KAROLING

Signifikansi historis Zaman Karoling jauh melampaui prestasi-prestasi materialnya

(Christopher Dawson)

            Zaman Karoling di Eropa Barat adalah pengaruh yang begitu besar dari sebuah keluarga atau dinasti pada abad VIII dan IX. Periode ini merupakan masa kebangkitan kebudayaan Eropa Kristen dalam peradaban pertengahan.

            Penyebutan zaman Karoling ini berdasarkan dari sebuah dinasti keluarga yang bernama Karoling yang berasal dari para tuan tanah di Lembah Meuse, khususnya di daerah Brussels Belgia dan Cologne Jerman. Pendiri keluarga ini adalah St. Arnulf, kemudian menjadi Uskup Metz. Keluarga Karoling menjadi keluarga yang menonjol pada saat itu, karena kedekatan keluarga itu dengan gereja. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi pengikutnya.

 

Permulaan Daya Tarik Keluarga Karoling

            Keluarga Karoling mulai memiliki daya tarik ketika Paus Gregorius III mendapatkan ancaman dari orang-orang Lombardia. Raja dari orang Lombardia berambisi untuk mencaplok daerah-daerah semenanjung  yang belum ditaklukkan. Paus khawatir bila raja  orang Lombardia itu menguasai Roma dan mendikte kekuasaan gereja.

            Dari ketakutan itu paus meminta bantuan kepada Keluarga Karoling. Pendiri keluarga Karoling, St. Arnulf, telah menjadi Uskup Metz. Maka Paus meminta salah satu anggota keluarga Karoling, yaitu Charles Martel untuk membantunya. Tetapi Charles Mantel tidak bersedia untuk membantu, akhirnya yang menanggapi permintaan Paus adalah Pepin si Pendek, anak Charles Martel.

            Untuk mengatasi maslah Paus itu, Pepin mulai menyingkirkan keluarga Meroving yang menguasai kerajaan orang-orang Frank, yang wilayahnya disebut Frankland di sekitar Danau Danube. Perebutan kekuasaan itu, juga melibatkan campur tangan Paus. Paus menyatakan bahwa keluarga Meroving tidak pernah menunjukkan keinginana untuk mengabdi kepada gereja. Sehingga Paus mengangkat Pepin sebagai raja untuk menggantikan kekuasaan keluarga Meroving di Frankland.

            Kemudian Paus menagih janji kepada Pepin untuk membersihkan orang-orang Lombardia yang melakukan agresi ke Roma. Pepin segera melakukan ekspansi kepada orang-orang Lombardia yang telah memasuki wilayah Italia. Ekspansi pepin itu dilakukan pada tahun 754 dan 756. Keduanya berhasil. Atas keberhasilan Pepin tersebut, maka munculllah Negara Kepausan di Italia, dengan Paus sebagai kepalanya.

            Setelah Pepin meninggal pada 768 dan diteruskan oleh Karel Agung, yang memerintah dari 768 hingga 814. Karel Agung memerintah orang-orang Frank di Rhein dan Pyrenia, jug amemerintah orang-orang Lombardia di Italia. Bahkan negara kepausan juga berada di bawah kendalinya.

            Wilayah kekuasaan Karel Agung membentang dari Sungai Elbe dan daerah yang di huni oleh orang-orang Friss di Jerman Utara. Kemudian batas timur mencapai sepanjang sungai Oder dan mencaplok Bohemia, Moravia, Pannonia, dan Croatia. Kekuasaan Karel Agung juga telah mencapai Spanyol, yang terbentang antar Sungai Ebro hingga Pengunungan Pyrenia, termasuk kota Barcelona.

            Pada masa kekuasaan Karel agung ini terjadi kekacauan di Negara Kepausan. Karel Agung yang memiliki otoritas yang jelas atas Paus, tapi ia tak berhak mencampuri urusan kepausan. Jadi, jelas bahwa  Paus memiliki otoritas penuh dalam pengambilan keputusannya. Akan tetapi kemerdekaan Paus sering diganggu oleh para bangsawan-bangsawan ambisius yang memanfaatkan gereja. Paus mengatasi hal itu dengan meminta bantuan kepada Karel Agung untuk menertibkan para bangsawan dan memulihkan otoritas kepausan. Ini kesempatan bagi Karel Agung untuk menunjukkan kebaktiannya kepada gereja. Sehingga Karel Agung mendapatkan julukan “Charles Augustus”.

            Setelah meninggalnya Karel Agung, kekuasaannya diambilalih oleh Louis, puteranya, yang memerintah dari 814 hingga 840. Tetapi setelah kematian Louis terjadilah perebutan kekuasaan antar cucu-cucu Karel Agung yaitu Lothaire, Louis, dan Charles. Ketiganya dapat didamaikan dengan menandatangani Traktat Verdun (843).

            Tercapainya perjanjian itu ternyata bukan merupakan akhir dari pertikaian. Berbagai pertempuran yang sengit terus berlangsung dan kehancuran kelurga Karoling tidak dapat dielakkan. Kekuasaan keluarga Karoling hancur akibat pertikaian di kalangan keluarga sendiri, serangan dari suku bangsa Norse, Arab (Saracen), dan Magyar. Sehingga muncullah dua kerajaan baru dari wilayah kekuasaan kelurga Karoling yaitu Prancis dan Jerman.

 

Karel Agung: Pencapaian Dalam Sejarah Besar Keluarga Karoling

            Sisa-sisa institusi Karel agung ternyata sangat berarti bagi masa depan sejarah Eropa Barat.Karel Agung telah banyak menyokong kehidupan biara dan gereja. Kedua jenis institusi ini sebagai penjaga kehidupan moral dan intelektual, yang secara formal ditrasformasikan di kehisdupan budaya Eropa.

            Karel agung juga telah menyebarluaskan agama Kristen. Orang-orang Saxon yang belum beragama Kristen dipaksa oleh Karel Agung untuk menerima pembaptisan. Kemudian Karel Agung membangun unit-unit keuskupan dan paroki. Biara dan gereja banyak dibangun pada zamannya.

            Pada masa Karel agung sudah terdapat beberapa sekolah yang  terkenal, seperti sekolah-sekolah Irlandia dan sekolah-sekolah Anglo-Saxon. Sekolah-sekolah itu mengilhami Karel Agung untuk memperkenalkan ilmu-ilmu aritmatika, musik, geometri, astronomi, teologi dan injil kepada orang-orang Frank. Atas nama pendidikan, Karel Agung menggunakan pengaruhnya untuk memperkenalkan pengetahuan yang telah dikembangkan di Italia, Spanyol, Irlandia, dan Inggris ke Frankland.

            Usaha dalam bidang pendidikan ini, memunculkan sarjana-sarjana yang terkenal pada zaman Karel Agung ini. Sarjana-sarjana itu seperti Paul Deacon, pengarang       History of the Lombards, Theodulf, dan Angilbert. Tetapi sarjan yang terkenal pada ma situ ialag Alcuin. Alcuin oleh Karel Agung diangkat sebagai kepala urusan pendidikan kerajaan, sekolah istana, dan kepala biara di Tours. Selain Alcuin, hasil pendidikan itu melahirkan sarjana Eginhard yang pad mulanya sebagai seorang murid sekolah istana, yang kemudian menjadi penasehat, sahabat, dan sekretaris Karel Agung. Karyanya yang terbesar ialah   Life of Charlemagne, dan biografi Karel Agung yang berjudul Lives of the Caesars.

           

           

 

 

 

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

One response to “KAROLING”

  1. fickry says :

    bagus Tan..blognya ramai..
    moga tulisan2nya bermanfaat dan dijdikan salah satu referensi mahsiswa sjarah..

    btw, gmn nih…udh ya..hoho..
    ajakin tmn2 seangkatanmu tuh..

    Satya Dharma Bhakti Nusantara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: