REVIEW ARTIKEL PERKEMBANGAN REGIONALISASI di ASIA TENGGARA: Asia Tenggara Membentuk Jati Diri

Diri Amerika Serikat yang memiliki kebijakan luar negeri paling berpengaruh di dunia, tak lupa melirik Asia Tenggar untuk menancapkan pengaruhnya di region itu. Amerika serikat mulai menancapkan pengaruhanya di Asia tenggara dengan menjadi mediator untuk membentuk pakta pertahanan di Asia Tenggara. Pertama, Amerika Serikat menjadi negosiatir pada perjanjian manila guna membentuk pertahanan kolektif. Kedua, Amerika Serikat memberikan dana bantuan sebesar $200juta untuk pembangunan di bidang ekonomi. Di lain sisi, negara-negara di Asia Tenggara memiliki upaya untuk memperbaiki citra Asia Tenggara. Perlu diketahuai bahwa Asia Tenggara adalah bekas dari kolonialisma dan imprealisme barat.Daengan citra yang ingin dibentuk, Asia Tenggara menginginkan untuk melawan bekas kolonial dan melepaskan kontrol dari barat. Namun, keinginan tersebut sangatlah berat dilakukan karena negara-negara Asia Tenggara masih memiliki warisan kolonial. Hal ini dikarenakan masalah-masalah intern di Asia Tenggara yang tidak bisa diselesaikan sendiri, Asia Tenggara masih menggunakan kekuatan-kekuatan politik yang masih produk dari barat. Dalam bidang ekonomi pun Asia Tenggara masih sangat tergantung terhadap organisasi moneter dunia. Seperti BSC (British Special Commisioner), organisasi yang bergerak di bidnag pangan sebagai langkah antisipasi terhadap krisi pangan pasca perang; ECAFE, organisasi yang dibentuk oleh Dewan Ekonomi untuk Asia dan Timur Jauh, organisasi ini bergerak di bidang rekontruksi dan pengembangan ekonomi negara-negara kawasan; Colombo Plan for Cooperative Development in South and Southeast Asia, organisasi yang dibentuk guna membuat proyek ekonomi bagi negara-negara persemakmuran Inggris. Di bidang keamanan juga dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap ekspansi kaum Komunis Asia. Dalam pembentukan pertahan ini Amerika Serikat tidak membrikan dukungan, namun negar Asia Tenggara mengharapkan bimbingan, kepemimpinan dan dukungan dari Amerika Serikat. Sampai akhirnya, pada tahun 1950 Amerika Serikat mulai tertarik untuk untuk melalukan kesatuan pasifik dengan menarik masuk negar Asia Tenggar ke dalamnya. Amerika serikat, Australia dan Selandia Baru mulai nmembentuk pakta pertahanan guna mengamankan regional dari ekspansi komunis. Ketiga negara tersebut pada tahun 1951 akhirnya membentuk ANZUS. Mengenai pakta pertahann di Asia Tenggara, Amerika Serikat masih mengalami keraguan untuk mengorganisasikan koalisi pertahan di Asia Tenggara. Akhirnya, negara-negara Asia Tenggara inipun yang akan membentuk pakra pertahan sendiri. Dari beberapa paparan di atas, Asia Tenggara memiliki ketertarikan untuk bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kooperatif dan partisipasi negar-negara asia tenggara dalam masalah kemaman perlu memiliki inisiatif sendiri. Jadi, Asia Tenggara bisa menjadi lahan kolonialisme baru dengan bentuk baru.

RUNTUHNYA ROMAWI DAN BERKEMBANGNYA AGAMA NASRANI

A. Kaisar Yang Gagal

Imperium Roma telah menguasai daratan Eropa dan Timur Dekat selama hampir1000 taun. Ini tidak lepas dari kuatnya Pax Romana dan kontrol daerah yang kuat, tetapi memasuki tahun 180 M, Pax Romana yang telah memperkuat imperium roma, ini ditandai dengan meninggalnya Marcus Aurelius pada tahun 180 M. Penggantinya yang tidak lain adalah anaknya yang bernama Commodus (180-193 M) tidak mampu mengendalikan pemerintahan dengan baik. Hal ini dikarenakan Commodus tidak mempunyai bakat apapun selain pacuan kereta, perang dan perkelahian gladiator. Kecintaannya pada olahraga membuat prestise dan kewibawaan pemerintahan menurun drastis, disamping itu karena dia tidak begitu mempedulikan keselamatan pribadi membuat Commodus mati karena terbunuh.

Seperti juga Commodus, raja-raja berkuasa selanjutnya juga merupakan kaisar-kaisar yang lemah. Sehingga pada perkembangan selanjutnya muncul suatu zaman yang disebut dengan zaman anarkhi militer (235-284 M). Zaman ini merupakan zaman yang penuh dengan konflik intern antara faksi-faksi militer sehingga menyebabkan stabilitas dan efisien pemerintahan hilang sehingga tidak heran bila dalam kurun waktu setengah abad terjadi hampir dua lusin pergantian kaisar dan yang mencengangkan adalah hanya satu kaisar yang meninggal secara wajar. Sedangkan lainnya mati dalam peperangan melawan sekutu yang memberontak atau dibunuh oleh tentaranya sendiri.

Disamping hal-hal diatas, ketertarikan tentara pada uang juga memicu runtuhnya Imperium Roma. Ini dikarenakan para tentara telah mengabaikan tugasnya untuk menjaga kaisar dan lebih mementingkan kebutuhan uang beserta materil. Bangkitnya kekaisaran Persia dan serangan bangsa barbar di wilayah romawi yang keadaan pertahanannya sudah buruk, memperburuk keadaan ini.

Lanjut membaca

Hubungan Luar Negeri Jepang dan Jerman pada Masa Restorasi Meiji

Restorasi Meiji bisa dikatakan sebagai jaman “pencerahan” Jepang setelah selama 200 tahun lebih menutup diri dari hubungan luar di bawah kepemimpinan rezim Tokugawa. Pengembalian kekuasaan dari penguasa militer kepada Tenno menjadi tombak sejarah baru Jepang. Dengan adanya Restorasi Meiji ini masa dimana Jepang akan menjelma menjadi negara yang maju pun dimulai. Sejalan dengan arti dari kata meiji sendiri, yaitu ”yang berpikiran cerah”, bangsa Jepang mulai berbenah diri dan berusaha mengejar ketertinggalannya. Jepang mulai merombak semua tatanan kehidupannya, mulai dari politik, ekonomi, sosial sampai dengan pendidikan. Perubahan ini menuntut Jepang untuk dapat memiliki tatanan kehidupan yang lebih maju karena seperti diketahui Jepang pada waktu itu bisa disebut sebagai negara ”kuno” dan miskin dengan sakoku-nya. Pada jaman itu negara-negara yang lebih maju dari Jepang adalah negara-negara barat. Mulailah Jepang mengadopsi tatanan kehidupan dari barat dalam segala bidang. Misi-misi perjalanan ke negara barat dimulai, pengiriman pelajar untuk menimba ilmu sesuai bidang masing-masing dilakukan dan membuka diri terhadap pengaruh yang datang dari negara barat. Tujuannya jelas yaitu mencari ilmu dan menanamkan keyakinan bahwa Jepang akan dapat “berdiri sama tinggi, duduk sama rendah” dengan kemajuan dunia Barat.

Lanjut membaca

SEDIKIT TENTANG cIna

FAKTA DAN DATA REPUBLIK RAKYAT CINA

Republik Rakyat Cina-Chung Hua Jen Min Kung Ho Kuo : nama resmi negara Cina daratan

Ibu Kota : Beijing

Letak Geografis:Asia Timur, Perbatasan: Mongolia, Rusia, Korea Utara, Laut Kuning, Laut Cina Timur, Laut Cina Selatan, Teluk Tonkin, Vietnam, Laos, Myanmar, India, Bhutan,Nepal, Pakistan, Afghanistan.

Wilayah : 9.596.961 km²

Ciri Fisik : titik tertinggi:gunung Everest di perbatasan Cina-Nepal(8.848).titik terendah: depresi Turfan (bawah paras laut). sungai utama: Yang Tze,Hwang (kuning),Si (barat), Amur. Danau utama: Tungting, Poyang, Tai.

Penduduk : 1.192.000.000

Bahasa : Mandarin(resmi), Shanghai, Hakka, Kanton

Agama : Campuran kongfucuisme, Taoisme, Budha, Islam, Kristen.

Pemerintahan : Republik Komunis, Kepala Negara: Presiden, Kepala Pemerintahan: Perdana Menteri

Kota Utama : Shanghai, Beijing, Tientsin, Shengyang, Kanton, Wuhan, Chungking, Nangking, Harbin, Tsingtao, Chengtu, Taiyuan.

Lanjut membaca

KAROLING

Signifikansi historis Zaman Karoling jauh melampaui prestasi-prestasi materialnya

(Christopher Dawson)

            Zaman Karoling di Eropa Barat adalah pengaruh yang begitu besar dari sebuah keluarga atau dinasti pada abad VIII dan IX. Periode ini merupakan masa kebangkitan kebudayaan Eropa Kristen dalam peradaban pertengahan.

            Penyebutan zaman Karoling ini berdasarkan dari sebuah dinasti keluarga yang bernama Karoling yang berasal dari para tuan tanah di Lembah Meuse, khususnya di daerah Brussels Belgia dan Cologne Jerman. Pendiri keluarga ini adalah St. Arnulf, kemudian menjadi Uskup Metz. Keluarga Karoling menjadi keluarga yang menonjol pada saat itu, karena kedekatan keluarga itu dengan gereja. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi pengikutnya.

 

Permulaan Daya Tarik Keluarga Karoling

            Keluarga Karoling mulai memiliki daya tarik ketika Paus Gregorius III mendapatkan ancaman dari orang-orang Lombardia. Raja dari orang Lombardia berambisi untuk mencaplok daerah-daerah semenanjung  yang belum ditaklukkan. Paus khawatir bila raja  orang Lombardia itu menguasai Roma dan mendikte kekuasaan gereja.

            Dari ketakutan itu paus meminta bantuan kepada Keluarga Karoling. Pendiri keluarga Karoling, St. Arnulf, telah menjadi Uskup Metz. Maka Paus meminta salah satu anggota keluarga Karoling, yaitu Charles Martel untuk membantunya. Tetapi Charles Mantel tidak bersedia untuk membantu, akhirnya yang menanggapi permintaan Paus adalah Pepin si Pendek, anak Charles Martel.

            Untuk mengatasi maslah Paus itu, Pepin mulai menyingkirkan keluarga Meroving yang menguasai kerajaan orang-orang Frank, yang wilayahnya disebut Frankland di sekitar Danau Danube. Perebutan kekuasaan itu, juga melibatkan campur tangan Paus. Paus menyatakan bahwa keluarga Meroving tidak pernah menunjukkan keinginana untuk mengabdi kepada gereja. Sehingga Paus mengangkat Pepin sebagai raja untuk menggantikan kekuasaan keluarga Meroving di Frankland.

            Kemudian Paus menagih janji kepada Pepin untuk membersihkan orang-orang Lombardia yang melakukan agresi ke Roma. Pepin segera melakukan ekspansi kepada orang-orang Lombardia yang telah memasuki wilayah Italia. Ekspansi pepin itu dilakukan pada tahun 754 dan 756. Keduanya berhasil. Atas keberhasilan Pepin tersebut, maka munculllah Negara Kepausan di Italia, dengan Paus sebagai kepalanya.

            Setelah Pepin meninggal pada 768 dan diteruskan oleh Karel Agung, yang memerintah dari 768 hingga 814. Karel Agung memerintah orang-orang Frank di Rhein dan Pyrenia, jug amemerintah orang-orang Lombardia di Italia. Bahkan negara kepausan juga berada di bawah kendalinya.

            Wilayah kekuasaan Karel Agung membentang dari Sungai Elbe dan daerah yang di huni oleh orang-orang Friss di Jerman Utara. Kemudian batas timur mencapai sepanjang sungai Oder dan mencaplok Bohemia, Moravia, Pannonia, dan Croatia. Kekuasaan Karel Agung juga telah mencapai Spanyol, yang terbentang antar Sungai Ebro hingga Pengunungan Pyrenia, termasuk kota Barcelona.

            Pada masa kekuasaan Karel agung ini terjadi kekacauan di Negara Kepausan. Karel Agung yang memiliki otoritas yang jelas atas Paus, tapi ia tak berhak mencampuri urusan kepausan. Jadi, jelas bahwa  Paus memiliki otoritas penuh dalam pengambilan keputusannya. Akan tetapi kemerdekaan Paus sering diganggu oleh para bangsawan-bangsawan ambisius yang memanfaatkan gereja. Paus mengatasi hal itu dengan meminta bantuan kepada Karel Agung untuk menertibkan para bangsawan dan memulihkan otoritas kepausan. Ini kesempatan bagi Karel Agung untuk menunjukkan kebaktiannya kepada gereja. Sehingga Karel Agung mendapatkan julukan “Charles Augustus”.

            Setelah meninggalnya Karel Agung, kekuasaannya diambilalih oleh Louis, puteranya, yang memerintah dari 814 hingga 840. Tetapi setelah kematian Louis terjadilah perebutan kekuasaan antar cucu-cucu Karel Agung yaitu Lothaire, Louis, dan Charles. Ketiganya dapat didamaikan dengan menandatangani Traktat Verdun (843).

            Tercapainya perjanjian itu ternyata bukan merupakan akhir dari pertikaian. Berbagai pertempuran yang sengit terus berlangsung dan kehancuran kelurga Karoling tidak dapat dielakkan. Kekuasaan keluarga Karoling hancur akibat pertikaian di kalangan keluarga sendiri, serangan dari suku bangsa Norse, Arab (Saracen), dan Magyar. Sehingga muncullah dua kerajaan baru dari wilayah kekuasaan kelurga Karoling yaitu Prancis dan Jerman.

 

Karel Agung: Pencapaian Dalam Sejarah Besar Keluarga Karoling

            Sisa-sisa institusi Karel agung ternyata sangat berarti bagi masa depan sejarah Eropa Barat.Karel Agung telah banyak menyokong kehidupan biara dan gereja. Kedua jenis institusi ini sebagai penjaga kehidupan moral dan intelektual, yang secara formal ditrasformasikan di kehisdupan budaya Eropa.

            Karel agung juga telah menyebarluaskan agama Kristen. Orang-orang Saxon yang belum beragama Kristen dipaksa oleh Karel Agung untuk menerima pembaptisan. Kemudian Karel Agung membangun unit-unit keuskupan dan paroki. Biara dan gereja banyak dibangun pada zamannya.

            Pada masa Karel agung sudah terdapat beberapa sekolah yang  terkenal, seperti sekolah-sekolah Irlandia dan sekolah-sekolah Anglo-Saxon. Sekolah-sekolah itu mengilhami Karel Agung untuk memperkenalkan ilmu-ilmu aritmatika, musik, geometri, astronomi, teologi dan injil kepada orang-orang Frank. Atas nama pendidikan, Karel Agung menggunakan pengaruhnya untuk memperkenalkan pengetahuan yang telah dikembangkan di Italia, Spanyol, Irlandia, dan Inggris ke Frankland.

            Usaha dalam bidang pendidikan ini, memunculkan sarjana-sarjana yang terkenal pada zaman Karel Agung ini. Sarjana-sarjana itu seperti Paul Deacon, pengarang       History of the Lombards, Theodulf, dan Angilbert. Tetapi sarjan yang terkenal pada ma situ ialag Alcuin. Alcuin oleh Karel Agung diangkat sebagai kepala urusan pendidikan kerajaan, sekolah istana, dan kepala biara di Tours. Selain Alcuin, hasil pendidikan itu melahirkan sarjana Eginhard yang pad mulanya sebagai seorang murid sekolah istana, yang kemudian menjadi penasehat, sahabat, dan sekretaris Karel Agung. Karyanya yang terbesar ialah   Life of Charlemagne, dan biografi Karel Agung yang berjudul Lives of the Caesars.

           

           

 

 

 

Permulaan Sejarah Cina

Peradaban Cina adalah beradaban tertua yang hingga sekarang masih bisa dirasakan. Cina memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban dunia. Hal itu bisa dilihat dari artefak-artefak yang ditinggalkan atau falsafah yang ditinggalkan.
Sebagai salah satu peradaban besar, tentu saja sangatlah perlu untuk mengetahui system politik, ekonomi dan masyarakat pada masyarakat Cina.
Periodisisa sejarah Cina adalah
Pemerintahan
Dalam pemikiran Cina tradisional, jika pemerintah baru bertahan dalam kekuatannya, ia harus dapat membuktikan amanat dari surga untuk menjadi kaisar baru. Menurut filsuf dari orang-orang Tao, dulunya dinasti hanya dapat dibuktikan jika memiliki “mandat dari surga”, dan juga dipercaya dimana mandat dari dinasti tertentu telah dikeluarkan, hal tersebut akan mengalah pada pemberontak atau pemberontak istana. Di dalam pemikiran tradisional orang-orang Cina, kerajaan yang sesungguhnya hanya ada di surga, tetapi tetap yang melaksananakannya adalah orang-orang di dunia. Efek dari filosofi politik orang-orang Tao adalah sederhana dan praktis: setiap orang boleh mencoba keberuntungannya dengan pemberontakan jika dia sangat mengharapkannya. Apabila pemberontakannya gagal, kemudian yang membuat suatu percobaan dengan jelas tidak memiliki “mandat dari surga” dan biasanya mereka dieksekusi. Bagaimanapun, seorang pemberontak yang berhasil diambil sebagai bukti bahwa mandat dari surga benar-benar ada. Hal ini semata-mata hanyalah nyanyian kesuksesan saja. Setiap orang dapat menjadi seorang kaisar sepanjang ia dapat mengumpulkan kekuatannya.
Bagi Cina, the family was the state in miniature, the state the family writ large. Itu sebabnya Max Weber menyebut Cina sebagai “familistic state”. Penulis melihat bahwa dinasti Han yang lebih setia pada ajaran Konfusius. Menurut penulis artikel ini, akibat dari paham keluarga Cina yang ditafsirkan secara berbeda (salah) dengan apa yang dianjurkan oleh Konfuisus tentang sistem keluarga 3 generasi, Cina pernah mengalami krisis karena memberlakukan sistem three tyrannies (ruler, the father, and the husband). Three Tyrannies kemudian berkembang menjadi the three bonds (dalam bahasa Cina, sangang). The three bonds terdiri dari: relasi rulers-ministers; fathers-sons; and husbands-wifes. Tetapi rupanya paham ini berkembang lagi menjadi the three accordances atau three services: minister melayani ruler, anak melayani bapaknya, dan istri melayani suaminya (jadi tidak resiprokal, hanya pelayanan searah saja!). para pengagum three services, menganggap ini sumber dari segala keteratutan. Secara defacto, Paham three services masih sejalan dengan sistem tradisional Cina yang menekankan filial obligation dan filial piety.
Sistem three services tidak bersifat resiprokal sebagaimana yang diajarkan oleh Mencius (salah seorang murid Konfuisus). Mencius mengatakan: jika seorang pangeran merawat para pembantunya seperti tangan dan kakinya, mereka (para pembantunya) akan merawat pangeran itu seperti perut dan hati mereka. Jika pangeran merawat para pembantunya seperti kuda dan anjingnya, mereka akan merawatnya seperti seorang yang gila. Dan, jika seorang pangeran melihat para pembantunya seperti lumpur dan rerumputan, mereka juga akan melihat pangeran itu seperti seorang lawan.
Menurut Mencius, Konfusius mengajarkan bahwa keteraturan sosio-politik terjadi ketika ruler berkelakuan seperti ruler, minister berkelakuan seperti minister, dan father berkelakukan seperti father dan son berkelakukan seperti son; menurut Konfusius, hal ini yang ia sebut sebagai sumber knowledge, etika. Konfusian dari suku Han melihat bahwa Yin-Yang mengandung sistem resiprokal. Yin diidentikkan dengan minister, son and wife sedangkan Yang diidentikkan dengan ruler, father, husband. Oleh karena itu, three bonds bagi suku Han harus dilihat seperti relasi Yin-Yang.
Melihat uraian di atas, jelas bahwa Konfusius menolak sistem otoriter. Konfusius memberi tekanan pada saling adanya relasi secara etika dan bukan pada control kekuasaan yang otoriter. Seorang murid Konfusius, Xunzi mengatakan bahwa jika setiap orang bersikap hormat, tertib, tanpa cela, menghargai orang lain, saat itulah terjadi bahwa setiap orang bersaudara. Dalam sistem reciprocity, sistem absolut tidak berlaku. Karena dalam sistem reciprocity yang ditekankan adalah fleksibilitas, keutamaan (virtue). Dan, kekuatan relasi yang cocok dalam KBE tidak terletak dalam sistem kekuasaan absolut (husband, father, and ruler) melainkan pada authority yang membangun pengetahuan etika.
Bentuk pemerintahan
Sistem pemerintahan yang digunakan ketika keakaisan Cina kuno masih berkuasa adalah sistem pemerintahan yang sentralistik. Sistem sentralistik ini bisa disetarakan dengan sikap absolutisme monarki. Sehingga dalam pelaksananany timbullah istilah “semua tanah adalah tanah raja dan semua orang adalah milik raja”.

Dalam pelaksanan pemerintahn raja juga memabgi tugas-tugas bawahan. Pada masa kekaisaran kaisar terdapat enam orang bawahan. Enam orang bawahan inilah yang akan melaksanakan perintah raja. Enam orang itu memiliki tugas: menteri surga, pembuat kebijakan; menteri bumi, menteri berkenaan dengan pendidikan; menteri musim semi, menteri berkenaan dengan pengadilan agama; menteri musim panas, meneteri berkenaan dengan administrasi keseharian; menteri menteri musim gugur, menteri berkenan dengan penjatuhan hukuman; menteri musim dingin, menteri yang berkenaan dengan logistik negara, termasuk pembiayaan proyek besar. Tiap menteri memiliki staff ratusan dari bagian-bagian. Kaisar jug amengontrol enam kekuatan militer, setiap regional memiliki tiga, dua atu satu yang disesuaikan dengan wilayah.

Kemasyarakatan
Sistem keluarga Cina dipengaruhi oleh paham kekeluargaan Konfusius. Menurut Olga Lang, orangtua dalam sistem keluarga Cina berkewajiban mengajari anggota keluarganya tentang mekanisme Negara agar mereka bisa menerima ororitas Negara. Lucian Pye melihat bahwa kultur politik Cina menekankan interpendensi antara pemerintah dan keluarga. Karena, dalam masyarakat tradisional Cina, keluarga berperan untuk mengurangi kekacauan dalam institusi-institusi public, orangtua selalu menekankan order sosial dan kesejahteraan setiap anggota keluarga.
Relationship merupakan motor penggerak dalam politik ideologi kekeluargaan Cina. Implikasi politik dari sistem ini adalah bahwa dalam membangun ekonomi Cina, yang ditekankan adalah jaringan, relasi (untuk saling menolong). Kinship networks (jaringan kekeluargaan), menjadi pilar paradigma baru dalam kerangka kerja ekonomi Cina. Selain itu, yang mengakibatkan Cina mampu menguasai perekonomian secara global adalah etos kerja yang menekankan keuletan dan kerajinan. Ada tiga penjelasan etos kerja.
Pertama, dalam sistem keluarga Cina, etos kerja telah ditanamkan kepada anak-anak sejak kecil. Bagi Cina, kerja dihubungkan dengan kumpulan nilai yang kompleks, yang mencakup pengorbanan diri, rasa percaya, dan hemat yang dipandang sebagai dasar terakumulasinya kekayaan.
Kedua, etos kerja Cina berorientasi kelompok. Setiap individu berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, kemudian untuk kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, orang Cina bekerja keras untuk mendapatkan imbalan materi. Dalam komunitas Cina perantauan (seperti di Singapura), kemakmuran, kenyamanan, dalam usia lanjut, menduduki posisi sentral dalam persepsi Cina tentang kehidupan yang baik.
Awalnya, bentuk ideal Cina adalah joint family: membangun ikatan kekeluargaan yang terdiri dari lima keturunan yang hidup secara bersama-sama dalam satu atap, sharing bersama, satu dapur bersama, saling berbagi keuntungan serta saling membantu, yang dikendalikan oleh seorang kepala keluarga. Pemerintah kekaisaran Cina tradisonal mengadopsi sistem kekeluargaan ini menjadi bentuk ideal untuk mencapai harmoni dalam sistem pemerintah. Tetapi secara defacto, sistem kekeluargaan yang dikendalikan oleh seorang kepala keluarga dan pemerintahan yang dikendalikan oleh monarkhi, mengakibatkan Cina terjerumus dalam sistem kekeluargaan dan pemerintahan yang sangat feodal (dan hal ini bertolak belakang dengan visi Konfusius yang selalu menekankan dimensi etika dalam menjalankan otoritas). Baru pada zaman dinasti Ming, sistem keperintahan yang feodal lamban laun mulai ditinggalkan. Sistem keluarga a la Konfusian menekankan etika kesalehan, sopan santun, keutamaan, menghargai orang lain. Pada abad 20-an, yang berkembang di dalam masyarakat Cina justru nuclear family (keluarga inti) dan stem family.
Kedua sistem kekeluargaan ini membangun jaringan kekeluargaan (kinship networks) yang lebih luas, tidak semata-mata secara bilogis tetapi jaringan kekeluargaan atas dasar kebajikan-etika. Banyaknya anggota keluarga dalam satu atap pun berkurang. Karena pada era itu, sistem yang cocok dengan bentuk ideal keluarga Cina (menurut kaum terpelajar Konfusian) adalah sistem 3 generasi (orangtua, anak, dan kakek-nenek). Pemerintah Singapura mempromosikan sistem 3 generasi ini dengan membangun rumah bagi mereka yang baru menikah dan ingin tinggal bersama dalam sistem 3 generasi.
Hubungan antara tiga dan lima keluarga a la Konfusian merupakan kunci relasi-relasi: ayah-anak, suami-istri, adik-kakak (sistem 3 generasi) dan sistem 5 generasi (ayah-anak, suami-istri, adik-kakak, kakek-cucu lelaki, dan paman-kemenakan lelaki). Konfusian lebih condong pada sistem 3 generasi. Bagi Konfusius, relasi antara ayah-anak, suami istri dan adik-kakak, seharusnya seperti itu relasi yang dibangun oleh aparat pemerintah (relasi kaisar-menteri, relasi menteri-rakyat, relasi kaisar-rakyat). Paham kekeluargaan Konfusian menekankan relationship atas dasar etika bukan relasi secara bilogis. Menurut Konfusius, walaupun hidup dalam satu atap, sharing secara bersama-sama belum tentu terbangun rasa solidaritas tanpa disertai sikap yang didasarkan pada moralitas (keutamaan).
Walaupun Konfusius menawarkan sistem kekeluargaan yang berbasis pada moralitas tetapi rupa-rupanya, masyarakat Cina ada yang menafsir ajaran Konfusius menjadi sangat kaku. Hal itu terjadi (misalnya) ketika orang Cina mengidentikkan family dengan jia. Jia adalah kepala keluarga yang bersifat otoriter, segalanya dia yang menentukan. Ajaran tentang jia yang menggiring Cina ke sistem tradisional keluarga yang subordinasi. Ketika seorang kaisar atau pemerintah memberlakukan paham ini dalam sistem keperintahan-an, saat itu Cina terperangkap dalam sistem pemerintah yang tirani, otoriter; sehingga demokrasi sulit mendapat tempat. Oleh karena itu, W. J. F. Jenner menyebut the Chinese family sebagai sebuah struktur yang otoiter.

Ekonomi
Ekonomi Cina dibangun berdasarkan ekonomi agrarian. Ekonomi agrarioa tyang memiliki system feodalistik. Sistem bahwa penguasaan tanah memiliki peranan penting.
Pentingnya pertanian bagi Cina telah membawa perubahan pada sisitem teknologi pertanian juga. Sisitem pertanian yang diterapkan Cina pada waktu itu telah mengenal adanya sistem irigasi, rotasi tanaman pertanian, dan penggunaan hewan sebagai alat pertanian.
Cina juga tidak tergantung pada pertanian saja, namun telah mengembangkan hasil peternakan. Peternakan yang berkemabng dicina meliputi peternakan domba, kambing dan sapi. Selain adanya binatang ternak setiap penduduk juga memilki hewan untuk dipelihara, seperti lembu janta, babi dan ayam. Perekonomian Cina juag dibantu dengan adanya perburuan yang dilakukan penduduk.
Tidak hanya pertanian, Cina juga mengembangkan sistem perdagangan dengan dunia luar. Cina telah menjalin hubungan dagang pertama kali dengan melakuakn transaksi di sekitar Cina bagian utara dan laut Cina selatan. Perdagang yang dilakuakn berupa perdagangan besi, timah, cangkang penyu, dan produk kerajinan tangan. Dengan adanya perdagangan maka terjadilah pekembangan teknologi peleburan besi, munculnya kota-kota dagang, dan penggunaan uang.

Daftar Pustaka;
T’ung-tsu Ch’ii, Han Social Structure. Seattle:University of Washington Press, 1967.
Artikel : State anad Society
“Sejarah Permulaan Cina”, http:/www.Asiamaya.com/ (dl:2 Maret 2008), 1hlm
“China Zaman Silam”, http:/media.cla.auburn.edu/history/gs/descriptions/ 7400.htm. (dl: 2 Maret 2008). 1 hlm