HISTOROGRAFI

Tentang Beberapa Historiografi:

Dalam membicarakan soal periode sering telah berkali-kali dikemukakan, bahwa Sejarah Indonesia sesudah tahunn 1600 lebih bersifat Compagnies-historie, sejarah “Nederlanders buitengaats” atau “geschiedenis der Nederlanden buiten Europa”, yang umumnya ditulis di Nederlnds bagi Nederlanders, oleh penulis-penulis yang asing terhadap dunia timur yang historis ini dan tidak mempunyai perhatian terhadap kehidupan bangsa Indonesia, sehingga kekuarang-kekurangan ini berarti:

  1. cacat besar bagi sumber-suber sejarah Indonesia pada umumnya.
  2. mengabaikan banyak peristiwa-peristiwa dari dunia bangsa Indonesia.
  3. sejarah itu menjadi sempit dan tak lengkap.

Beberapa masalah sekarang kita hadapi dalam mempelajari historie der historiografie di Indonesia.

    1. Apakah yang kita sebut Compagnies-historie?Apakah sumber-sumbernya dan siapakah penulisnya?
    2. Apakah kekurangan-kekurangan dan cacat-cacat Compagnies-historie? Bila kekuarang-kekurangan itu sungguh terasa?Oleh siapa?
    3. Adakah penggalian sumber-sumber Indonesia? Adakah Percobaan melakukan sintesisi dengan sumber-sumber barat?
  1. Compagnies-Historie

Compagnies-historie adalah membicarakan terutama pimpinan dan pegawai-pegawai badan perdagangan ini yang meliputi daerah Decima sampai Kaapstad, kalau perlu mengisahkan bnagsa Indonesia yang secara kebetulan berhubungan dengan VOC. Rakyat yang juga berpikir, berperasaan dan bertindak jarang diperbincangkan.

VOC menggantikan tempat dari bangsawan atasan di dalam susunan masyarakat, sehingga VOC menjadi semacam dinasti yang juga mempunyai riwayat sendiri.

Compagnie’s Geschiedenis juga disebur Geschiedenis v/d nederlanders buiten Europe, jadi suatu perluasan Nederlandse Geschiedenis (maka juga disebut “Nederlandsche Geschiedenis Overzee”). Kemudian merupakan bagian dari Koloniale Geschiedenis pada umumnya.

Selama titel tetap begitu, tidak ada keberatan sesuatu apa, tetapi jika isi tetap sama sedang titel diubah, umpama menjadi : “Geschiedenis van Nederlands-Indie atau “Geschiedenis van Indonesie”maka titel dan isi tetap tidak sesuai sama sekali.

Dari mana diambilnya bahan-bahan bagi Compagnies. Geschiedenis sehingga tidak memenuhi syarat-syarat bagi sejarah Indonesia.

Sumber utama ialah scheepsjournalen yang banyak diterbitkan dalam abad ke XVII, antar lain “Begin en deVoortganck v.d Verenigde Nederlansche Geocrcyaerde oost-Indische Compagnie” yang mengisahkan tindakan-tindakan pertama dari OIC.

Para oostindievaarders tidak hanya melakukan perdagangan, tetapi mereka juga mencatat tentang keadaan-keadaan yang mereka lihat dan dengar dan yang istimewa, baik yang etnografis maupun yang historis.

Sumber-sumber lain bagi Compagnies-historie antara lain Placaet Boeck mengenai pelajran, perdagangan bebas, Ordonantien, Daghregister, Rapporten, dan sebagainya.

Sejarah yang merupakan risalah kejadian Compagnies adalah tulisan F. Valantijn, berkepala “Oud en Nieuw Oost-Indiën”, sebenarnya compilatie dari pengumuman, kenang-kenangan, fragmeng-fragmen dari reisverhalen, maka sejarah VOC dengan perbuatannya yang diutamakan Valantijn juga memakai tradisi jawa sebagai sumber sejarahnya.

Kelanjutan dari VOC historis ialah karangan van Dam: Beschrijvings der O.I. Compagnie.”

Sangat neerlandocentris, oleh karena mengetahui dan memandang Indonesië dari surat dan buku-buku VOC.

Suatu revolusi dalam historiografi tentang Indonesia yang membuang Neerlando-centrisme dan VOC historie ialah Thomas stamford Raffles: banyak menggunakan sumber-sumber Indonesia, antar lain serat, Babad dan sebaliknya sumber-suber belanda banyak yang diabaikan.

Meskipun kadang-kadang sangat kurang kritis dalam pemakaian sumber-sumber Indonesia, tetapi sudah satu langkah maju kearah Indonesia-centrisme, meskipun lebih khusus merupakan javans-centrisme yang timbul padanya karena perasaan Anti belanda.

Sejarah sesuatu bangsa tak boleh terbatsa pada sejarah yang menjajah atau kolonisator!. Rafflesjuga mengambil inisiatif untuk membuatpenyelidikan tentang sejarah sebelum tahun 1500 dan tentang seni-bangun dan pahat dari zaman Hindu-Jawa, tentang prasasti-prasati dan antiquisties. Dengan demikian dibangkitkan perhatian terhadap tidak hanya bangunan-bangunan Hindu-Jawa, tetapi juga pada sejarahnya.

Meskipun bukunya “History of Java” disana-sini menunjukkan sifat romantis, tetapi dapat kita anggap berjasa dalam mempelopori mempergunakan sumber-sumber Indonesia, suatu jenis Historiografi sebagi antitesis dari Compagnie-historie.

Seorang historiograaf yang mengikuti jejak raffles adalah J. Hageman seorang belanda pertama-tama mencoba menulis suatu sejarah nasional. Hageman mencoba mempergunakan sumber-sumber Indonesia dan menaruh tekanan pad data Indonesia.

Denagn jalan itu ia berusaha mengubah secara radikal historiografi yang memandang pihak Eropa sebagai yang poko, utama, ideal, sedangkan pihak Indonesia hanya merupakan tambahan saja. Ia bersikap lebih kritis terhadap tokoh-tokoh Belanda, sebaliknya lebih mengutamakan tokoh-tokoh Indonesia.

Sayang bahqwa tulisannya hany terbatas pada sejarah di Jawa: masih Javancentris, belum meningkat ke Indonesians-centrisme.

Hal ini sudah dimengerti, kalau diingat bahwa sebelum abad XIX masih susah dicari unsur-unsur unifikasi (unificeren element) dalam sejarah Indonesia: sebagian besar merupakan locale historiografie yang berdasarkan atas sumber-sumber lokal pula. Hageman belum menaruh perhatian terhadap “Buitengenwesten” dan tidak mungkin membuat sintesisi dari lokal historiografi, Meskipun

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

One response to “HISTOROGRAFI”

  1. hariwibowo says :

    saya ada buku History of Java karangan Rafles, kalau anda berminat buku tersebut mau dijual 15 jt. trim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: