Ekonomi Majapahit

Ekonomi Majapahit sebagaimana ekonomi kebanyakan kerajaan di Jawa bertumpu pada kegiatan pertanian, ini terlihat dari pusat kerajaan Majapahit yang juga terletak di pedalaman. Namun jika dilihat lebih jauh Majapahit ekonomi Majapahit juga ditopang oleh perdagangan. Kombinasi kedua unsur ekonomi ini memberi kekuatan bagi Majapahit, yang juga menjadi sifat Jawa sebelumnya, yaitu kekuatan demografis.

Pertanian di Jawa sangat menjadikan masyarakat Jawa terikat pada institusi desa yang terikat dalam jaringan yang disebut wanua. Institusi inilah yang kemudian menggerakkan jalannya perdagangan dengan pihak luar. Dalam hal ini perdagangan lebih didominasi oleh perdagangan hasil pertanian pokok. Jaringan pasar lokal antar wanua ini sering disebut sebagai pkên.1

Pertanian Jawa sejak sebelum Majapahit sangat kuat. Ini terlihat dari dibuatnya Borobudur beberapa abad sebelumnya yang mengindikasikan pertanian Jawa dapat mencukupi pekerjaan missal tersebut. Selain itu pada masa Majapahit di Jawa juga terdapat beberapa candi yang dibangun. Kekuatan demografi ini juga mendukung kebijakan ekspansi yang dilakukan oleh Majapahit.

Kekuatan demogrsfi ini terlihat sangat besar jika kita membandingkan Jawa pada masa Majapahit dengan luar Jawa. Semananjung Malaya pada abad 14 memiliki penduduk sebanyak 200 ribu saja, seukuran kota kecil masa kini, sedangkan Jawa pada saat yang sama memiliki penduduk sebanyak 3 juta orang.2

Majapahit juga melakukan perdagangan dengan bangsa luar. Ini terlihat kebijakan penguasaan langsung pelabuhan di hilir sungai Brantas. Meski ibukota Majapahit terletak jauh di pedalaman, ibukota terhubung langsung dengan pelabuhan tersebut melalui sungai tersebut. Produk-produk utama Jawa adalah bahan pangan(beras), tekstil kasar(atau kapas), dan tenaga kerja(budak).3

Selain itu motif ekonomi juga terlihat dalam politik ekspansi yang dilakukannnya. Ekspansi-ekspansi yang dilakukannya dilakukan dalam rangka membentuk jaringan kerajaan vassal untuk memperoleh upeti yang akan menjadi produk perdagangan. Selain itu tujuan lain yang lebih utama dalam ekspansi Majapahit adalah untuk memperoleh kontrol atas pelabuhan-pelabuhan dagang utama di Asia Tenggara(dengan kata lain monopoli).4 Tindak politis yang dilakukan bisa berupa penghancuran pelabuhan atau penaklukan.

1 Baha’udin, catatan kuliah Sejarah Asia Tenggara I

2 MC Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern, halaman 23.

3 Ibid, halaman 29

4 http://ms.wikipedia.org/wiki/Majapahit, 23 April 2007

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

7 responses to “Ekonomi Majapahit”

  1. uyab says :

    kapan segala seluk beluk majapahit di ungkap??
    Bagaimana teknologi maritimnya?? adakah informasinya? dengan segala penaklukan daerah2 di luar pulau jawa tentu kan Maritimnya kuat,
    bukankah konsep Majapahit adalah kerajaan maritim??
    bagaimana kalo di terapkan di indonesia saat ini??

  2. uyab says :

    apakh ada bukti kalo di daerah lain/luar jawa merupakan daerah kekuasaan majapahit??
    kok saia belum pernah denger…

    silakan mampir di
    http://blog.its.ac.id/abimanyu82neitsacid/

    trimakasih..

  3. Ajos Suta says :

    Wah bagus ya blognya.. Saya juga punya blog lho.. Buka di ajossuta.blogspot.com.. Itu blog fisika saya

  4. anto says :

    gak lengkap.

  5. anto says :

    gak lengkap ni njeng,,,,,,,,

  6. ... says :

    bagaimana dengan pelabuhan lainnya? apa ada juga selain palabuhan di hilir sungai brantas itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: