AWAL KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA

A. JENIS-JENIS MANUSIA PURBA

Fosil-fosil manusia purba di Indonesia banyak ditemukan di daerah Wajak (Tulungagung), Trinil (Ngawi), Ngandong (Ngawi) dan Sambungmacan (Sragen).

a)  Fosil yang temukan di Wajak

  • Pada tahun 1888 B.D. van Rietschoten menemukan Tulang tengkorang. Tulang tengkorang tersbut kemudian dikirimkan kepada Eugenen Dubois.
  • Tahun 1889 Eugene Dubois menemukan fosil manusia yang dinamakan Homo Sapiens Wajakensis.

 

b)  Fosil penemuan di Trinil

  • Pada tahun 1890 Eugene Dubois menemukankerangka yang berbentuk hampir sama dengan bentuk kerangka manusia. Fosil yang ditemukan Eugene Dubois diberinama Pithecantropus Erectus (pitecos=kera; antropus=manusia; erectus=berdiri)

c. Fosil penemuan di sepanjang Lemnbah Bengawan Solo

  • Pada tahun 1931 G.H.R von Koenigswald ahli paleontology berkebangsaan Jerman menemukan tengkorang di lembah bengawan Solo. Tengkorak yang ditemukan diberinama Pithecantropus Soloensis (=manusia dari Solo).
  • 1936 von Koenigswald menemukan fosil anak balita di daerah Perning Mojokerta dan diberi nama Pithecantropus Mojokertensis (=manusia dari Mojokerta)
  • Pada saat penelitan terakhir pada tahun 1941 di Sangiran, von Koenigswald menemukan fosil manusia purba berbadan besar, memiliki rahang yang kuat, tebal tulang pipinya dan tidak memiliki dagu. Hasil penelitian itu von Koenigswald memberikan nama Meganthropus Palaeo Javanicus)

Para ahli palaeoanthropologi dalam penelitiannya berkesimpulan tentang perbedaan-perbedaan dianatara manusia purba, sebagai berikut:

1. Pithecantropus Erectus

  • Tinggi badan antar 165 sampai 180 cm.
  • Volume otak 750-1300 cc.
  • Hidup secara nomaden.
  • Alat-alat yangdigunakan masih kasar buatnnya.
  • Sudah mengenal api.
  • Kebutuhan makanan masih sangat tergantung kepada alam.

2. Homo Sapiens

  • Tinggi badan anatar 130 sampai 210 cm.
  • Volume otak 1350-1450 cc.
  • Sudah memiliki tempat tinggal yang menetap.
  • Alat kerja masih terbuat dari batu, namun sudah dihaluskan.
  • Sudah mengenal api.
  • Makanan sudah dihasilkan sendiri (food producing).

B. PEMBAGIAN ZAMAN PRA SEJARAH

Para ahli melakukan pembabakan kehidupan manusia purba berdasarkan kehalusan, bentuk, jenis, dan ukuran alat batu. Pembagian zaman batu tersebut

a. Zaman Batu Tua (Paleolitikum)

Pada masa kehidupan zaman batu tua manusia masih mengggunakan batu yang belum diasah (kasar). Batu yang digunakan masih digenggam yang digunakan untuk memotong kayu dan berburu binatang. Kehidupan manusia purba masih berlangsung secara nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Kegiatan keseharian manusia purba adalah usaha untuk mengumpulkan makanan, berbueru dan meramu. Kegiatan yang dilakukan oleh manusia purba disebut food gathering.

Hasil kebudayaan pada zaman ini dikenal sebagai kebudayaan Pacitan. Hasilnya adalah kapak penetak (chopper) dan kapak perimbas.

Manusia pendukung pada zaman batu tua adalah Meganthropus Paleojavanicus, Pithecantropus Erectus, Homo Soloensis, dan Homo Wajakkensis.

b. Zaman Batu Tengah (Mesolitikum)

Pada zaman batu tengah kehidupan manusia purba banyak dihabiskan di dalam gua yang disebut abris sous roche. Alat-alat yang digunakan pada zaman ini menggunakan batu yang lebih halus, serta panah bergerigi yang terbuat dari tulang hewan digunakan untuk berburu. Pada zaman ini kehidupan masih bersifat food gathering tingkat lanjut.

Ciri utama kehidupan manusia purba pada zaman ini adalah peninggalan sampah dapur yang biasa disebut kjokkenmoddinger. Sampah dapur tersebut bersal dari cangkang kerang yang ditumpukk hingga membatu. Sampah dapur itu banyak diketemukan di sepanjang pantai timur Sumatera.

Hasil kebudayaan zaman ini dikenal dengan sebutan Budaya Bascon-Hoabinh. Produk kebudayaan seperti kapak pendek, kapak sumatera.

Manusia pendukung kebudayaan ini adalah Papua Melanesoide, yang terdiri dari suku Irian di Papua, Suku Aborigin di Australia.

c. Zaman Batu Muda (Neolitikum)

Ciri utama dari zaman batu muda yaitu manusia telah menjadi pendukung peradaban food producing. Manusia pada zaman ini sudah tinggal secara menetap, bercocok tanam, dan berternak.

Manusia pendukung zaman batu muda adalah orang Proto Melayu yang terdisi dari suku Nias, Toraja, dan Dayak. Produk kebudayaan yang mereka hasilkan adalah kapak bahu, perhiasan dari batu, kapak persegi, dan kapak lonjong.

C. KEBUDAYAAN MEGALITIKUM DAN LOGAM

Kebudayaan batu besar (Megalitikum) muncul pada zaman neolitikum dan berkembang hingga zaman logam.

Beberapa peninggalan kebudayaan megalitikum.

a)  Menhir: tugu batu yang berbetuk tiang. Bangunan ini digunakan untuk upacara penghormatan kepada nenek moyang. Bangunan ini banyak ditemukan di daerah Sumatera Selatan, Sulawesi tengah dan Kalimantan.  
b)  Dolmen: adalah benda yang berbetuk seperti meja batu, yang digunakan untuk menempatkan sesaji. banyak ditemukan di daerah Jawa Timur dan Nusa Tenggara.  
c)  Sarkofagus dibuat dari batu besar utuh dan berbentuk seperti lesung dan diberi tutup batu. Sarkofagus digunakan untuk meletakkan mayat orang yang akan dikubur sehingga fungsi dari Sarkofagus sebagai peti mati. Sarkofagus banyak ditemukan di daerah Bali dan Nusa Tenggara.
d)  Peti Kubur Bati dibuat dari keping-keping batu sebagai peti mati. banyak ditemukan didaerah Jawa Barat.
e)     Waruga dibuat sebagai peti kubur batu yang berbentuk kubus berukuran kecil, ditemukan di daerah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.
f)      Punden Berunda dibuat dari batu yang disusn secara bertingkat-tingkat. Gunanya sebagai tempat pemujaan arwah nenek moyang, ditemukan di daerah Jawa Barat.
g)     Arca dan Patung Batu batu sebagai lambing kekuatan nenek moyang dan pemujaan. Arca dan Patung batu banyak ditemukan didaerah Sumatera.

Selain, manusia purba memasuki zaman batu besar manusi purba telah mengenal teknologi tingkat permulaan dan perundagian. Maka pada masa itu disebut sebagai masa perundagian, karena pembuatan alat-alat logam diperlukan orang-orang yang memiliki keahlian yaitu golongan undagi.

Pada zaman perundagian mereka telah mengenal perunggu yang dibuat untuk beberapa alat seperti:

a)  Nekara adalah tambur besar yang digunakan sebagai alat upacara maupun sebagai tambur dalam pepperangan. Nekara banyak ditemukan di daerah Nusa Tenggara, Bali, Sumatera dan jawa.
b)  Moko berbentuk seperti Nekara namun lebih kecil. Moko diangap sebagai benda pusaka dan terkadang digunakan sebagai mas kawin
c)  Candrasa adalah kapak perunggu yang digunakan sebagai lambang kebesaran dan alat upacara
About these ads

About sejarawan

Sudah tidak kuliah lagi....sekarang dalam masa kebingungan yang sangat amat Twitter: @TanayaYP

4 responses to “AWAL KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA”

  1. Salsa says :

    Manusia pda zaman bztu besar itu apa nama nya

  2. Salsa says :

    Jenis manusia pda zaman batu besr itu apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: