Loncatan Ilmu Pengetahuan Modern Dalam Bidang Pelayaran

Modernisasi adalah jasa dari “orang gila” yang berbakat

A. Pendahuluan

Modernisasi merupakan sebuah cara manusia untuk melakukan survivalisasi lebih baik. Dalam melakukan hal itu manusia akan senantiasa berusaha merubah cara lama dengan cara baru yang dianggap lebih baik. Sehingga modernisasi akan membawa perubahan pola hidup suatu kelompok. Pola-pola lama yang dianggap tidak relevan secara berangsur-angsur akan diganti dengan pola baru yang sesuai. Perubahan yang akan membawa pada pola modern merupakan sebuah transisi gradual. Sebuah proses yang dihasilkan dalam berbagai aspek, latar belakang yang saling berinteraksi secara kompleks dan berkelanjutan.

Modernisasi yang terjadi pada suatu tempat akan berbeda dengan tempat yang lain. Waktu untuk menentukan modernisasi pun juga berbeda tergatung atas pandangan dan pengertian tentang modern itu sendiri. Modern yang ada di Asia pastilah berbeda dengan modern yang terjadi di Eropa. Bentuk modernisasi Eropa dengan bentuk modern Asia juga pasti berbeda. Apalagi segi waktu dalam modernisasi antara abad ke-16 akan berbeda dengan modernisasi abad ke-19.

Modernisasi akan terus berlanjut, dengan adanya penemuan-penemuan baru dari para ahli. Sehingga nantinya sebuah perkembangan ilmu pelayaran kan berkembang pesat. Perkembangan itu akan nampak terlihat ketika orang pertama kali membuat sampan, kemudian perahu, dan kapal. Kapal pun akn berkemabng dari kapal yang digerakkan menggunakan kekuatan angin, kemudian didayung dengan tenaga manusia, mesin uap, mesin diesel, hingga menggunakan tenaga nuklir.


B Pembahasan

B.1 Kompas

Kompas adalah alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.

Alat apa pun yang memiliki batang atau jarum magnetis yang bebas bergerak menunjuk arah utara magnetis dari magnetosfer sebuah planet sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam adalah kompas yang dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah alat khusus berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati variasi pergerakan jarum. Girokompas digunakan untuk menentukan utara sejati.

Lokasi magnet di Kutub Utara selalu bergeser dari masa ke masa. Penelitian terakhir yang dilakukan oleh The Geological Survey of Canada melaporkan bahwa posisi magnet ini bergerak kira-kira 40 km per tahun ke arah barat laut.

Navigasi mengalami perkembangan yang cukup berarti pada masa revolusi perdagangan. Sejak zaman kuno, para pelaut telah terbiasa mengatur pelayaran mereka dengan mendasrkan diri pada letak bintang-bintang yakni dengan memastikan arah dari posisi bintang kutub. Para navigator suku-suku utara yang mengitari Eropa barat dari Trondheim di Norwegia, dengan tujuan ujung paling selatan Greenland. Pelayaran itu biasanya berhasil mereka lakukan.

Setelah tahun 1300 para pelaut mulai lebih menyandarkan diri pada kompas, daripada mengamati letak bintang-bintang. Tentang penemuan kompas ini barangkali dapat dilacak pada orang-orang Arab, dan dari mereka dapat diduga bahwa alat ini besar kemungkinan ditemukan oleh orang CIna. Dalam Kisah Seribu Satu Malam diceritakan adanya kapal yang mendekati gunung besi magnetis, dan begitu kapal itu telah dekat paku-paku serta gelondongan kayu yang tak diikat tertarik keluar dari palka.

Pengembangan kompas ditentukan sekali olah penemuan daya magnetis, yakni jika salah satu ujung sebuah jarum, yang diikat pada gabus yang mengapung di air, digosokkan pada besi magnetis ujungnya yang bermagnet akan menunjukkan arah utara, ujung lainnya menunjukkan arah selatan. Dengan kompas para pelaut dimungkinkan sekali untuk memestikan arah walaupun langit berselimut awan dan bintang-bintang tak terlihat. Bangas Eropa pertama yang menggunakan kompas adalah para pelaut Amalfi, sebuah kota di Italia selatan, yang memiliki hubungan dagang dengan Mesir dan Syria.

B.2 Kemajuan Pembuatan Peta Pelayaran Dan Navigasi

Untuk menentukan arah, pada masa lalu kapal berlayar tidak jauh dari benua atau daratan. Namun sesuai dengan perkembangan akhirnya para awak kapal menggunakan bintang sebagai alat bantu navigasi dengan alat bantu berupa kompas dan astrolabe serta peta. Ditemukannya jam pasir oleh orang-orang Arab juga ikut membantu navigasi ditambah dengan penemuan jam oleh John Harrison pada abad ke-17. Penemuan telegraf oleh S.F.B Morse dan radio oleh C. Marconi, terlebih lebih penggunaan radar dan sonar yang ditemukan pada abad ke 20 membuat peranan navigator agak tergeser. Satuan kecepatan kapal dihitung dengan knot dimana 1 knot = 1,85200 km/jam.

Menjelang akhir abad ke-20, navigasi sangat dipermudah oleh GPS, yang memiliki ketelitian sangat tinggi dengan bantuan satelit.Selain dari itu system komunikasi yang sangat modern juga menunjang navigasi dengan adanya beberapa macam peralatan seperti radar type Harpa memungkinkan para navigator / Mualim bisa melihat langsung keadaan kondisi laut. Radar harpa ini adalah radar modern yang bisa mendeteksi langsung jarak antara kapal dgn kapal, kapal dengan daratan , kapal dengan daerah berbahaya, kecepatan kapal, kecepatan angin,dan mempunyai daya akurasi gambar yang jelas. Selain dari itu ada lagi system GMDSS (Global Maritime Distress safety system) Suatu system keselamatan pelayaran secara global. Kalau suatu kapal berada dalam kondisi berbahaya system ini akan memancarkan berita bahaya yang berisi posisi kapal, nama kapal, jenis marabahaya,tersebut secara otomatis, cepat, tepat , akurat. Untuk system komunikasi lainnya ada INMARSAT (International Maritime satelite) Suatu system pengiriman berita menggunakan E-Mail, Telephone, Telex, ataupun Faximile.

B.3 Perkapalan

Perkapalan terus mengalami perkembangan selama Abad pertengahan sampai abad Eropa modern. Sampan dan kapal-kapal besr telah ada di kawasan Laut tengah jauh sebelum zaman Homerus, karena perdagangan di kawasan inidiperkirakan sudah dimulai sejak akhir zaman Batu baru. Selma zaman Yunani-Romawi, kapal dibuat lebih besar, cepat, dan mewah. Di Eropa utara, kapal-kapal yang ada tetap berukuran kecil, karena disesuaikan dengan gelombang laut baltik, Laut Utara, Selat Inggris, dan samudera Atlantik yang lebih keras. Orang-orang Viking menirukan para pembuat kapal Romawi, tetapi kapal mereka masih kalah mewah.

Dalam kapal-kapal bangsa Viking terdapat menara kecil tempur baik di bagian depan maupun di bagiajn buritan. Pada abad XIII muncul suatu inovasi yang sangat berarti, yakni pemasangan kemudi pada buritan kapal. Menara-menar tempur kecil itu menjadi bagian yang permanent. Menara yang di depan berfungsi untuk bertempur, sedangkan yang buritan kemudian dialihfungsikan menjadi kabin baik untuk menumpang maupun awak kapal. Secara bertahap, kapal-kapl dibikin menjadi lebih besar lagi dan dilengkapi dengan du atau tiga tiang. Para pembuat kapal pada akhir abad pertengahan sampai pada abad Eropa modern terus mengembangkan cara pembuatan kapal yang mampu menghasilkan kapal yang lebih besar lagi, dan yang kemudian gigunakan oleh orang-orang seperti Vasco Da Gama, Magellan, Columbus untuk mengarungi samudera.

B.4 Kemajuan Teknologi Perkapalan

Kapal, seperti sampan atau perahu, merupakan suatu kendaraan yang dibuat untuk lautan atau pengangkutan merintang air. Ia biasanya cukup besar untuk membawa perahu kecil seperti perahu keselamatan. Secara kebiasaannya kapal bisa membawa perahu tetapi perahu tidak boleh membawa kapal. Ukuran sebenarnya dimana sebuah perahu disebut kapal selalu ditetapkan oleh undang-undang dan peraturan atau kebiasaan setempat.

Berabad abad kapal digunakan oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan yang diawali oleh penemuan perahu. Biasanya manusia pada masa lampau mengunakan kano, rakit ataupun perahu, semakin besar kebutuhan akan daya muat maka dibuatlah perahu atau rakit yang berukuran lebih besar yang dinamakan kapal. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kapal pada masa lampau menggunakan kayu, bambu ataupun batang-batang papirus seperti yang digunakan bangsa mesir kuno kemudian digunakan bahan bahan logam seperti besi/baja karena kebutuhan manusia akan kapal yang kuat. Untuk penggeraknya manusia pada awalnya menggunakan dayung kemudian angin dengan bantuan layar, mesin uap setelah muncul revolusi Industri dan mesin diesel serta Nuklir. Beberapa penelitian memunculkan kapal bermesin yang berjalan mengambang diatas air seperti Hovercraft dan Eakroplane. Serta kapal yang digunakan di dasar lautan yakni kapal selam.

Berabad abad kapal digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang sampai akhirnya pada awal abad ke-20 ditemukan pesawat terbang yang mampu mengangkut barang dan penumpang dalam waktu singkat maka kapal pun mendapat saingan berat. Namun untuk kapal masih memiliki keunggulan yakni mampu mengangkut barang dengan tonase yang lebih besar sehingga lebih banyak didominasi kapal niaga dan tanker sedangkan kapal penumpang banyak dialihkan menjadi kapal pesiar seperti Queen Elizabeth dan Awani Dream. Sekalipun masih digunakan pada beberapa negara.

C. Kesimpulan

Modernitas dalam peradaban barat modern muncul karena kretifitas-kretifitas baru segelintir seseorang yang didukung dan diterima oleh komunitas yang lebih luas. Modernitas merupakan mas trnasisi diman masyrakat meninggalkan masa tradisional menuju masyarakat dengan tata cara hidup baru yang modern. Masa Revolusi perdagangan merupakan masa transisi dari Eropa Abad tengah menuju Eropa Modern. Perdagangan dianggap sebgai masa transisi karena Eropa lama anti perdagangan dengan sistem agraris, feodalistik, sistem ekonomi tertutup dan keuntungan dianggap haram bagi gereja.

Dengan revolusi perdangan dengan adanya kemajuan dalam ilmu pelayaran, terutama dalam pembuatan peta pelayaran dan pembuatan kapal. Dengan adanya kemajuan itu terjadilah explorasi dan expansi yang akan memunculkan koloni-koloni. Berbagai daerah-daerah baru diketemukan. Memunculkan pelaut-pelau ulung seperti Columbus, Vasco Da Gama, dan Magellan yang mampu mengelilingi bumi. Revolusi perdagangan yang mempelopori kemajuan ilmu pengetahuan bisa dianggap sebagai perubahan atau loncatan dari pola umum.

Ilmu yang dipelopori pada masa revolusi perdagangan akan membawa perubahan pada masa modern saat ini. Terutama pada bidang pelayaran, dimana kapal-kapal sekarang tidak terbuat dari kayu, namun terbuat dari besi. Beribu-ribu ton kapal diciptakan dengan tenaga pengerak yang lebih modern seperti nuklir. Menjadikan masa revolusi perdagangan sebagai masa permulaan dan akan menjadikan ilmu sellau berkembang dari masa ke masa. Seperti dari perubahan sampan-perahu-kapal layer-kapal dayung-kapal uap-kapal diesel-kapal nuklir.

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

7 responses to “Loncatan Ilmu Pengetahuan Modern Dalam Bidang Pelayaran”

  1. uyab says :

    kapalnya jaman majapahit kaya apa ya??

  2. agung deha says :

    Tema tentang datangnya Barat ke Timur selalu merangsang perhatian saya. Kedatangan Barat inilah mula-mula orientalisme merusak tatanan Timur. Jika Barat tak datang ke Nusantara mungkinkah kita berpakaian, makan, dan “berkebudayaan” cara Eropa? Sayang sekali sejarah tak mengenal “jika” dan “seandainya”.

    Salam kenal dari saya. Saya berharap kita bisa saling bertukar informasi.

  3. sejarawan says :

    kebudayaan akan selalu mengadkan kontak dengan budayaa lainnya. buday itu terdapat budaya sebgai resepien dan ada kebudayaan yang sebgai donor.jadfi ada kebudayaan yang kuat dan ada kebudyaan yang lemah. bila kuat bertemu lemah,bisa saja yang lemah kalah,namun bila kedua kebudyaan itu sama-sama kuat bisa saja terjadilah akulturasi kebudyaan yang baru.hal itu ditunjukkan bahwa indonesia banyak mengalami akulturasi mulai dari zaman hindu-budha hingga modern.
    kenapa budaya eropa kuat,karena kebudayaan itu telah memebrikan kemudahan bagi konsekuensi hidup.perpakaian eropa,tidak seribet berpakaian jawa. manusia semakin lama akan menginginkan sesuatau yang praktis dan cepat.maka budaya itu seallau bergerak dan berkembang.
    sejarah memang tidak mengenal”jika”dan “seandainya’.karena peristiwa sejarah sudah terajdi,peristiwa sejarah itu seakan-akan dekat,namun jauh sekali.peristiwa yang mengensankan bagi kamu pasti akan u ingat selalu,tapi itu sudah tidak bisa direngkuh kemabali.
    bisa saja seandainya kita tetap memepertahankan cara ber[pakaian seperti itu. tapi sekali lagi manusia ingin kemudahan,maka terciptakan lat,dsbnya untuk memepertahankan hidup mereka.
    tapi jangan ragu,kita masihmemiliki survalisasi kebudayaan,kebudayaan kita bisa bertahan,seanndanya kita selktif terhadap kebudayaan yang baru.ok!
    boleh saja untuk bertukar pikiran.

  4. vost says :

    SALAM KENAL
    SAYA SANGAT TERTARIK DENGAN ARIKEL INI KETEPATAN SAYA MENGHADAPI MASALAH MENGENAI DATA-DATA BESAR OMBAK YANG DITIMBULKAN KAPAL DAGANG KIRA-KIRA DIMANA SAYA DAPAT MEMPEROLEHNYA…MAKASIH YA

  5. Zainur Rahman says :

    kalau boleh saya paparkan sebuah kebenaran dan kejujuran, bahwa apa yang tergambar atau tertulis di dalam setiap waktu bahwa modernisasi adalah merupakan sebuah kenajuan yang sangat luar biasa sekali pengaruhnya bagi kelangsungan hidup manusia. dan saya rasa apa yang dipaparkan dalan artikel ini merupakan sebuah fakta yang riel untuk dijadikan sebuah rujukan untuk mencari sebuah kebenaran ditengah ranah globalisasi.

  6. Budi Purwo says :

    Cool.
    Timur-Barat, Tradisional-Modern, Komunal-Individual, Keseimbangan-Rasional.
    Hal binner yang bagi saya, setara! Persoalannya, kita sering menganggapnya tidak setara (atau lebih tepatnya dibuat untuk berpandangan; tidak setara). Selalu yang Barat, Modern, Individual, Rasinal yang lebih unggul dan beradab. Yang membuat itu adalah narasi sejarah (eropa) yang kita baca. Salam Kenal. Ilmu Sejarah USD Yogya.

  7. Akhmad Fuady Noer says :

    saya belum ada respon. sekarang ini saya mencari kapal dalam rangka Prola sebagai kewajiban taruna dalam penyelesaian studi di PIP Makassar.
    Tolong ya siapa tahu ada informasi dari saudara

    terima kasih
    Akhmad Fuady Noer
    087878004138

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: