babad pacina

Tokoh :
Cik Macan & Muda Tik
Martapura (Paridan)
Sing teh/Sing Seh
Natakusuma/Patih
Ngabehi Mangkudirama
Adipati Cakraningrat
Jayaningrat
Rd Pringgalaya
Metaun
Suryadiningrat
Pangeran Wiramanggala
Puspadirja
Wirajaya
Pangeran Tepasana
Mlayakusuma
Pangeran Arya Jayakusuma
Kapten Lapel
Rdms. Wirareja
Mantri Kalang-Gowong
Sapanjang
Rd Sumadiwirya
Mlayakusuma
Tumenggung Jipang

Kronologi
Raja dan Adipatinya sepakat memihak pemberontak Cina, mengirim Martapura
Martapura mengirim surat tipuan ke VOC
Martapura melakukan perang tipuan di depan VOC
Patih yang tidak mengetahui tipuan marah pada Martapura
Martapura menjelaskan semuanya ke Patih dan Raja
VOC meminta kembalinya para bupati
Orang-orang Cina dikeluarkan dari kota
‘Perang’ antara orang-orang Cina dan prajurit Demak
Muncul konflik dengan Madura yang tidak dilibatkan sebelumnya, Madura menyarankan untuk tidak ikut campur
Terjadi perang dengan Madura
Persiapan perang di Demak, VOC diundang.
Perang di sumur Bacin. Prajurit Sing Seh terlalu semangat sehingga barisan Jawa kerepotan
Pihak madura bersiap menumpas orang-orang Cina
Utusan pemberontak cina ke Priggalaya dipenggal, kepalanya digunakan untuk menyenangkan VOC.
Terjadi tipu-menipu dan konflik rumit dalam kalangan, Pangeran Tepasana dan Jayakusuma dibunuh dengan rencana Pangeran Wiramanggala
Pangeran Wiramanggala lari dari istana
Pangeran Wiramanggala diterima Sing seh
Raja dinasehati oleh Jayaningrat
Terjadi perang dengan Kompeni karena adu domba yang gagal.
Prajurit Cina bersama-sama Jawa mengepung benteng VOC
Pelarian 1000 pemberontak Cina Batavia datang dan membantu
VOC menyerah, ditawari masuk Islam atau dibunuh
VOC mngirim 100 prajurit ke Semarang
Istana menyiapkan prajurit untuk berperang ke Semarang.
Mlayakusuma menerima nasihat dari Jayaningrat
Sing seh membuat benteng di Pangambengan, meminjam meriam raja
VOC menyerang dan berhasil mengambil meriam-meriam yang tadinya milik raja
Rd Mlayakusuma dan Rd Wiryadiningrat merebutnya kembali, tetapi rakyat Jawa jadi korban
Prajurit madura membuat barisan di Sedayu
Pringgalaya dan Tirtawiguna yg tidak dapat memberi pendapat diusir Natakusuma

Ringkasan dari ringkasan

Raja dan Adipatinya sepakat memihak pemberontak Cina secara rahasia, mengirim Martapura untuk bersekutu dengan pemberontak Cina. Martapura kemudian mengirim surat tipuan ke VOC bahwa terdapat gerombolan 300 perampok Cina. Ia memohon bantuan pasukan dari VOC.
Martapura menyusun siasat dengan Cik Macan dan Muda Tik untuk melakukan perang tipuan di depan VOC. Tipuan berhasil mngelabui VOC, namun Patih yang tidak mengetahui tipuan hanya mendengar berita ‘kemenangan’ Martapura. Ia pun marah pada Martapura sampai akhirnya Martapura menjelaskan semuanya ke Patih dan Raja.
VOC meminta kembalinya para bupati/tumenggung dalam rangka menangani keadaan Semarang. Orang-orang Cina dikeluarkan dari dalam negeri secara rahasia. Terjadi ‘Perang’ antara orang-orang Cina dan prajurit Demak. Muncul konflik dengan Madura yang tidak dilibatkan sebelumnya, Madura menyarankan untuk tidak ikut campur. Hingga terjadi perang dengan Madura
Persiapan perang di Demak, VOC diundang. Perang di sumur Bacin. Prajurit Sing Seh terlalu semangat sehingga barisan Jawa kerepotan, ikut Pihak madura bersiap menumpas orang-orang Cina Utusan pemberontak cina ke Priggalaya dipenggal, kepalanya digunakan untuk menyenangkan VOC.
Terjadi tipu-menipu dan konflik rumit dalam kalangan, Pangeran Tepasana dan Jayakusuma dibunuh dengan rencana Pangeran Wiramanggala. Karena ketahuan Pangeran Wiramanggala lari dari istana. Akhirnya Pangeran Wiramanggala diterima oleh Sing seh. Raja dinasehati oleh Jayaningrat mengenai keadaan di istana.
Terjadi perang dengan Kompeni karena adu domba yang gagal. Prajurit Cina bersama-sama Jawa mengepung benteng VOC. Pelarian 1000 pemberontak Cina Batavia yang dipimpimpin Sapanjang datang. Sapanjang meghadap raja untuk meminta pekerjaan. Ia ditugasi membantu melawan VOC. Hasilnya VOC menyerah, mereka ditawari masuk Islam atau dibunuh.
VOC akhirnya mengirim 1000 prajurit ke Semarang melalui laut. Prajurit ini terdiri dari prajurit dari Ambon, Makasar, dan ternate. Gresik, Blambangan, dan Sedayu memihak ke Madura. Kemudian Pemberontak Cina dan prajurit raja bertempur melawan VOC dan Madura. VOC kalah.
Istana menyiapkan prajurit untuk membantu berperang ke Semarang. Mlayakusuma memberitakan pada Jayanigrat bahwa jayaningrat diganti oleh Raden Supama. Mlayakusuma menerima nasihat dari Jayaningrat Jayaningrat akhirnya bunuh diri tidak ingin melihat nasib buruk rajanya.
Sing seh dan para senapati membuat benteng di Pangambengan, meminjam meriam raja. VOC menyerang dan berhasil mengambil meriam-meriam yang tadinya milik raja Raja marah dan memerintahkan untuk merebut kembali meriam-meriam tersebut. Rd Mlayakusuma dan Rd Wiryadiningrat merebutnya kembali, tetapi rakyat Jawa jadi korban
Akhirnya para prajurit dari pihak madura membuat barisan di Sedayu untuk melawan raja
Pringgalaya dan Tirtawiguna yg tidak dapat memberi pendapat diusir Natakusuma

Kritik
Dalam ringkasan tidak ditemui hal-hal ajaib atau mukjizat
Penulis menggambarkan bahwa prajurit Jawa sudah sedemikian disiplin. Perang yang dilakukan adalah perang antar musket,1 yang dilakukan dalam barisan. Skenario perang tipuan seperti disebut dalam teks sangat mudah dilakukan jika perang yang dilakukan menggunakan taktik perang Napoleonik.
Tokoh yang paling diutamakan penulisnyanya adalah Jayaningrat, sang raja dan Patih justru digambarkan keliru mengambil keputusan.
Madura digambarkan sebagai bagian Jawa yang mbalelo, tetapi penulis mengesampingkan kemungkinan transaksi-transaksi politik yang terjadi antara VOC dan kalangan istana.
Dilihat dari namanya Sing Teh kemungkinan adalah seorang keturunan Tionghoa dengan bapak pribumi, Ia tidak memiliki nama keluarga. Kecuali jika sebenarnya ia memiliki nama keluarga.
Sapanjang dtaang tidak langsung bergabung dengan Sing Teh tetapi menghadap ke Raja. Mengapa?

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

12 responses to “babad pacina”

  1. ruli wiramanggala says :

    bisakah saya mengetahui semua anak2 dari keturunan wiramanggala, baik itu isteri maupun dari selir beliau.

  2. sejarawan says :

    Bisa saja tapi dengan bukti-bukti sejarah yang lengkap,baru anda bisa menemukan silsilah dari Pangeran Wiramanggala. tetapi kritik sejarah akan memerlukan pengamatan dan kritik yang sangat teliti dan hati-hati.
    Apakah Ruli Wiramanggala mengira keturunan dari Pangeran Wiramanggala atau bahkan keturunannya langsung?
    Coba tanykan orang tua Ruli dahulu!kenapa dikasih nama Wiramanggala?heheh
    maaf ini cuma guyonan
    Tetapi untuk mencari info lebih lengkap tentang Pangeran wiramanggala bisa anda lakukan!
    Tetap semangat!!!!!,buatlah jejak sejarah bagi dirimu sendiri!!!Makasih Pertanyaannya.

  3. ruli wiramanggala says :

    makasih atas petunjuk mas. kedua orang tu saya udah meninggal dan beliau ga ada ngejelasin siapa wiramanggala tapi saya ada diberi catan tentang nama buyut dari bapa yaitu:ruli wiramanggala bin erdi bin raden m.enoh bin r.junaedi bin r.sain bin r.lasyam bin r.danun/mbah rahmat ciburuy bin r.cakrawali bin r.matra gandra bin r.wiranagapati cuma itu yang saya tau dan saya dari kecil tinggal di kalimantan saya semoga ada penjelasan yang lebih mendalam dari mas tentang wiramanggala dan silsilah yang saya sebutkan diatas. mohon maaf kalau ada salah kata.

  4. sejarawan says :

    comment untuk ruli wiramanggala
    saya salut terhadap silsilah yang kamu beritahu kepadaku. karena mengapa orang Jawa itu jarang sekali menulis garis keturunannya,karena kebudayaan yang berkembang di Jawa adalah kebudayaan, walaupun jawa memiliki kebudayaan tulis-menulis.
    mungkin saya akan dalami lagi tentang babad Pacinan. karena babad itu perlu kritikan yang sangat teliti dan detail.
    karena babad itu tergolong karya sastra dan sebagai sumber sejarah asli Indonesia.
    Dilihat dari silsilah tadi kamu termasuk golongan ningrat, karena didepan ada huruf “r”,itu berarti raden?iya kan?
    babad pacina dibuat ketika ada perang Cina di jawa, yang dibuat oleh yasadipura I. coba cari tahu di arsip keraton Surakarta?karena zaman itu kekuasaan dipegang oleh kerajaan surakarta.met untuk menelusuri kakek dan nenek buyut kamu!
    nanti kalau ada tentang tokoh itu atau tulisna lagi tentang babad tak upload disini lagi,oke!

  5. ruli wiramanggala says :

    ass mas sejarawan, mas saya mau tanya gimana dengan asal usul dari raden ningrat wiranagapati mataram yogyakarta, yang saya tau mataram yogyakarta adalah kerajaan islam apakah benar.? dan beliau R.N. wiranagapati apakah islam atau bukan. sebelum dan sesudahnya terima kasih

  6. D3d3 says :

    Iam help you its problem cakrawali and gunung kencana under history, and thanks for attention. Please visited to me

  7. ghafur says :

    wira mAnggala apakah ada hubunganya dgn sura manggala.

  8. Neneng says :

    Maaf Saya tanya, apakah Wiramanggala dari Cirebon/Kuningan Jawa Barat, Karena Saudara laki saya memakai Wiramanggala yang kata bapak saya itu nama dari buyut saya ….

  9. Erick Rukman setia says :

    Sura manggala/wira manggala cirebon /al madasan.. Msh buyut saya juga sya punya silsilahnya.. Sura manggala menikah dengan emi entuk dengan keturunan abah aminta selanjutnya mamat rahmat yg adalah kakek saya di banjaran..

  10. wiwit says :

    maaf boleh saya gabung,

    nama saya wiwit untuk mebahas masalah ini mungkin kalian bisa liat di scrid.com atatu di blogger badungbanget75@gmail.com sedikit tulisan hasil dari penelusuran saya selama 10tahun

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: