Bung Karno saat berangkat dari Surabaya menuju Ende Flores

Bung Karno dilahirkan di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. Sejak duduk di HBS Surabaya, Bung Karno sudah belajar soal kebangsaan melalui bimbingan pimpinan Partai sarikat Islam, Haji Omar Said Tjokroaminoto sekaligus memahami sepak terjang kolonialisme Belanda. Setelah tamat dari Technische Hoge School Bandung (kini ITB) beliau menolak menjadi pegawai pemerintah, malahan terlibat dalam gerakan politik kebangsaan. Aktifitasnya antara lain mendirikan Algemeen Studieclub Bandung yaitu sebuah lembaga untuk berdiskusi soal kebangsaan dan perjuangan melawan kolonialisme. Selanjutnya pada tanggal 4 Juli 1927 bersama Mr. Sartono, Ir. Anwari, Mr. Sunario dan lain-lain beliau mendirikan PNI, sebuah partai politik yang sudah bertujuan kemerdekaan Indonesia. Tahun 1927 Bung Karno dan kawan-kawan mendirikan PPPKI (Permufakatan Partai-partai Politik Kebangsaan Indonesia), yaitu kesatuan organisasi yang didukung sejumlah partai politik di antaranya PNI, PSII, Budi Utomo, Pasundan, Sumatranen Bond, dan Kaum Betawi. Karena kegiatan politiknya yang radikal pada tahun 1930 Bung Karno ditahan pemerintah kolonial, kemudian dijatuhi hukuman selama 4 tahun dipenjara Sukamiskin Bandung. Pidato pembelaannya di Landraad Bandung (sekarang museum) diberi judul “Indonesia Menggugat” menjadi amat terkenal. Pada tanggal 31 Desember 1931 Bung Karno dibebaskan. Untuk menyambut pembebasan itu PPPKI menyelenggarakan pertemuan besar di Surabaya. Setelah bebas Bung Karno bergabung dengan Partindo (Partai Indonesia yaitu sebuah partai baru yang muncul setelah PNI bubar, beberapa saat setelah Bung Karno ditangkap). Karena tindakan radikalnya kembali yang berlanjut, tahun 1934 Bung Karno ditangkap dan diasingkan ke Ende (Flores), serta kemudian pada tahun 1938 dipindahkan ke Bengkulu. Perjuangannya melawan kolonialisme tidak pernah surut, bahkan di Bengkulu, Bung Karno aktif dalam kegiatan perkumpulan Muhammadiyah yang bercirikan Islam. Sebelum Jepang tiba di Indonesia (Maret 1942), Bung Karno rencananya akan dibawa Belanda ke Australia. Tetapi ternyata rencana itu batal. Ahirnya Bung Karno oleh Jepang. dibawa ke Jakarta. Sesuai kesepakatan di antara para pemimpin Nasional, Bung Karno bergerak secara terbuka seolah membantu Jepang. Padahal secara tersirat mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Para pejuang lainnya misalnya Sutan Sjahrir bergerak di bawah tanah, dengan maksud melakukan pembinaan kader serta melakukan siasat untuk persiapan dikala kemerdekaan itu tiba. Tanggal 1 Juni 1945, di depan sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), Bung Karno menyampaikan gagasannya tentang Pancasila, sebagai dasar falsafah negara Indonesia Merdeka. Tanggal 12 Agustus 1945 selaku ketua PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) Bung Karno, Bung Hatta dan Dr Radjiman Wediodiningrat, diundang ke Dalat (Vietnam) untuk menerima pemberitahuan bahwa Jepang setuju Indonesia Merdeka. Tapi semua menjadi kacau karena Jepang bertekuk lutut pada sekutu tanpa syarat tanggal 15 Agustus 1945. Atas prakarsa semua pimpinan Nasional saat itu, dan atas nama Bangsa Indonesia, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 bertempat di halaman rumah Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Tanggal 18 dan 19 Agustus 1945 dalam rapat Panitia Kemerdekaan, Bung Karno terpilih sebagai Presiden dan Bung Hatta sebagai wakil Presiden. Sebagai Presiden Bung Karno menjabat selama 22 tahun (18 Agustus 1945 sampai dengan 22 Februari 1967). Penyerahan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada pengemban Supersemar Jenderal Soeharto didasarkan pengumuman Presiden/Mandataris MPRS/Pangti ABRI tertanggal 20 Februari 1967 atas dasar Ketetapan MPRS no.XV tahun 1966 yang menyebutkan “Apabila Presiden berhalangan, maka pemegang Supersemar memegang jabatan Presiden”. Pada tanggal 21 Juni 1970, pada usia 69 tahu, setelah menderita sakit untuk beberapa lama, Bung Karno wafat. Beliau dimakamkan di Blitar sebuah kota di Jawa Timur tempat tinggal terahir kedua orang tuanya.

(diambil dari kang HBoesein-komunitas-Historia)

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: