Eropa kan melakukan persaingan dagang dengan orang-orang Islam tentunya. Orang-orang Eropa datang ke Indonesia untuk keperluan pencarian sumber atau produsen rampah-rampah, karena harga rempah-rempah di Eropa melonjak tinggi. Orang-orang Eropa yang pertama kali datang adalah bangsa Portugis. Mereka mendarat di Malaka pada 1511.

Setelah masuknya portugis disusul oleh bangsa Spanyol. Kedua bangsa ini akan bertemu di Maluku danmengadakan kontak senjata dalam memperebutkan wilayah kekuasaan di Maluku. Pertempuran ini berakhir ketika ditandatanganinya perjanjian Thordesillas. Dan yang terakhir bangsa Erop ayang masuk ke Indonesia adalah bangsa belanda, dipimpin oleh Cournelis de Houtman, armad ini mendarat di Banten, pada1596. Belanda disambut baik oleh penguasa banten, mereka diberikan tanah di Jayakarta untuk membangun gudang rempah-rempah. Tetapi belanda memint amonopoli sehinggatrejadilah perlawanan dari banten, kemudian Belanda menyingkir ke maluku dari maluku belanda membangun VOC. VOC sebagai kongsi dagang dan monopoli perdagang rempah-rempah atas Indonesia.

Periodisasi yang sangat panjang pada buku ini, tapi banyak hal-hal menarik yang dapat ditemukan. Dengan identifikasi peristiwa itu banyaklah versi tentang masuknya Islam ke Indonesia dan pembawa islam ke Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya pengertian “masuk”, antara lain: ada hubungann dan ada pemukiman muslim, berkembangnya komunitas Islam, dan sudah berdirinya kerajaan Islam. Selain itu juga versi membawa Islam di Indonesia antara lain India (Gujarat), Persia, Arab, dan Cina. Buku ini memberikan warna baru, pengetahuan baru Islam di bawa dari Cina. Tetapi hal itu tidak perlu diperdebatakan tergantung cara melihat “masuknya Islam ke Indonesia”. Dan perkembangan kerajaan Islam di Indonesia, walaupun tidak secara detail dijelaskan karena keterbatasan tempat. Dan masa situ berakhir ketika kolonialisme Belanda melalui VOC diperlakukan , masuklah Indonesia pada masa kolonialisme atau penjajahan

Walaupun masa itu sebagai masa ”gelap”, tetapi sumber-sumber sejarah yang berupa karya sastra memuat peristiwa tersebut. Karya-karya sastra ini sering disebut sebagai “dokumen sejarah tidak resmi”, karena didalmanya banyak memuat mitos, peristiwa factual dan fiktif. “Dokumen-dokumen sejarah tak resmi” dapat dilihat dalam sumber penulisan buku ini, seperti Babad Tanah Jawi, Serat kanda, dan sejumlah arsip dari Klenteng Sam Po Kong di Semarang dan Klenteng Talang. Dengan penggunaan sumber ini tak pelak lagi menghasilkan pembacaan dari perspektif “lain”, yang berbeda dengan mengandalkan literatur-literatur resmi. Keuntungan yang didapatkan dengan pengunaan literatur ini ialah disuguhinya versi sejarah “tak resmi”, tapi juga kisah, cerita, dongengan, dan fak Yang pertama harus dimengerti oleh pembaca adalah penggunaan kata brawijaya. Kata Brawijaya itu merupakan kepanjangan dari Wijaya. Sebutan bhra/bhre sama dengan sebutan sri , artinya ”sinar”. Nama Brawijaya sangatlah popular dikalangan masyarakat. Sehingga terjadi kerancuan, dimana belum dapat mengindentifikasikan siapa saja raja Majapahit yang menggunakan gelar brawijaya. Sehingga perlu adanya catatan ringkas sejarah tentang raja Majapahit dari mulai berdirinya kerajaan ini hingga menjelang runtuhnya kerajaan ini.

Dalam penulisan sebuah karya msejarah perlu adanya sumber-sumber sejarah sebagai bahan acuan. Sumber sejarah itu bisa berupa hardfact, maupun softfact. Tetapi sumber sejarah yang bagus adalah sumber yang memiliki kekuatan atau hardfact. Disini sangatlah jarang sekali penulis sejarah menggunakan sebuah babad. Babad yang digunakan berupa Babad Tanah Jawi, Serat Kanda, berita dari klenteng Sam Po Kong di Semarang, ringkasan preambule Prasaran, berita Tionghoa dari Klenteng Talang, dan sumber berita dari Portugis.

Memang dari sumber-sumber itu banyak sekali perbedaan antara nama tokoh, dan peristiwa. Tetapi di lain sisi adanya kesinambungan antara sumber-sumber yang digunakan. Seperti contoh dalam Babad tanah Jawi dan Serat kanda disebutkan bahwa raden patah bersala dari putri Cina. Masuknya Islam menurut kedua sumber itu ialah Islam dating ketika diberikan Brawijaya memberikan tanah kepada Sultan Ampel untuk mendirikn apesantren, dan pemberian tanah kepada Raden Patah di Demak, yang kemudian Demak inilah sebagai kerajaan Islam.

Anakronisme sejarah juga terlihat ketika membandingkan antara Babad Tanah jawi dengan serat kanda. Babad Tanah Jawi menyebutkan bahwa raja terakhir adalah Brawijaya, sedangkan Serat kanda menyebutkan raja saat itu adalah Angakawijaya. Kemudian dalam serat kanda juga disebut adanya nama Brawijaya. Nah, disinilah kebingungan terjadi, bagaiman kedudukan brawijaya dalam pemerintahan Majaphit, apa hubungan antar brawijaya dengan angakawijaya, Padahal terjadi peristiwa sama yang disebutkan oleh kedua sumber itu, yaitu pemberian tanah Demak oleh Brawijaya ke Raden Patah.

Berbeda dengan Ringkasan Preambule Prasaran, yang menyatakan Islam dating dari daratan Tiongkok. Armada Tiongkok dari dinasti Ming di bawah laksamana Sam Po Bo menguasai perairan dan pantai Nan Yang (Asia tenggara). Armada Tiongkok dari dinasti Ming merebut Kukang (Palembang), karena di kawasan itu banyak sekali perampok, kemudian para perampok itu dihancurkan. Lalu di Kukang didirikan sebuah komunitas masyarakat Tionghoa muslim beraliran Hanafi yang pertama di kepulauan Indonesia pada 1407.

Sedangkan untuk berita Tionghoa dari Klenteng Talang, menyebutkan Islam juga berasal dari Cina. Islam disebarkan oleh Laksamana Haji Kung Wu Ping, keturunan dari Kung Hu Cu (=konfusius), yang mendirikan menara mercusuar di gunung Jati. Di dekat situ didirikan masyarakat Cina beraliran Hanafi di Sembung, Sarindil dan Talang. Peristiwa kedatangan Laksamana Haji Kung Wu Ping terjadi pada1415.

Selain sumber sejarah datang dari cina dan sumber sejarah yang ditulias oleh orang Indonesia sendiri, namun juga ada Sumber yang dating dari bangsa barat, yaitu sumber berita dari Portogis. Saat Malaka jatuh ke Portugis pada 1511. Pada saat itu runtuhnya kerajaan Majapahit masih segar bugar, karena peristiwa itu belum lama terjadi. Pembentukan negar Islam Demak sedang dalam pelaksanaannya. Catatan dari portogis ini ditulis oleh Tome Pires seorang ahli obet-obatan dari kebangsaan portugis yang lahir pada tahun 1468. pada tahun 1511, ia berlayar ke Jawa dan bertugas sebagai pengawas dan wakil dagang Portugis di Jawa. Ia mengumpulkan segala pengetahuan yang terdapat selama perjalanannnya, yang kemudian ia tulis di buku berjudul “Suma Oriental”.

Adanya berbagai macam sumber ini perlu diadakannya identifikasi tokoh dan jalannya sejarah. Sumber sejarah yang digunakan dalam buku ini lebih menekannkan pada sumber dari Cina atau sumber dari klenteng Sam Po Kong dan Talang, maka perlu ditelusuri emigrasi orang-orang Tionghoa. Sumber berita drai Cina menyatakan bahwa Fa-Hien adalah pendetaTionghoa yang pertama kali mengunjungi pulau jawa dalam perjalannya menuju India. Perjalannan Fa-Hien berlangsung sekitar 399 sampai 414. Kemudian ada lagi orang-orang tionghoa lagi yanmg dating ke Indonesia, berurutan seperti Pendeta Hiuen-thsang, Pendeta I-Tsing ketika Indonesia memasuki zaman Hindu-Budha.

Untuk masa masuknya Islam, pada abad ke-15 masa pemerintahan kaisar Yung-lo dari dinasti Ming, memerintahkan laksamana Cheng Ho dalam kunjungannya ke Negara-negara di Asia tenggara. Pada tahun 1407, setelah kota Palembang dibebaskandari para perampok, Cheng Ho membentuk masyarakat Islam pertama di Indonesia. Dalam tahun berikutnya, Cheng Ho membangun komunitas lagi di Sambas. Cheng Ho mulai ekspedisiny apada 1405, ia singgah di Bandar Samudra pasai. Cheng Ho datang disambut oleh sultan Zainal Abidin Bahian Syah, untuk mengadakan hubungan dagang dan politik.

Dalam babad tanah jawi akan berbeda dalam penjelasannya tentang masuknya Islam ke Indonesia. Dalam babad ini akan menemui nama Ni gede Manila, istri Raden Rahmat atau sunan Ampel. Ni Gede Manila adalAh anak dari putri kapten Cina Gan Eng Yu, yang berkedudukan di tuban. Sedangkan Raden Rahmat alias Sunan Ampel adalh pendatang dari Yunan yang bernam asli Bong Swi Hoo. Karena dalam sebelum abad-19 belum ada orang-orang Cina yang dating langsung dari Cina ke jawa, tetapi yang datang adalah “putri Cina”, istilah itu digunakan untuk menyebut “wanita Tionghoa peranakan” yang lahir dari laki-laki Tionghoa dan wanita pribumi.

Dalam hal ini kedudukan Sunan Ampel sebagai orang yang mendirikan pesantren pertama dan berpengaruh di jawa, pertama kali adalah mendidik masyarakat tionghoa. Namun, semenjak masyarakat Tionghoa Islam rontok dan Sunan Ampel muali membentuk masyarakat Islam Jawa. Dalam kasus ini dapat dilihat pergeseran melalui nama Sunan Bonang sendiri yang merupakan putra dari Sunan Ampel. Nama Bonang sendiri kiranya berasal dari Bong Ang, karena keluarganya ialah Bong, Sunan ampel sendiri bernama Bong Swi Hoo.

Sealin membahs tentang identifikasi tokoh-tokoh seperti Putri Campa, Sunan kalijaga, sunan Bonang, dan sunan Ampel, dan sebagainya. Terdapat jug aperkembangn kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dan pola-pola perdagangn pada masa Islam awal. Kerajaan islam yang pertama kali muncul di Sumatera. Kerajaan itu muncul di pnatai timur Sumatera yang disebut Perlak yang muncul pada abad ke-12. sealain kesultana Perlak di bagian utara pulau Sumatra terdapat kerajaan Pasai. Kesultanan Pasi merupakan kesultanan di bawah Mesir yang didirikna oleh dinasti Fathimiah pad 1128.

Kesultanan yang berdiri disekitar selat Malak menjadikan selat Malaka sebagai jalur perdagangn yang sangat ramai. Menurut berita dari Tome Pires, Marcopolo. Malaka dibangun oleh Parameswara dari Majapahit yang lari dari Tumasik (Singapura) akibat serangan dari kerajaan Pahang. Kemudian ia sembunyi di Malaka dan mendirikan kota itu. Dengan masuknya islam Parameswara juga memeluk Islam,sehingga menyebabkan Malaka menjadi pelabuhan dagang yang ramai, dengan mengadakan kontak budaya dengan para pedagang yang berasal dari Arab, India, dan Persia.

Dengan keanekaragaman Islam yang masuk ke Indonesia, dibawa oleh para pedagang yang berlainan tempat, menyebabkan Islam yang masuk ke Indonesia juga beragam. Keragaman inilah yang menjadikan banyakny alairan yang muncul di Indonesia. Aliran atau yang sering disebut madzhab di Indonesia dibatasi dalam pembahasannya hanylah tiga yaitu, aliran Syia’ah, aliran Syafi;i, dan aliran Hanafi. Aliran Syi’ah tersebar didaerah Aceh sampai ke Minangkabau, untuk aliran Syafi’I berkembang di pantai timur Sumatera, Pantai barat semenanjung Malaka, dan aliran ini banyak dianut oleh orang-orang Jawa. Aliran Hanafi ini dibawa oleh par pelaut yang datang dari Cina, aliran ini tersebar di kota-kota yang terdapat etnis Tionghoa Islam yang kedatangannya di dahulia oleh kedatangn Laksamana Cheng Ho.

Setelah masuknya Islam ke Indonesia, segeralah para pemuka agama untuk memperkuat sisitem birokrasi. Perkuatan sisitem birokrasi inilah yang memacu untuk timbulnya kerajaan di Jawa seperti Demak. Demak didirikan oleh Raden patah atau Jin Bun. Kerajaan yang didirikan merupakan hasil usaha dari meruntuhkan kerajaan Hindu-Jawa Majapahit. Teapi Demak tidak berumur lama karena Raden Patah tidak memiliki kemampuan untuk menarik simpati orang-orang yang berada di pedalaman. Demak berakhir setelah dipimpin oleh Sultan Trenggana.

Kerajaan demak ini akan diteruskan oleh kerajaan Pajang. Sama halnya kerajaan Demak kerajaan ini juga tidak berumur lama. Kemudian muncullah kerajaan Islam yang kuat di Jwa yaitu kerajaan Mataram. Kerajaan in kan menjadi kerajaan yang bercorak Islam sebelum masa kolonial.

Masa Islam berakhir ketika masuknya orang-orang Eropa ke Indonesia. Orang-orang Eropa kan melakukan persaingan dagang dengan orang-orang Islam tentunya. Orang-orang Eropa datang ke Indonesia untuk keperluan pencarian sumber atau produsen rampah-rampah, karena harga rempah-rempah di Eropa melonjak tinggi. Orang-orang Eropa yang pertama kali datang adalah bangsa Portugis. Mereka mendarat di Malaka pada 1511.

Setelah masuknya portugis disusul oleh bangsa Spanyol. Kedua bangsa ini akan bertemu di Maluku danmengadakan kontak senjata dalam memperebutkan wilayah kekuasaan di Maluku. Pertempuran ini berakhir ketika ditandatanganinya perjanjian Thordesillas. Dan yang terakhir bangsa Erop ayang masuk ke Indonesia adalah bangsa belanda, dipimpin oleh Cournelis de Houtman, armad ini mendarat di Banten, pada1596. Belanda disambut baik oleh penguasa banten, mereka diberikan tanah di Jayakarta untuk membangun gudang rempah-rempah. Tetapi belanda memint amonopoli sehinggatrejadilah perlawanan dari banten, kemudian Belanda menyingkir ke maluku dari maluku belanda membangun VOC. VOC sebagai kongsi dagang dan monopoli perdagang rempah-rempah atas Indonesia.

Periodisasi yang sangat panjang pada buku ini, tapi banyak hal-hal menarik yang dapat ditemukan. Dengan identifikasi peristiwa itu banyaklah versi tentang masuknya Islam ke Indonesia dan pembawa islam ke Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya pengertian “masuk”, antara lain: ada hubungann dan ada pemukiman muslim, berkembangnya komunitas Islam, dan sudah berdirinya kerajaan Islam. Selain itu juga versi membawa Islam di Indonesia antara lain India (Gujarat), Persia, Arab, dan Cina. Buku ini memberikan warna baru, pengetahuan baru Islam di bawa dari Cina. Tetapi hal itu tidak perlu diperdebatakan tergantung cara melihat “masuknya Islam ke Indonesia”. Dan perkembangan kerajaan Islam di Indonesia, walaupun tidak secara detail dijelaskan karena keterbatasan tempat. Dan masa situ berakhir ketika kolonialisme Belanda melalui VOC diperlakukan , masuklah Indonesia pada masa kolonialisme atau penjajahan

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

35 responses to “BooKs Report BuKu Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa Dan Timbulnya Negara-negara Islam Di Nusantara”

  1. tHa_aDzeL says :

    wOw!!

    nayya memang sejarawan!!
    aaamiiiinnn

    miss Yeh!

  2. boudie says :

    bagus mas pramm,=)

  3. bitch says :

    Perek lu pelacur gresik ngapain lu tulis-tulis begituan anjinkloh…
    lepas jilbablu mukalu kayak babi bikin malu agama islam aja sana pindah kristenlu biar bisa makan babi muka babi perek murahan!!!

  4. anjing betina says :

    emang ngentot ni cewe masih nampang lagi tailu mamalu pelacur

    • antoni says :

      Anda tidak sopan,mungkin itu ajaran agama anda ya…saya turut prihatin,kasian sekali orang tua anda memiliki anak tidak bermoral seperti anda ck..ck..ck..

  5. oyi says :

    kurang lenakap informasi ne…

    gak sip blas…

  6. rea says :

    terus maju walaupun di anggap kurang lengkap namanya juga kita sama2 belajar.

  7. Sumarno says :

    Buku ini sangat menarik, dan ini merupakan sebuah ulasan yg lebih mendetail tentang sejarah Indonesia yg selama ini banyak ditutupi. Saya jg ada beberapa buku referensi yg ulasannya hampir sama mengenai masuknya Islam di Indonesia. Kiranya ini dpt menjadi perhatian pemerintah, agar Sejarah Bangsa dpt ditulis dgn sebenar2nya. Baik atau buruk tp itu merupakan Fakta Sejarah yg tidak dapat kita pungkiri. Jaya Selalu Bangsaku “Indonesia”.

    Saya ingin mempunyai buku ini sebagai koleksi.

  8. wisnu says :

    yang pasti islam game over nantinya ya okelaah kalo begitu

  9. rian says :

    hilangnya data sejarah karena kraton majapahit dimusnahkan oleh pengikut jin bun yang membrontak demi alasan agama baru. padahal jin bun diberikan kemuliaan sebagai bupati di Demak oleh penguasa majapahit saat itu (AIR SUSU DIBALAH DENGAN AIR TUBA)

  10. antoni says :

    tetap semangat tulis terus hal seperti ini..dalam islam siapaun anda saat telah menjadi muslim, engkau adalah saudra kami tanpa memandang etnis dan warna kulit.
    coba lihat blog dari felix siauw..lumayan enak utk pencerahan dan penguat iman..

  11. tirta says :

    tolong minta yg lebih lengkap dong,,tentang runtuh nya semua kerajaan hindu budha d’indo,,
    tlg ya,,,!!!

  12. Nasionalis indo says :

    IMPERIALISME AGAMA DAN DAMPAKNYA PADA PERADABAN MANUSIA
    Imperium Islam sejak abad 7 hingga sekarang (selama 14 abad) melakukan penaklukan sebagian besar wilayah dimuka bumi ini dg alasan siar agama perintah Tuhan dalam alkitab. Pada kenyataannya siar agama oleh Muhammad dan kalifah dilakukan dg jalan pedang (EKSPANSI MENGGUNAKAN PASUKAN MILITER PERANG) dan dengan jalan INFILTRASI MENYUSUP MEMBUJUK DOKTRINASI AGAMA ISLAM dg MENGKAFIRKAN budaya kepercayaan agama bangsa lain, dari berkumpul siar agama kemudian kuat banyak pengikutnya melakukan GERAKAN MENUMBANGKAN REJIM KAFIR NON-ISLAM, MEMBUAT NEGARA ISLAM DIDALAM NEGARA orang lain hingga menjadi NEGARA ISLAM MERDEKA. Modus operandi ini dilakukan terus secara beranting dimukabumi, Islam telah menjadi pembujuk mengkloning cuci otak sistemik yg lihai memecahbelah mengadudomba saling mengkafirkan, banyak bangsa menjadi “PENGHIANAT BUDAYA BANGSANYA SENDIRI YG LEBIH LUHUR BERADAB” kehilangan jatidirinya. Siar Islam dg perang telah menelan banyak korban nyawa, harta benda, penghancuran peradaban budaya, penghancuran agama2 yg ada ditiap Negara, penghancuran ketataprajaan negara2, pendudukan/penjajahan bangsa lain atas nama siar agama Islam, pemanfaatan sumberdaya ekonomi didaerah siar agama. Sepak terjang imperium Islam menyiarkan agama Islam memiliki maksud yg terselubung menguasai hajat martabat kedaulatan bangsa lain. Kemenangan imperium Islam menguasai Asia dan Eropa menimbulkan perlawanan bangsa2 didunia untuk mempertahankan wilayah dan budayanya.

  13. Nasionalis indo says :

    Sejarah imperialisme penyebar agama2 mengapa menjadi radikal dimuka bumi?. Dapat ditelisik dari perintah ajaran kitab2 nya masing2 & fatwa para pemimpinnya. Klaim masing2 agama membawa misi siar agama dari langit (agama samawi). Masing2 kitab suci mereka mengatakan memerangi kafir adalah “Perang Suci (Jihad Fisabillillah)” jika mati menjadi “sahid/suhada” diampuni dosa2 nya dan dikehidupan berikutnya (reinkarnasi) akan masuk sorga. Pemicunya adalah doktrin agama/sekte saling mengkafirkan agama/sekte lainnya, membunuh kafir mendapat ganjaran sorga. Jika demikian maka perang antar agama/sekte dimuka bumi tidak pernah berkesudahan. Apakah Tuhan mengajarkan manusia untuk saling bunuh, apakah Tuhan berbeda atau satu?. Jika demikian apakah kitab2 suci semua palsu (rekayasa manusia yg mengaku nabi/utusan Tuhan) demi kepentingan kelompok/agama/sekte masing2? karena pada kenyataan sepanjang sejarah berabad-abad lamanya mengajarkan membolehkan saling bunuh semua kafir (tidak satu agama/sekte)?.
    Akal budi pekerti manusia yg rasional tentunya tidak akan mentolelir tindakan buas barbar menjadi algojo agama saling bunuh dimuka bumi. Dalam sepanjang sejarah ribuan tahun sangat banyak luar biasa penderitaan manusia dalam bencana pelanggaran hak azazi manusia yg dilakukan oleh imperialis2 berkedok agama dg dogma kitabsucinya yg menghalalkan pembunuhan, siapa yg mengadili kejahatan criminal oleh imperialis2 agama yg berlangsung selama ribuan tahun hingga detik ini?. Semoga Tuhan yg sebenarnya akan membalas dengan adil bijaksana.

  14. Nasionalis indo says :

    Arabisme ISLAM PALSU menyerang India di tahun 600an adalah kisah yang paling berdarah dalam sejarah manusia. Jumlah korban yang dibunuh dalam penyerangan menurut sejarawan Muslim Koenraad Elst mengutip Professor K.S. Lal dlm bukunya, “Growth of Muslim population in India”, yg mengatakan bahwa menurut perhitungannya, penduduk Hindu berkurang sebanyak 80 juta jiwa antara th 1000 (tahun di saat Mahmud Ghazni menyerang India) sampai 1525 M, sebelum Perang Panipat. Tidak pernah dapat mengukur luka fisik luar biasa yg dilakukan invasi Muslim terhdp India. Yg lebih sulit adalah mengukur kehancuran moral dan spiritual terhdap Hindu India. Saat Muhamad bin Qasim menginvasi wilayah Sindh adalah saat yg paling buruk & menjijikan dan dalam sejarah India. India, obor peradaban dunia yang punya tradisi hebat yg sebelumnya menikmati kehangatan ‘ahimsa’ kemudian disengat oleh penjajah islam Arab yang doyan merampok dan memperkosa.
    (Sumber: http://soc.mailarchive.ca/culture.singapore/2007-12/1152.html)

  15. Nasionalis indo says :

    Bangsa Palestina penyembah berhala yang terusir dari negaranya oleh bangsa arab ISLAM PALSU, sekarang diantara mereka menjadi migrant di Israel dan berjuang untuk mendapatkan kembali negaranya dengan pertolongan Israel. Perang Palestina vs Israel sesungguhnya adalah bangsa Palestina di Israel yang ingin mendapatkan Negara kembali yang diduduki oleh bangsa arab. INI BUKTI ARAB ISLAM PALSU MERAMPAS NEGARA BANGSA PALESTINA DAN MENDUDUKINYA HINGGA SEKARANG.

  16. Nasionalis indo says :

    INDONESIA NEGARA KORBAN MISSI IMPERIALIS EMPAYAR ARABISME ISLAM PALSU
    1). Runtuhnya kerajaan Majapahit :
    Kerajaan islam PALSU Giri Kedaton yg secara HAKIKAT (politis keumatan) adalah kerajaan islam para wali di Jawa didalam kerajaan Majapahit. Kerajaan islam PALSU Demak adalah bentukan Kerajaan Giri Kedaton yg merupakan hasil dari operasi intelijen para wali islam. Brawijaya V diserbu oleh anaknya sendiri (Raden Patah) raja Demak yang didukung oleh Giri Kedaton. Kudeta penghancuran kerajaan Jawa secara militer dan intelijen karena missi islamisasi Suku Jawa. Raden Patah raja islam PALSU bersikap “tidak njawani” (tidak bertata krama) karena yg sekaligus pendurhakaan anak kepada orangtua. Kerajaan “anak durhaka” ini tidak lama hancur dikudeta oleh Mas Karebet (Adiwijaya) keturunan Majapahit dg mendirikan kerajaan Pajang. Sejarah ini tidak akan dilupakan oleh Suku Jawa yg dikenal memiliki budaya tatakrama.

  17. Nasionalis indo says :

    2). Runtuhnya kerajaan Pajajaran di Jawa Barat:
    Ulah walisongo dan kerajaan islam PALSU Demak mendukung militerisme & kroniisme dlm pendirian kerajaan islam PALSU Banten dan Caruban/Cirebon didalam wilayah kerajaan Pajajaran kemudian menyerang mengalahkan Pajajaran. Ini sejarah tindakan makar/kudeta militer islam PALSU dibumi Jawa Barat yg tidak pernah akan dilupakan oleh Suku Sunda yg dikenal ramah & arif.

    3). Runtuhnya kerajaan Pagar Ruyung Minangkabau di Sumetera Barat:
    Penyebaran Mazhab Hambali dimulai tahun 1804 dengan pemusnahan keluarga Kerajaan Pagarruyung di Suroaso, yang menolak aliran baru ISLAM PALSU tersebut. Hampir seluruh keluarga Raja Pagar Ruyung dipenggal kepalanya oleh pasukan yang dipimpin oleh panglima Paderi Tuanku Lelo, yang nama asalnya adalah Idris Nasution. Tuanku Lelo (Idris Nasution) tewas dipenggal kepalanya dan kemudian tubuhnya dicincang oleh Halimah Rangkuti, salah satu tawanan yang dijadikan selirnya. Penyebaran islam dengan cara menghancuran dinasti kerajaan Pagar Ruyung ini tidak akan dilupakan oleh Suku Minangkabau Sumatera Barat.

  18. Nasionalis indo says :

    4). Runtuhnya kerajaan Batak di Sumatera Utara:
    Ini adalah perang saudara sesama suku Batak kerena balas dendam & beda keyakinan agama. Penyerbuan paderi islam PALSU ke Tanah Batak (Tapanuli Utara) dimulai pada 1 Ramadhan 1231 H (tahun 1816 M), dengan penyerbuan terhadap benteng Muarasipongi dg mengerahkan balatentara islam 5.000 orang pasukan berkuda ditambah 6.000 infanteri meluluhlantakkan benteng Muarasipongi, seluruh penduduk dibantai tanpa menyisakan seorangpun. Kekejaman ini sengaja dilakukan dan disebarluaskan untuk menebarkan teror dan rasa takut agar memudahkan penaklukkan. Termasuk wilayah Mandailing (Tapanuli Selatan) ditaklukkan oleh pasukan Paderi, yang dipimpin oleh Tuanku Rao dan Tuanku Lelo, yang adalah putra-putra Batak sendiri. Tuanku Rao alias Umar Katab alias Pongkinangolngolan Sinambela adalah keturunan Raja Batak. Sejumlah orang Batak yang telah masuk Islam, ikut pasukan Paderi menyerang Tanak Batak, yaitu Tuanku Tambusai (Harahap), Tuanku Sorik Marapin (Nasution), Tuanku Mandailing (Lubis), Tuanku Asahan (Mansur Marpaung), Tuanku Kotapinang (Alamsyah Dasopang), Tuanku Daulat (Harahap), Tuanku Patuan Soripada (Siregar), Tuanku Saman (Hutagalung), Tuanku Ali Sakti (Jatengger Siregar), Tuanku Junjungan (Tahir Daulay) dan Tuanku Marajo (Harahap). Penyerbuan pasukan Paderi terhenti tahun 1820, karena berjangkitnya penyakit kolera dan epidemi penyakit pes. Dari 150.000 orang tentara Paderi islam yang memasuki Tanah Batak tahun 1818, hanya tersisa sekitar 30.000 orang dua tahun kemudian. Sebagian terbesar bukan tewas di medan petempuran, melainkan mati karena berbagai penyakit. Mansur Marpaung (Tuanku Asahan) dan Alamsyah Dasopang (Tuanku Kotapinang) dengan tegas menyatakan tidak mau tunduk lagi kepada Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Nan Renceh, dan kemudian mendirikan kesultanan/kerajaan sendiri. Marpaung mendirikan Kesultanan Asahan dan mengangkat dirinya menjadi sultan, sedangkan Dasopang mendirikan Kerajaan Kotapinang, dan ia menjadi raja. Tuanku Rao tewas dalam pertempuran di Air bangis pada 5 September 1821. Penyebaran islam dengan cara menghancuran dinasti kerajaan Tanah Batak ini tidak akan dilupakan oleh Suku Batak Sumatera Utara.

    5). Suku2 terasing di Jawa korban dampak islamisasi arabisme :
    a. Suku Tengger dan Suku Osing di Jawa Timur adalah rakyat Majapahit yang mengungsi karena serbuan militer kerajaan islam PALSU Demak dan Wali Songo.
    b. Suku Baduy adalah berasal dari penduduk kerajaan Pajajaran yang diserbu oleh Kerajaan islam Banten.

  19. Nasionalis indo says :

    FAKTA KEHIDUPAN NYATA BANGSA INDONESIA SAAT INI TERJAJAH IMPERIALIS ARABISME ISLAM PALSU DG BERMACAM ATRIBUT SEKTE2/FRONT2/KOMANDO LASKAR TENTARA JIHAD :
    Agama Islam yg murni/benar telah ditunggangi & dikotori oleh bangsa Arab jahiliyah aliran ajaran empayar Umayah & Abasiyah. Penaklukan imperialisme Arab islam PALSU selama 14 abad secara cepat menghancurkan satu kerajaan/negara lalu secara permanen merenggut wilayah besar kerajaan/negara lain secara beranting dimuka bumi. Ini adalah malapetaka kemanusiaan dan malapetaka budaya peradaban yang sangat mengerikan. Penaklukan2 itu dicapai dengan ongkos budaya yang luarbiasa mahalnya. Hancur/hilangnya budaya ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa lain yg sudah ribuan tahun diganti dengan budaya islam arab berupa budaya perang dan kebencian terhadap agama lain. Pribumi harus berbudaya islam & menjadi bangsa kelas dua setelah bangsa arab yg mengaku keturunan habib, karena arab secara egois memiliki budaya menjaga kemurnian genetika, budaya arab menghindari asimilasi gen arab dg gen pribumi. Perkawinan antara lelaki non-arab dengan wanita arab murni dianggap sebagai kriminal sosial. Orang2 Arab ISLAM PALSU mempraktekan segala macam tindakan apartheid terhadap muslim non arab. Orang Arab memandang muslim non-arab sebagai orang asing apapun kelas atau derajat orang itu, memperlakukan mereka dengan cemooh dan jijik. Prajurit muslim non-arab harus berperang dg berjalan kaki, prajurit islam non-arab tidak mendapat hak harta rampasan perang. Mereka tidak boleh berjalan disisi sama dengan orang arab asli, atau duduk dengan tinggi yang sama. Hampir disetiap tempat ada kemah dan mesjid terpisah yg dibangun khusus untuk memisahkan arab dengan non-arab. Ini jelas praktek budaya arab yg imperialis & “penghianat” terhadap ajaran kitabsuci tentang kesamaan derajat. Budaya arab yg tidak konsisten dg ajaran islam adalah suatu bukti bahwa budaya arab bukanlah budaya islam, sedangkan bangsa arab telah menghancurkan budaya pribumi yg lebih baik dalam kesetaraan budipekerti dan tatakrama. Didalam ajaran islam apa sangsinya jika menghianati ajaran kitabsuci?
    Doktrinasi cloning cuci otak ajaran islam arab adalah benci orang non-islam, menganggap non-islam sebagai akibat nilai2 barat yang asing, tapi mereka tidak bisa berkaca pada diri mereka, yang sebenarnya adalah “pengkhianat” budaya nenek moyang mereka sendiri.

  20. Nasionalis indo says :

    PETUALANG BADUT POLITIK BERKEDOK AGAMA DI NUSANTARA :
    Islam palsu aliran kekuasaan empayar Umayah & Abasiyah serta aliran wahabisme telah meracuni otak umat Islam menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad Rasullullah SAW. Islam adalah agama yg mengajarkan budipekerti luhur. Islam tidak mengajarkan ambisi politik menguasai negara. Nusantara ini negara bhinekatunggalika, bukan negara Islam. Berpolitiklah sesuai ajaran politik ketataprajaan (kenegarawan) sejati, jangan Islam dijadikan kedok & kendaraan politik yg pada akhirnya mencampurbaurkan keimanan agama dan yg lebih parah lagi bersikaplaku partai politik islam adalah segalanya, nauzubilahiminzalik MENJADI KAFIR MENUHANKAN PARTAI POLITIK. Kembalilah menjadi agamawan Islam umat Nabi Muhammad SAW yg sebenarnya Islam. Serahkanlah tugas negara kepada yg ahlinya, ingat sabda Rasullullah: “Serahkanlah setiap tugas pekerjaan kepada yg ahlinya, jika tidak maka tunggu saja akan berakhir dengan kehancuran”.
    Bangsa Nusantara ini sudah hampir 1000 tahun secara kepribadian dijajah Islam empayar aliran Umayah & Abasiyah. Bangsa Nusantara sudah lelah mengalah dibodohi dan teraniaya miskin. Ketidak ahlian Islam empayar aliran Umayah-Abasiyah & pemimpinnya (seperti Haji Muhammad Suharto dkk) telah membuat bangsa Nusantara ini terjajah kapitalisme secara sistemik hingga hari ini. Ditambah lagi masuknya dlm otoritas negara seperti para badut2 politik, artis, pelawak, bintang film yg sama sekali tdk mengerti ketataprajaan Nusantara negara kepulauan terbesar yg bhinekatunggalika. Lengkap sudah ketidak becusan dan penderitaan Negara NKRI dan bangsa Nusantara menjadi kancah panggung badut2 politik yg tdk tau diri yg hanya mengandalkan ketenaran media publik fasilitas investasi Yahudi.

  21. Nasionalis indo says :

    BANGSA INI MEMBUTUHKAN PROFESIONALISME KEAHLIAN PEMIMPIN KETATAPRAJAAN, BUKAN PETUALANG BADUT2 POLITIK YG HANYA MENJADI IMPERIALIS POLITIK BAGI BANGSANYA SENDIRI. INGATLAH FIRMAN TUHAN DIBAWAH INI:
    “……Dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang -orang yang tidak mempergunakan akalnya.”( QS Yunus [10] ayat 100)

    CONTOH ORGANISASI ISLAM YG KEMBALI MUALAF MENJADI ISLAM MURNI:
    Syarikat Islam Tinggalkan Dunia Politik
    Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Syarikat Islam memutuskan untuk meninggalkan dunia politik praktis. Sesuai dengan tujuan semula organisasi, Syarikat Islam yang terlahir dengan nama Syarikat Dagang Islam, menyatakan akan kembali memfokuskan diri para perbaikan moral dan agama masyarakat Indonesia. “Syarikat Islam bisa dibilang punya jati diri baru saat ini. Kami akan menjauhkan diri dari kegiatan politik praktis,” ujar Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam Ramlan Sasmita. (http://es-es.facebook.com/topic.php?uid=117623154931516&topic=117)

  22. Nasionalis indo says :

    SEMBILAN SABDA RASULLULLAH MUHAMMAD SAW TENTANG BERPOLITIK YG RASIONAL:
    1. Tentang Demokrasi :
    “Musyawarahkanlah urusanmu itu diantara kamu, dan jangan membuat keputusan dengan satu pendapat saja”.
    2. Tentang Oposisi :
    “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, hendaknya ia merusaknya dengan tangannya, apabila ia tidak mampu maka hendaknya dengan lidahnya, dan apabila ia tidak mampu, maka hendaknya dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman”.
    3. Tentang Sogok/Suap:
    “Barangsiapa menyenangkan hati seorang penguasa atas perbuatan buruknya yang dibenci oleh Tuhannya, maka sesungguhnya orang itu telah keluar dari agama Allah”.
    4. Tentang Korupsi:
    “Khianat yang terbesar ialah tindakan seorang wali (pejabat) yang memperdagangkan milik rakyatnya”.
    5. Tentang Kejujuran :
    “Seorang pembesar apabila pembesar itu mati, sedang ia tidak jujur terhadap rakyatnya, niscaya dia diharamkan Allah SWT masuk Syurga”.
    6. Tentang Kepemimpinan Aparatur Negara :
    “Seseorang yang telah ditugaskan Allah memerintah rakyat, kalau dia tidak memimpin rakyat dengan jujur, niscaya dia tidak memperoleh bau Syurga”.
    7. Tentang Jabatan Kenegaraan :
    “Wahai Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umatku lalu ia menyulitkan mereka, maka persulit pulalah ia, dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umatku, berusaha menolong umatku, maka tolong pulalah dia”.
    8. Tentang Pejabat Negara :
    “Bila suatu jabatan ditempati oleh orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya”.
    9. Tentang Tanggung Jawab Tugas:
    “Sesungguhnya kamu sangat mengharapkan jabatan Negara, tetapi di hari kiamat hal itu menjadi penyesalan, Engkau ini lemah, sedangkan pekerjaan itu amanah yang pada hari kiamat kelak dipertanggungjawabkan dengan resiko penuh kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang-orang yang memenuhi syarat dan dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik”.

  23. Nasionalis indo says :

    PERKEMBANGAN ARABISME ISLAM PALSU JAHILIYAH MENJADI TENTARA JIHAD (PADERI), MERAMPAS WILAYAH DAN MENDIRIKAN NEGARA DIDALAM NEGARA ORANG LAIN
    Menurut Ahmad Saidin, hasil dari beberapa buku yang dibaca sampai pada anggapan bahwa : “Islam kini tinggal sejarah. Islam yang dalam konteks ajaran murni telah berhenti periodenya saat wafat Nabi Muhammad saw. Sedangkan Islam yang berkembang sejak wafat Nabi saw sampai sekarang adalah Islam sebagai pemahaman kaum Muslim terhadap ajaran-ajaran yang dirujuk dari sumbernya: Allah dan Muhammad saw”.

    Menurut Abdul Karim Soroush : “Islam yang berkembang dan dipeluk umat Islam sekarang ini adalah Islam identitas”.

    Ayatullah Murtadha Muthahhari mengatakan : “Islam bagaikan air yang mengalir dari mata air yang jernih. Ia mengalir dari dataran tinggi turun ke dataran rendah. Saat mengalir tidak dapat disangkal kalau air terkontaminasi dengan berbagai kotoran yang terdapat pada setiap aliran sungai. Karena itu, untuk menjernihkannya perlu proses penyulingan”.

    Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya, banyak dusta dan kebohongan dinisbatkan kepada diriku.” (Syaikh Kulaini, Ushul Kafi, jilid 1, h.62.).

    Paska Rasulullah, islam dipimpin oleh khalifah yg semuanya mati dibunuh oleh ketidakpuasan sesama islam. Hal ini disebabkan karena islam tidak memiliki kejelasan system demokrasi dlm memilih khalifah. Khalifah Umayyah dan Abbasiyah yang menjadi penguasa umat Islam malah mengambil keputusan otoriter menjadi pemerintahan/Negara kerajaan (monarki) islam. Merubah kekuasaan dakwah agama menjadi Negara tidak pernah diajarkan oleh Rasullullah. Dakwah islam sebagai agama menjadi tidak murni. Misi dakwah agama berubah melenceng menjadi alat politik membuat rejim Negara monarki dg kekerasan menggunakan pasukan balatentara (paderi) jihad. Ini adalah awal musibah bencana dakwah diboncengi oleh politik negara islam otoriter menjadi tren imperialism menguasai negara2 lain selama 14 abad telah menimbulkan korban hancurnya budaya bangsa lain dan nyawa yg luar biasa dimukabumi. Bagaimana imperialis kerajaan islam otoriter tsb mempertanggungjawabkan sepak terjangnya kepada umat beragama islam murni, bangsa lain yg menjadi korban, dan Rasullullah yg menjadi dampak fitnah yg luar biasa pada saat ini dan diakherat nanti?
    Nabi Nuh AS & Nabi Ibrahim AS telah memberikan bekal keimanan kepada Bangsa Nusantara. Islam ajaran Nabi Muhammad SAW adalah agama yg mengajarkan kesempurnaan budipekerti lahirbatin. Setelah wafat Rasullullah SAW, Islam telah banyak melenceng disalahgunakan terjun diarena politik. Islam ajaran imperialis empayar khalifah Umayah & Abasiyah yg otoriter dibawa menjadi PARTAI POLITIK NEGARA INTERNASIONAL. Banyak negara, budaya & umat manusia menjadi korban perang & teror. Islam pada abad 11 datang di Nusantara mengganti dogma teologi Nabi Nuh & Ibrahim sekaligus merebut menjajah membuat negara/kerajaan dimulai dari Samudera Pasai Sumatera terus merambah ke seluruh Nusantara termasuk Indonesia Malaysia Filipina Kamboja Thailand. Nabi Nuh, Ibrahim & Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan mendirikan partai politik atau mendirikan negara islam di negara oraang lain yg sudah ada. NEGARA ADALAH NEGARA, AGAMA ADALAH AGAMA. Sabda Rasullullah SAW : “Serahkanlah setiap tugas pekerjaan kepada yg ahlinya, jika tidak maka tunggu saja akan berakhir dengan kehancuran”. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dimukabumi ini, memiliki aneka budaya & kekayaan alam yg luar biasa. Indonesia sangat subur dg ajaran imperialis empayar khalifah Umayah & Abasiyah, banyak berdirinya partai islam. Apakah mereka PARTAI POLITIK ISLAM NEGARA INTERNASIONAL ajaran Umayah & Abasiyah memiliki kemampuan kecakapan keahlian ketataprajaan mengoperasionalkan negara sebagaimana syarat yg disabdakan Nabi Muhammad SAW? Jika tidak, apakah hanya ambisi mencari kedudukan politik yg tidak jelas Bangsa & Negara Indonesia ini mau dibawa kemana? Umat Islam murni hanya ingin beragama dengan baik sesuai ajaran Rasullullah Muhammad SAW, tidak ingin terjadi penodaan agama oleh politik berkedok Islam yg dilegalkan oleh undang2 negara. Partai politik berkedok agama islam adalah sisa-sisa peninggalan ajaran imperialis empayar khalifah Umayah & Abasiyah. Rasullullah SAW tidak mengajarkan infiltrasi berpolitik dan merebut/menjajah Negara orang yg berdaulat. Mari kita resapi firman2 Allah dibawah ini:

    ”Hai Manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling mengenal.” (QS. Al-Hujurat 49:13)

    “……Dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang -orang yang tidak mempergunakan akalnya.”( QS Yunus [10] ayat 100)

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar”. (QS.Ali Imran 142)

    “Hai orang-orang yang BERIMAN, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. 49 ayat 6)

    ”Tidak ada paksaan dalam menganut agama. Sesungguhnya telah jelas antara yang benar dan yang sesat.” (QS. Al-Baqarah 2:256).

    ”Bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun 109:6).

    ”Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak (perlu ada) pertengkaran antara kami dan kamu. Allah mengumpulkan kita dan kepadaNya-lah kita kembali.” (QS. Asy-Syura 42:15).

  24. Nasionalis indo says :

    KEKEJAMAN EMPAYAR ARABIS IMPERIALIS ISLAM PALSU JAHILIYAH MEMECAH BELAH NEGARA INDIA, DAPAT DILIHAT DI WEBSITE BERIKUT:
    http://wahyuislam.wordpress.com/2011/03/23/pembantaian-umat-hindu-dan-budha-india-oleh-islam/
    http://www.historyofjihad.org/india.html

  25. Nasionalis indo says :

    KEIMANAN BANGSA NUSANTARA
    Menurut catatan sejarah dan jejak arkeologi (DNA), bahwa bangsa Nusantara ini telah mengenal Tuhan YME sejak sekitar 13000 th silam dari ajaran para Nabiullah Nuh dan ajaran nabi Ibrahim pada 1670SM. Pada era selanjutnya Bangsa Nusantara telah dibujuk dikloning dijajah oleh raja-raja asing dan misioneris asing yg membawa agama animisme, dinamisme, hindu, budha, katolik, islam, kristen, konghucu dg segala macam aliran sekte yg telah merubah kepribadian budaya bangsa ini sehingga beraneka ragam. Setelah terjadinya Bencana Nuh, pada sekitar 13.000 tahun yang silam. Kelompok Timur, dipimpin Yafet bin Nuh, diperkirakan mendiami Sundaland (Paparan Sunda). Mereka kebanyakan berasal dari Haplogroup IJK, dan dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup K, kemudian berkembang menjadi Haplogroup L, M, NO, P, S dan T. Stelah banjir Nabi Nuh di Nusantara atau lebih tepatnya diSundaland, muncul satu komunitas Bani Adam (Kelompok Timur), yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup K atau dalam istilah Plato dikenal dengan “Peradaban Atlantis”. Komunitas ini, pernah mencapai peradaban yang tinggi selama ratusan tahun, akan tetapi kemudian hancur diterjang banjir pada sekitar tahun 9.600 SM. Komunitas ini akhirnya berpencar ke segala penjuru bumi. Mereka kemudian menjadi leluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai. Setelah situasi di Nusantara dirasakan cukup tenang, sekelompok kecil daribangsa Sundaland mulai “pulang kampung”. Dan pada puncaknya, mereka datang dalam jumlah besar, pada sekitar tahun 2.500 SM – 1.500 SM. Mereka ini kemudian dikenal sebagai bangsa Proto Melayu. Pada sekitar tahun 300 SM, datang dalam jumlah yang besar kelompok bangsa dari Asia Selatan (India) dan Asia Tengah, yang dikenali sebagai Deutero Melayu dan membawa pengaruh budaya Hindustan di Nusantara. Bangsa-Bangsa di Nusantara, sebagian besar merupakan hasil pembauran dari2 komunitas ini, yaitu Proto Melayu dan Deutero Melayu. Mereka merupakan zuriat (keturunan) dari Yafet bin Nuh (Haplogroup IJK), yang berkembang menjadi Haplogroup K, kemudian memunculkan ras baruHaplogroup NO. Dari Haplogroup NO inilah, kemudian muncul bangsa Nusantara (bangsa Austronesia), yang di dalam Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, dikenali sebagai Haplogroup O1a-M119.

  26. Nasionalis indo says :

    BANGSA NUSANTARA DIJAJAH ISLAM ALIRAN EMPAYAR UMAYAH & ABASIYAH SEJAK ABAD 11 S/D 16 MENJADI LEMAH TERPECAHBELAH YG SELANJUTNYA PADA ABAD 16 S/D 20 DATANG DENGAN MUDAH DIJAJAH IMPERIALIS KATOLIK & KRISTEN. PERJUANGAN KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA JUSTERU KARENA SEMANGAT BHINEKATUNGGALIKA AJARAN PARA LELUHUR BANGSA NUSANTARA. KETIKA NUSANTARA MERDEKA, ISLAM ALIRAN EMPAYAR KEMBALI DIJADIKAN KEDOK BEREBUT KURSI POLITIK PARLEMEN & PEMERINTAHAN, LAGI2 NUSANTARA MENJADI LEMAH TERJAJAH KAPITALISME HINGGA SEKARANG. BANGSA ARAB MEMANG JAHIL-DEGIL SOK SUCI SOK BENAR PADAHAL NYATA KESESATANNYA, DI NEGARA ORANGPUN MENGHASUT TIPUDAYA ADUDOMBA, PRAKTEK NEO-WAHABI IMPERIALIS ARAB MODERN TELAH MENGIKIS NEGARA PANCASILA MENJADI SEMAKIN TERPURUK. SELEKSI ALAM SELAMA 14 ABAD SUDAH MEMBUKTIKAN BAHWA ISLAM ADALAH AGAMA DAN BUKAN KEKUATAN POLITIK KETATAPRAJAAN. BANGSA NUSANTARA MERINDUKAN BANGKIT KEMBALI NASIONALISME BHINEKATUNGGALIKA YG MURNI AHLI DIBIDANG KETATAPRAJAAN SEPERTI MEREBUT KEMERDEKAAN TAHUN 1945. BAGAIMANA DENGAN AYAT INI, MALAH KEBALIKANNYA KETIKA ISLAM ALIRAN AJARAN IMPERIALIS EMPAYAR UMAYAH & ABASIYAH DATANG MEMERANGI BANGSA NUSANTARA? TENTUNYA BANGSA NUSANTARA TERMASUK PEMELUK ISLAM MURNI AJARAN RASULLULLAH SAW TELAH DIPERLEMAH TERANIAYA SELAMA 9 ABAD BERHAK PULA MEMPERTAHANKAN DIRI BANGSANYA SESUAI DG AYAT INI :

    ”Telah diizinkan perang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha-Kuasa menolong mereka itu. Yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka, tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata, ’Tuhan kami hanya Allah’ Dan sekiranya Allah tiada menolak sebagian mereka dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang-orang yang menolong diri-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha-Kuasa lagi Maha-Perkasa.” (QS. Al-Hajj 22:39-40).

  27. Nasionalis indo says :

    KEIMANAN BANGSA NUSANTARA & MISTERI RATU ADIL
    Bangsa Malai (Nusantara) atau Bani Jawi (dlm bhs Arab) sejak sekitar 6000SM dikenal sangat kesohor memiliki angkatan laut digdaya, kekuatan maritim yang kuat, dan balatentaranya secara personal memiliki ilmu beladiri yang mumpuni, Penguasa lautan sehingga Nusantara terkenal sbg kerajaan super power dari timur.
    Pada sekitar tahun 1670SM, dikhabarkan Nabi Ibrahim (keturunan Syalikh keturunan Sam bin Nabi Nuh) telah sampai berdakwah di negeri Bangsa Malai (Nusantara). Beliau diceritakan memperistri puteri Bangsa Malai, yang bernama Siti Qanturah (Qatura/Keturah). Bukti sejarah ajaran keimanan Nabi Ibrahim yg masih ada diantaranya pada Suku Jawa, Sunda Kuno & Batak menganut monotheisme, meyakini adanya ‘Allah Yang Maha Kuasa’, yang dilambangkan dengan ucapan bahasa ‘Nu Ngersakeun’ atau disebut juga ‘Sang Hyang Keresa’, Sang Hyang Widhi atau Sangkan Paraning Dumadi, Mulajadi Na Bolon (Tuhan Esa Segala yg Pertama dan Maha Besar).

    Sebelum meninggal dunia Nabi Ibrahim a.s. berwasiat kepada anak-anaknya untuk mencari satu tanah semenanjung di hujung dunia. Karena di sana nanti akan lahir Raja akhir jaman bernama Al-Mahdi (Imam Mahdi). Imam Mahdi akan pulang semula ke tanah asal bersama kaumnya dan akan memusnahkan bangsa Yahudi. Wasiat ini dilaksanakan oleh anak-anak Nabi Ibrahim dan kisah ini dicatat dalam kitab-kitab Yahudi. Kisah ini juga diceritakan oleh Rasulullah saw kepada para sahabat. Sebanyak 60 sahabat Rasul mengembara ke Timur mencari Bani Jawi (Bangsa Nusantara). Akhirnya Bani Jawi menerima Islam tanpa peperangan. Bani Jawi terkenal dengan akhlak dan kelemahlembutan mereka kerana mereka berdarah bangsawan dan kesatria perang yang dihormati. Dikisahkan dalam kitab Jawa pada sekitar abad ke 7 Raja Kediri (Prabu Jayabaya) kedatangan ulama islam Arab.

    Pasca Pamalayu II Nusantara mulai ambruk. Konfederasi (nasionalis) Majapahit bergerak ke sistem sentralistik (monarchi absolut) karena sentimen jawa dan non-Jawa mulai berkembang dikedua pasak Nusantara (Malayu dan Jawa). Kondisi ini dimanfaatkan oleh Imperialis Arabis Islam Palsu melakukan taktik gerakan infiltrasi siar agama & islam lewat Samudera Pasai, sebuah kerajaan kecil di utara Sumatera dan telah berdiri jauh sebelum konfederasi. Kemudian menyusul masuk misioneris agama Katolik & Kristen bersama tentara imperialis Eropa ke negara-negara timur, termasuk negara-negara Islam, untuk menyampaikan ajaran agama mereka. Aktivitas dan kinerja misionaris ini bisa disebut sebagai bantuan terhadap imperialis. Faktanya semua sama memiliki tujuan menghancurkan budaya, merongrong, menteror, infiltrasi, menghasut adudomba & menjajah bangsa Nusantara. Lebih dari 500 tahun bangsa ini dicekoki dikloning oleh budaya bangsa lain. Tidak heran kalau masih ada oknum bangsa yg debatebel terhadap Pancasila sebagai dasar perekat nasionalisme bangsa yg majemuk ini. Sekarang ini apa jatidiri bangsa Indonesia?.
    Bangsa Nusantara sejak ribuan tahun sebelum masehi sdh BERIMAN KEPADA TUHAN YME yg bersumber dari ajaran NABI IBRAHIM AS pada 1670SM & ajaran ISLAM ASLI melalui 60 sahabat Nabi Muhammad SAW pada abad ke 7. Kemudian pada sekitar abad 12 datang orang2 asing merubah budaya bangsa Nusantara dg agama2 PALSU para imperialis dg alasan & fitnah bahwa kita dianggap bangsa kafir. Yahudi Belanda dg kedok dagang VOC selama 200 thn & bangkrut mencari tau di Nusantara & Singapura ttg “Suku ke-13 Yahudi” & Imam Mahdi, sampai sekarang masih misterius.
    Coba renungkan ayat-ayat dibawah ini tepat sekali dg konfigurasi Bangsa Nusantara yg dikenal LEBIH ISLAMI (MURNI), PEMELUK ISLAM TERBESAR DIDUNIA & dari pemahaman versi Kitab Suci Yahudi bahwa dari Bangsa Nusantara akan lahir RAJA ADIL AKHIR JAMAN (IMAM MAHDI). Sedang dari versi hadits islam akan lahir dari keturunan Rasullullah SAW:

    “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” QS. At Taubah ayat 33.

    “Dan Kami ingin memberikan anugrah kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi ini, menjadikan mereka para pemimpin, dan menjadikan mereka sebagai para pewaris.” Surah al-Qashash (28) : 5

    “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih untuk menjadikan mereka sebagai khalifah di muka bumi ini sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai khalifah, menyebarkan bagi mereka agama yang telah diridhainya untuk mereka secara merata dan menggantikan ketakutan mereka dengan rasa keamanan (sehingga) mereka dapat menyembah-Ku dan tidak menyekutukan-Ku. Barangsiapa ingkar setelah itu, merekalah orang-orang yang fasiq.” Surah an-Nûr (24) : 56

    Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”. Ikutilah orang yang tiada minta Balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 36:20-21)

    CATATAN:
    KALAU BUDAYA ARABISME EMPAYAR ISLAM PALSU BERPERANG MENCARI KEKAYAAN RAMPASAN PERANG. MENYIMPANG DARI AJARAN ISLAM MURNI RASULULLAH SAW.

  28. Nasionalis indo says :

    INDIKASI SISA-SISA IMPERIALIS ARABISME ISLAM PALSU JAHILIYAH DI INDONESIA SAAT INI :
    BUKTI NYATA KEBRUTALAN BARBARIAN ARAB2 IMPERIALIS JAHILIYAH INI SUDAH SELAMA 14 ABAD TIDAK ISLAMI, TIDAK MEMILIKI AKAL NALAR BUDIPEKERTI ISLAM YG SEBENARNYA ISLAM SEBAGAI RAHMATINLIL ALAMIN. APAKAH ISLAM SUDAH DISUSUPI DARI DALAM DISALAH GUNAKAN?. Merinding bergetar hati orang beriman jika menghayati sabda Rasulullah saw: “Sesungguhnya, banyak dusta dan kebohongan dinisbatkan kepada diriku.” (Syaikh Kulaini, Ushul Kafi, jilid 1, h.62.).
    INDIKASI SISA2 IMPERIALIS ARABIS ISLAM PALSU JAHILIYAH BERGERAK DALAM BENTUK KARTEL MIRIP KOMUNIS. APAKAH INI SALAHSATU KARTEL IMPERIALIS ARABIS? ORGANISASI FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) DIDIRIKAN OLEH PARA ARAB (Hb. Muhsin Ahmad Al-Attas, Habib Rizieq, Abu Bakar Ba’asyir) BERKEDOK AGAMA ISLAM MELAKUKAN INFILTRASI, HASUTAN, ANCAMAN, PEMBENARAN DIRI SENDIRI, MENGKAFIRKAN ALIRAN/SEKTE LAIN DAN GERAKAN MENGIKIS MENGHANCURKAN BUDAYA/ATURAN DAN NEGARA ORANG, FAHAM GERAKAN YG MERACUNI MENGADUDOMBA BANGSA INDONESIA, TINDAKAN KEKERASAN (BARBAR), AMORAL, ULTIMATUM, DENDAM, INKONSTITUSIONAL, TIDAK AGAMIS (BERTENTANGAN DENGAN AJARAN AGAMA ISLAM YANG CINTA DAMAI), MENGANCAM PEMERINTAHAN YG SYAH.
    SEDANGKAN ISLAM ASLI BANGSA INDONESIA TIDAK MENGHENDAKI PENODAAN AGAMA ISLAM. ISLAM MENGAJARKAN KEUTAMAAN TINGKAHLAKU BERBUDIPEKERTI LUHUR, BUKAN BARBARIANISME. TINDAKAN BARBAR ADALAH BUKTI TIDAK MEMILIKI NALAR AKAL BUDIPEKERTI LUHUR, TIDAK MEMILIKI UPAYA TINDAKAN YG KONSTRUKTIF BERADAB AGAMIS. BANGSA DAN NEGARA INDONESIA TIDAK INGIN DIHANCURKAN DIADUDOMBA SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL OLEH AMBISI OKNUM2 IMPERIALIS BANGSA LAIN YANG BERKEDOK AGAMA. Infiltrasi arabis Islam di berbagai penjuru dunia muncul sebelum adanya gerakan militer. Infiltrasi ini berakar dari masalah KEBUDAYAAN dan KEPERCAYAAN (AGAMA) SEBAGAI KEDOK.
    ”Bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun 109:6). INDONESIA TERBENTUK DARI BERBAGAIMACAM SUKU BANGSA AGAMA HARUS BERSATU. OKNUM2 PEMIMPIN YANG BIADAB BARBAR MENGHANCURKAN BANGSA AKAN TERSELEKSI DAN DITINGGALKAN PENGIKUTNYA YANG LEBIH MENCINTAI KEHIDUPAN DAMAI. INGAT FIRMAN ALLAH DIBAWAH INI:

    “……Dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang -orang yang tidak mempergunakan akalnya.”( QS Yunus [10] ayat 100)

    ” Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk dijadikan pelajaran, maka adakah yang hendak mengambil pelajaran?” (QS. Al -Qamar [54] ayat 17)

    “Hai orang-orang yang BERIMAN, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. 49 ayat 6).

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar”. (QS.Ali Imran 142).

    “Setiap umat mempunyai batas waktu (ajal-nya), makakala ia telah tiba, maka mereka tidak akan bisa mengundurkannya sesaat pun, tidak pula mereka bisa memajukannya.” (QS 7:34)

  29. Nasionalis indo says :

    Dasar Pemikiran Salafi-Wahabi Arabisme Jahiliyah Perusak Agama Islam
    1. Pembalikan skala prioritas pada cara berpikir dan bertindaknya. Lebih memilih meneriakan slogan bid’ah-sesat pada orang yang merayakan acara maulid, ziarah kubur, dll yang hukumnya masih mukhtaf fihi, walapun berpotensi mengancam persatuan umat. Karena jelas sikap keras itu akan menimbulkan ketersinggungan dan menimbulkan aksi balas yang kontra-produktif.
    2. Dalam bidang pengetahuan agama, terlalu konsen dengan menghafalkan tumpukan muatan-syarah kitab, sibuk dengan fikih furu’iyah yang sering tidak di bandingi dengan pengetahuan kontemporer, sehingga yang terjadi adalah keluarnya fatwa-fatwa keras pada soal khilafiyah yang sering bertabrakan dengan kemaslahatan umat.
    3. Menutup pintu kebenaran dari pendapat orang lain. Seolah yang benar hanya dirinya saja. Efeknya mereka menekan orang lain untuk ikut pendapatnya. Bahkan sebagian dari mereka tak segan untuk menyesatkan ulama yang berfatwa kebalikan dari pendapatnya.
    4. Sering me-blowup permasalahan ajaran sufi, ziarah kubur, maulid nabi, tawasul dan sejenisnya, seolah-olah ukuran tertinggi antara yang hak dan bathil. Tapi pada saat yang sama mereka tidak peduli pada kebijakan publik dari pemerintahnya yang kadang tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan umat Islam. Mereka taat total pada penguasa yang kadang kebijakannya tidak arif. Sangat jarang, kalau tak dikatakan tak ada, tokoh-tokoh Wahabi melakukan kritik pedas pada pemerintahan Arab saudi soal soal sistem pemerintah, kebijakan penjualan minyak, kebijakan politik luar negeri, lebih-lebih mengkritik “kedekatan” pemerintahanya sama Amerika dan sekutunya.
    5. Terlalu mengagungkan tokoh-tokoh kuncinya, semisal Ibnu Taymiah, Bin Baz, dll, sehingga mengurangi nalar kritis. Padahal, pada saat yang sama mereka berteriak anti taklid.
    6. Terlalu asyik dengan permasalahan mukhlataf fihi, sehingga sering lalai dengan kepentingan global umat Islam.
    7. Terlalu tekstualis, sehingga sering menyisihkan pentingnya akal dan kerap alergi dengan hal-hal baru.

  30. Nasionalis indo says :

    TIGA SEBAB UTAMA SAAT INI UMAT ISLAM SEDUNIA TIDAK BISA BERSATU :
    1. FANATISME MAZAB DAN SEKTE
    Sikap yang tidak proporsional, sikap ingin menang sendiri, merasa pendapat mazhab atau kelompok/sekte-nya paling dan pasti benar sedangkan pendapat mazhab atau kelompok lain pasti salah. Yang terjadi kemudian adalah saling menghujat, melecehkan, menyesatkan bahkan mengkafirkan semua pendapat yang berbeda dengan pendapat mazhab atau kelompoknya.
    2. TUMBUH BERMBANGNYA NASIONALISME DITIAP NEGARA DIDUNIA
    Penyebab kedua susahnya mewujudkan persatuan umat adalah tumbuh kembangnya wabah nasionalisme. Nasionalisme merupakan suatu ikatan untuk mempersatukan sekelompok manusia berdasarkan kesamaan identitas sebagai sebuah “bangsa”. Paham nasionalisme tak pernah dikenal oleh umat Islam selama 10 abad. Paham ini baru masuk ke dunia Islam ketika Barat melancarkan penjajahan ke negeri-negeri Islam sejak abad ke-17 M. Bersamaan dengan penjajahan fisik, Barat dipimpin oleh Inggris dan Prancis juga menyebarkan paham nasionalisme kepada umat Islam, tujuannya jelas adalah untuk melemahkan persatuan umat Islam dan Daulah Islam yang ujung-ujungnya memecah belah umat dan melanggengkan penjajahan mereka di tanah umat Islam. Bukti keberhasilan Barat memecah belah umat Islam adalah dengan berdirinya lebih dari 50 negara bangsa (nation-state) dalam dunia Islam, sesuatu yang tak pernah terjadi dalam tubuh umat Islam selama lebih dari 13 abad.
    3. PESIMISME/PASRAH KEADAAN PERPECAHAN ISLAM
    Sikap pesimisme, pasrah dengan keadaan dan keputusasaan terhadap kondisi perpecahan umat seperti sekarang. Sikap ini kemudian menjadikan banyak umat Islam yang tak lagi bersemangat untuk mewujudkan persatuan umat, mereka menganggap upaya tersebut hanyalah upaya yang sia-sia, tak akan berhasil bahkan utopis. Hal ini juga menjadikan sebagian pejuang Islam mengambil sikap pragmatis, kompromi dengan cara-cara di luar Islam yang dianggap akan lebih cepat membuahkan hasil. Realita dan kondisi empiris dijadikan tameng dan pembenaran untuk mengambil langkah pragmatis dan kompromistis tersebut, padahal hal tersebut menyimpang dari garis yang ditetapkan agama Islam. Dan sikap ini sebenarnya akan semakin menjauhkan umat Islam dari persatuannya yang hakiki.

  31. Nasionalis indo says :

    Beberapa tradisi buruk masyarakat Arabisme Jahiliyah yg Sok Suci
    1. Perjudian atau maisir. Ini merupakan kebiasaan penduduk di daerah perkotaan di Jazirah Arab, seperti Mekkah, Thaif, Shan’a, Hijr, Yatsrib, dan Dumat al Jandal.
    2. Minum arak (khamr) dan berfoya-foya. Meminum arak ini menjadi tradisi di kalangan saudagar, orang-orang kaya, para pembesar, penyair, dan sastrawan di daerah perkotaan.
    3. Nikah Istibdha’, yaitu jika istri telah suci dari haidnya, sang suami mencarikan untuknya lelaki dari kalangan terkemuka, keturunan baik, dan berkedudukan tinggi untuk menggaulinya.
    4. Mengubur anak perempuan hidup-hidup jika seorang suami mengetahui bahwa anak yang lahir adalah perempuan. Karena mereka takut terkena aib karena memiliki anak perempuan.
    5. Membunuh anak-anak, jika kemiskinan dan kelaparan mendera mereka, atau bahkan sekedar prasangka bahwa kemiskinan akan mereka alami.
    6. Ber-tabarruj (bersolek). Para wanita terbiasa bersolek dan keluar rumah sambil menampakkan kecantikannya, lalu berjalan di tengah kaum lelaki dengan berlengak-lenggok, agar orang-orang memujinya.
    7. Lelaki yang mengambil wanita sebagai gundik, atau sebaliknya, lalu melakukan hubungan seksual secara terselubung.
    8. Prostitusi. Memasang tanda atau bendera merah di pintu rumah seorang wanita menandakan bahwa wanita itu adalah pelacur.
    9. Fanatisme kabilah atau kaum.
    10. Berperang dan saling bermusuhan untuk merampas dan menjarah harta benda dari kaum lainnya. Kabilah yang kuat akan menguasai kabilah yang lemah untuk merampas harta benda mereka.
    11. Orang-orang yang merdeka lebih memilih berdagang, menunggang kuda, berperang, bersyair, dan saling menyombongkan keturunan dan harta. Sedang budak-budak mereka diperintah untuk bekerja yang lebih keras dan sulit.

  32. dildaar80 says :

    salaam..ikut share ya…hehe

  33. amaterasu egi tenno says :

    bagus skali info nya…thanks gan….
    egivirus91.blogspot.com

  34. Joyo Brandal Luko Joyo says :

    Cerita versi BABAD TANAH JAWI dan SERAT KANDA itulah yang selama ini populer
    dikalangan masyarakat Jawa, bahkan pernah juga diajarkan disebagian sekolah
    dasar dimasa lalu. Secara garis besar, cerita itu boleh dibilang menunjukkan
    kemenangan Islam. Padahal sebenarnya sebaliknya, bisa memberi kesan yang
    merugikan, sebab seakan-akan Islam berkembang di Jawa dengan kekerasan dan
    darah. Padahal kenyataannya tidak begitu.

    Selain fakta lain banyak menungkap bahwa masuknya Islam dan berkembang ditanah Jawa dengan jalan damai. Juga fakta keruntuhan Majapahit juga menunjukkan bukan disebabkan serbuan tentara Islam demak.

    Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur
    Majapahit” secara panjang lebar membantah isi cerita itu berdasarkan bukti-bukti sejarah. Dikatakan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda yang ditulis abad XVII dijaman Mataram itu tanpa konsultasi sumber sejarah yang dapat dipercaya. Sumber sejarah itu antara lain beberapa prasasti dan karya sejarah tentang Majapahit, seperti “Negara Kertagama dan Pararaton”. Karena itu tidak mengherankan jika uraiannya tentang Majapahit banyak yang
    cacat.

    “Prasasti Petak” dan “Trailokyapuri” menerangkan, raja Majapahit terakhir adalah Dyah Suraprahawa, runtuh akibat serangan tentara keling pimpinan Girindrawardhana pada tahun 1478 masehi, sesuai Pararaton. Sejak itu Majapahit telah berhenti sebagai ibu kota kerajaan. Dengan demikian tak mungkin Majapahit runtuh karena serbuan Demak. Sumber sejarah Portugis tulisan Tome Pires juga menyebutkan bahwa Kerajaan Demak sudah berdiri dijaman pemerintahan Girindrawardhana di Keling.

    Saat itu Tuban, Gresik, Surabaya dan Madura serta beberapa kota lain dipesisir utara Jawa berada dalam wilayah kerajaan Kediri, sehingga tidak mungkin seperti diceritakan dalam Babad Jawa, Raden Patah mengumpulkan para bupati itu untuk menggempur Majapahit.

    Penggubah Babad Tanah Jawi tampaknya mencampur adukkan antara pembentukan
    kerajaan Demak pada tahun 1478 dengan runtuhnya Kediri oleh serbuan Demak
    dijaman pemerintahan Sultan Trenggano 1527. Penyerbuan Sultan Trenggano ini
    dilakukan karena Kediri mengadakan hubungan dengan Portugis di Malaka seperti yang dilaporkan Tome Pires. Demak yang memang memusuhi Portugis hingga menggempurnya ke Malaka tidak rela Kediri menjalin hubungan dengan bangsa penjajah itu.

    Setelah Kediri jatuh (Bukan Majapahit !) diserang Demak, bukan lari kepulau Bali seperti disebutkan dalam uraian Serat Kanda, melainkan ke Panarukan, Situbondo setelah dari Sengguruh, Malang. Bisa saja sebagian lari ke Bali sehingga sampai sekarang penduduk Bali berkebudayaaan Hindu, tetapi itu bukan pelarian raja terakhir Majapahit seperti disebutkan Babad itu.
    Lebih jelasnya lagi raden Patah bukanlah putra Raja Majapahit terakhir seperti
    disebutkan dalam Buku Babad dan Serat Kanda itu, demikian Dr. Slamet Muljana.

    Sejarawan Mr. Moh. Yamin dalam bukunya “Gajah Mada” juga menyebutkan bahwa
    runtuhnya Brawijaya V raja Majapahit terakhir, akibat serangan Ranawijaya dari kerajaan Keling, jadi bukan serangan dari Demak. Uraian tentang keterlibatan Mahapatih Gajah Mada memimpin pasukan Majapahit ketika diserang Demak 1478 itu sudah bertentangan dengan sejarah.
    Soalnya Gajah Mada sudah meninggal tahun 1364 Masehi atau 1286 Saka.

    Penuturan buku “Dari Panggung Sejarah” terjemahan IP Simanjuntak yang bersumber dari tulisan H.J. Van Den Berg ternyata juga runtuhnya Majapahit bukan akibat serangan Demak atau tentara Islam. Ma Huan, penulis Tionghoa Muslim, dalam bukunya “Ying Yai Sheng Lan” menyebutkan, ketika mendatangi Majapahit tahun 1413 Masehi sudah menyebutkan masyarakat Islam yang bermukim di Majapahit berasal dari Gujarat dan Malaka. Disebutkannya, tahun 1400 Masehi saudagar Islam dari Gujarat dan Parsi sudah bermukim di pantai utara Jawa.

    Salah satunya adalah Maulana Malik Ibrahim yang dimakamkan di Pasarean Gapura Wetan Kab. Gresik dengan angka tahun 12 Rabi’ul Awwal 882 H atau 8 April 1419 Masehi, berarti pada jaman pemerintahan Wikramawardhana (1389-1429) yaitu Raja Majapahit IV setelah Hayam Wuruk. Batu nisan yang berpahat kaligrafi Arab itu menurut Tjokrosujono (Mantan kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Mojokerto), nisan itu asli bukan buatan baru.

    Salah satu bukti bahwa sejak jaman Majapahit sudah ada pemukiman Muslim diibu kota, adalah situs Kuna Makam Troloyo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, JATIM. Makam-makam Islam disitus Troloyo Desa Sentonorejo itu beragam angka tahunnya, mulai dari tahun 1369 (abad XIV Masehi) hingga tahun 1611 (abad XVII Masehi).

    Nisan-nisan makam petilasan di Troloyo ini penuh tulisan Arab hingga mirip prasati. Lafalnya diambil dari bacaan Doa, kalimah Thayibah dan petikan ayat-ayat AlQuran dengan bentuk huruf sedikit kaku. Tampaknya pembuatnya seorang mualaf dalam Islam. Isinya pun bukan bersifat data kelahiran dan kematian tokoh yang dimakamkan, melainkan lebih banyak bersifat dakwah antara lain kutipan Surat Ar-Rahman ayat 26-27.

    P.J. Veth adalah sarjana Belanda yang pertama kali meneliti dan menulismakam Troloyo dalam buku JAVA II tahun 1873.L.C. Damais peneliti dari Prancis yang mengikutinya menyebutkan angka tahun pada nisan mulai abad XIV hingga XVI. Soeyono Wisnoewhardono, Staf Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala di Trowulan mengatakan, nisan-nisan itu membuktikan ketika kerajaan Majapahit masih berdiri, orang-orang Islam sudah bermukim secara damai disekitar ibu kota. Tampak jelas disini agama Islam masuk kebumi Majapahit penuh kedamaian dan toleransi.

    Satu situs kepurbakalaan lagi dikecamatan trowulan yakni diDesa dan kecamatan Trowulan adalah Makam Putri Cempa. Menurut Babad Tanah jawi, Putri
    Cempa (Jeumpa, bahasa Aceh) adalah istri Prabu Brawijaya yang beragama Islam. Dua nisan yang ditemukan dikompleks kekunaan ini berangka tahun 1370 Saka (1448 Masehi) dan 1313 Saka (1391 Masehi).
    Dalam legenda rakyat disebutkan dengan memperistri Putri Cempa itu, sang Prabu sebenarnya sudah memeluk agama Islam. Ketika wafat ia dimakamkan secara Islam dimakam panjang (Kubur Dawa). Dusun Unggah-unggahan jarak 300 meter dari makam Putri Cempa bangsawan Islam itu.

    Dari fakta dan situs sejarah itu, tampak bukti otentik tentang betapa tidak benarnya bahwa Islam dikembangkan dengan peperangan. Justru beberapa situs kesejarahan lain membuktikan Islam sangat toleran terhadap agama lain (termasuk Hindu) saat Islam sudah berkembang pesat ditanah Jawa.

    Dikompleks Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur misalnya, berdiri tegak Candi
    Siwa Budha dengan angka tahun 1400 Saka (1478 masehi) yang kini letaknya
    berada dibelakang kantor Pemda tuban. Padahal, saat itu sudah berdiri pondok
    pesantren asuhan Sunan Bonang. Pondok pesantren dan candi yang berdekatan
    letaknya ini dilestarikan dalam sebuah maket kecil dari kayu tua yang kini
    tersimpan di Museum Kambang Putih, Tuban.

    Di Kudus, Jawa Tengah, ketika Sunan Kudus Ja’far Sodiq menyebarkan ajaran
    Islam disana, ia melarang umat Islam menyembelih sapi untuk dimakan. Walau
    daging sapi halal menurut Islam tetapi dilarang menyembelihnya untukmenghormati kepercayaan umat Hindu yang memuliakan sapi.

    Untuk menunjukkan rasa toleransinya kepada umat Hindu, Sunan Kudus menambatkan sapi dihalaman masjid yang tempatnya masih dilestarikan sampai sekarang. Bahkan menara Masjid Kudus dibangun dengan gaya arsitektur candi Hindu.

    ketika kerajaan Majapahit berdiri sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Sejak didirikan Raden Wijaya yang bergelar Kertanegara Dharmawangsa, kerajaan ini senantiasa diliputi fenomena pemberontakan. Pewaris tahta Raden Wijaya, yakni masa pemerintahan Kalagemet/Jayanegara (1309-1328), yang dalam sebuah prasasti dianggap sebagai titisan Wisnu dengan Lencana negara Minadwaya (dua ekor ikan) dalam memerintah banyak menghadapi pemberontakan-pemberontakan terhadap Majapahit dari mereka yang masih setia kepada Kertarajasa.

    Pemberontakan pertama sebetulnya sudah dimulai sejak Kertarajasa masih hidup, yaitu oleh Rangga Lawe yang berkedudukan di Tuban, akibat tidak puas karena bukan dia yang menjadi patih Majapahit tetapi Nambi, anak Wiraraja. Tetapi usahanya (1309) dapat digagalkan.

    Pemberontakan kedua di tahun 1311 oleh Sora, seorang rakryan di Majapahit, tapi gagal. Lalu yang ketiga dalam tahun 1316, oleh patihnya sendiri yaitu Nambi, dari daerah Lumajang dan benteng di Pajarakan. Ia pun sekeluarga ditumpas.
    Pemberontakan selanjutnya oleh Kuti di tahun 1319, dimana Ibukota Majapahit
    sempat diduduki, sang raja melarikan diri dibawah lindungan penjaga-penjaga istana yang disebut Bhayangkari sebanyak 15 orang dibawah pimpinan Gajah Mada.

    Namun dengan bantuan pasukan-pasukan Majapahit yang masih setia, Gajah Mada
    dengan Bhayangkarinya menggempur Kuti, dan akhirnya Jayanegara dapat melanjutkan pemerintahannya.

    Berhenti pemberontakan Kuti, tahun 1331 muncul pemberontakan di Sadeng dan
    Keta (daerah Besuki). Maka patih Majapahit Pu Naga digantikan patih Daha yaitu Gajah Mada, sehingga pemberontakan dapat ditumpas. Keberhasilan Gajah Mada memadamkan pemberontakan Sadeng membawanya meraih karier diangkat sebagai mahapatih kerajaan.

    Namun pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pada tahun 1350-1389, berkali-kali
    sang patih Gajah Mada –yang juga panglima ahli perang di masa itu—harus menguras energi untuk memadamkan pemberontakan di beberapa daerah.
    Pemberontakan Ronggolawe sampai serangan kerajaan Dhaha, Kediri.

    Bahkan salah satu penyebab kemunduran dan hancurnya kerajaan Majapahit adalah ketika meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan, daerah bawahan mulai melepaskan diri dan berkembangnya Islam di daerah pesisir

    Kerajaan Majapahit yang pernah mengalami masa keemasan dan kejayaan harus
    runtuh terpecah-pecah setelah kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan
    Gajah Mada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: